Tentang ‘RADIOHEAD’

Radiohead Bukan Hanya Sekedar Band. Karena perlu lebih dari sekedar mendengarkan lagunya untuk bisa memahami musiknya.

Review Album Noah “Seperti Seharusnya”

Album “Seperti Seharusnya” ini seakan menjawab semua pertanyaan yang ada selama masa hiatus mereka dari industri musik Indonesia. Sekaligus sebagai hadiah bagi semua sahabat yang telah lama menantikan karya-karya mereka.

Cerpen: Aku, Kamu dan Hujan

"Hujanpun tak lagi turun disini seakan tak mengizinkan kami untuk bertemu lagi seperti dulu. Hari-hari begitu kelam terasa"

Lagu yang Berkesan Selama 2012

Lagu pada dasarnya bukan hanya untuk sekedar didengarkan. Kadang ada lagu yang berkesan dalam kehidupan saat ada moment-moment tersendiri dalam hidup kita.

Tentang Film Animasi di Tahun 2012

Dibalik kesederhanaan cerita, tema atau apapun, film animasi ternyata menyajikan banyak pesan tersirat, sarat akan makna dan banyak hal yang bisa kita ambil dari apa yang disampaikan dari kesederhanaan yang diungkap dalam film animasi.

Thursday, May 5, 2016

Corat-Coret One Piece: Prediksi Next Nakama Straw Hat Pirate

Sebelum memulai perjalanannya, Luffy sudah memutuskan akan mencari teman bajak lautnya sebanyak sepuluh orang dan membuat bendera bajak laut sendiri. Sampai saat ini, sudah ada delapan anggota kru Straw Hat Pirate (SHP): Zoro, Nami, Usopp, Sanji, Chopper, Robin, Franky & Brook. Dengan demikian, masih ada dua tempat tersisa yang akan diisi oleh dua orang misterius berikutnya. Adapun Nevertari Vivi, sang putri Alabasta dengan tanda silang simbol persahabatan ditangan, bukanlah kru utama. Sederhananya, Vivi adalah anggota ke 5.5 SHP. Lalu siapakah dua orang yang akan menjadi anggota SHP?
Prediksi mengenai Next Nakama SHP memang sudah berkembang semenjak Time-Skip berlangsung. Nama-nama muncul silih berganti. Alasan yang bersifat teoritis maupun alasan subjektif bersifat pribadi berkembang mengisi bursa pencalonan dua Nakama baru. Seperti banyak oplovers diluar sana yang memprediksi kandidat anggota baru Topi Jerami, sayapun tergelitik untuk melakukan hal yang sama. Sejauh ini, nama-nama berikut layak diperhitungkan sebagai kandidat kru SHP. Sebagai catatan, pertimbangan prediksi calon nakama berikut persentasenya ini didasarkan pada chapter terakhir One Piece yang rilis, yaitu chapter 825. Artinya, semua bisa berubah seiring berjalan dan bertambahnya chapter One Piece.  Karena pada dasarnya, spekulasi seperti ini bersifat dinamis, chapter-chapter ke depan bisa merubah bursa pencalonan mengenai siapa yang lebih layak menjadi anggota SHP. So, Check this out!

Jinbe


Satu alasan yang membuat nama Jinbe menjadi yang terdepan dalam kandidat Nakama baru adalah janjinya. Ingat, janji seorang pria dalam dunia One Piece adalah segalanya. Di Fishman Island, setelah SHP dan Jinbe bertarung bersama, Luffy secara pribadi meminta Jinbe menjadi kru bajak lautnya. Jinbe sempat menolak karena harus menyelesaikan urusan dengan Big Mom. Tapi ia berjanji, jika urusannya sudah selesai dan tawaran Luffy masih berlaku, ia dengan senang hati bergabung dengan SHP. Anggota lainpun cukup senang dengan ini. Hal Ini membuat peluang Jinbe untuk bergabung dengan SHP cukup besar sekitar sampai 85%.
Banyak fans yang mengira Jinbe sudah pasti mendapat satu tempat di kru SHP. Namun tidak bagi saya. Bila dicermati ada hal yang sedikit mengganjal dengan ucapan Jinbe saat itu. Tentu akan lebih mudah jika Jinbe berkata seperti ini, “Aku akan bergabung denganmu jika urusanku sudah selesai.” Atau yang lebih mudah lagi, “Aku akan bergabung denganmu dan tolong bantu aku menyelesaikan urusanku.” Tapi Jinbe tidak melakukannya. Dia berkata akan bergabung jika tawaran Luffy masih berlaku. Dengan kata lain, Jinbe akan bergabung jika Luffy masih mau mengajaknya kembali. Bagaimana jika Luffy tidak mengajaknya lagi bergabung? Atau kemungkinan terburuk, bagaimana jika Jinbe telah gugur saat menunaikan urusannya?
Secara pribadi, saya juga tidak terlalu menjagokan Jinbe sebagai kandidat Nakama SHP. Keinginan saya agar Jinbe bergabung pun hanya sebesar 50%. Alasannya adalah, Jinbe sudah berbeda level dengan anggota SHP. Jinbe adalah bajak laut yang sudah kenyang pengalaman, dijuluki ksatria lautan, master gyojin karate, mantan Shicibukai pula. Benar pengalamannya akan sangat berguna. Bisa saja dia menjadi penasehat umum SHP. Benar bahwa kekuatannya akan sangat menguntungkan bagi SHP. Namun disitulah kurang menariknya.   
SHP terkenal dengan tingkah polah kaptennya yang bodoh, spontan dan egois, baik dalam perjalanan maupun pertarungan. Kehadiran Jinbe mungkin akan membuat karakteristik SHP yang ini menjadi kurang greget lagi. Ya, walaupun Luffy tak akan terpengaruh sih. Tapi menurut saya, pengalaman dan kekuatan Jinbe akan lebih tepat jika dia tidak menjadi kru utama. Melainkan sebagai teman yang membantu SHP saja. Seperti saat bertarung bersama melawan Hody Jones cs.

Caesar Clown


Bukankah Caesar adalah musuh? Ya, dia pernah menjadi musuh SHP bahkan menjadi antagonis utama dalam arc Punk Hazard. Tapi bukankah Nico Robin dan Franky sebelumnya juga adalah musuh? Nico Robin sewaktu masih menjadi anggota Baroque Works dan Franky bersama keluarganya menjadi musuh di awal arc Water 7. Dengan kata lain, tidak menutup kemungkinan bahwa musuh dimasa lalu akan menjadi teman di kemudian hari.
Bila melihat pola cerita, perjalanan ke Whole Cake Island mengingatkan kita pada perjalanan menuju Enies Lobby. Luffy dkk menuju Enies Lobby untuk menjemput Robin. Dan sekarang, Luffy dkk menuju Whole Cake Island untuk menjemput Sanji. Di Water 7, CP9 menculik Franky. Dan di Zou, anak buah Big Mom menculik Caesar. Nah lho?
Walapun pernah menjadi musuh yang menyebalkan dan dibenci sang Kapten, selama perjalanannya di Thousand Sunny, gelagat Caesar perlahan mulai berubah. Bahkan dia cukup nyetel dengan karakteristik kru SHP yang.., ya.., seperti itulah. Namun ada satu hal yang membuat kemungkinan Caesar bergabung dengan SHP cukup besar. Yaitu mimpinya.
Seperti yang kita tahu, setiap anggota SHP memilki mimpinya masing-masing. Dan Caesar memiliki impian yang sama besarnya dengan anggota SHP. Caesar ingin menjadi ilmuwan no. 1 didunia mengalahkan Dr. Vegapunk. Saat ini, kita tahu bahwa Vegapunk lah yang mendapat predikat itu dan diakui sebagai ilmuwan terbaik dunia. Caesar masih berada dibawah bayang-bayangnya. Bisa jadi, Caesar menjadi jahat karena ambisinya yang terlalu besar, sampai menghalalkan segala cara untuk meraih impiannya tersebut. Bukankah profesi ilmuwan akan semakin menambah keberagaman profesi anggota SHP?
Adapun Caesar sebagai pengguna buah iblis tipe logia, menurut saya itu hanyalah bonus. Tidak menjadi alasan yang kuat sampai ia harus bergabung dengan SHP hanya karena pengguna buah iblis logia. Dan bila melihat alasan teoritis, peluang Caesar untuk bergabung (mungkin) sekitar 50%. Secara pribadi, saya juga cukup menjagokan Caesar sebagai Next Nakama SHP dengan persentase 60%.

Eiichiro Oda merupakan mangaka yang memiliki pola-pola tertentu dalam menggulirkan kisahnya. Memang Odacchi belum pernah secara langsung mengakuinya tapi para fans cukup bisa membaca pola-pola tertentu yang dipakai Oda. Seperti pada SBS vol. 59, ada seorang fans yang menyebut Bartholomew Kuma sebagai Next Nakama SHP. Hal ini didasarkan pada pola pengguna buah iblis SHP yang memiliki kombinasi angka dalam nama buah iblisnya.
Luffy à Gomu Gomu no Mi à Go (5) Mu (6)
Chopper à Hito Hito no Mi à Hi (1) To (10)
Robin à Hana Hana no Mi à Ha (8) Na (7)
Brook à Yomi Yomi no Mi à Yo (4) Mi (3)
Dari data diatas, ada dua angka yang belum muncul yaitu 2 dan 9. Angka 2 dan 9 memiliki kemungkinan seperti ini 2 (Ni, Fu) dan 9 (Kyu, Ku, Ko). Saat ini, ada dua buah iblis yang mendekati dan (mungkin) bisa memenuhi kombinasi angka yang tersisa yaitu Nikyu Nikyu no Mi dan Fuku Fuku no Mi. Dan penggunanya adalah:

Bartholemew Kuma


Bartholomew Kuma adalah Shicibukai sekaligus anggota Revolution Army. Pengguna buah iblis Nikyu Nikyu no Mi (telapak). Saat ini, tidak ada cukup alasan bagi Kuma untuk menjadi kru SHP selain spekulasi kombinasi angka ini. Lagipula sekarang Kuma sudah menjadi Pacifista, senjata pemusnah yang dikendalikan angkatan laut. Cukup sulit rasanya. Peluang Kuma bergabung pun cukup kecil, mungkin hanya sebesar 10% saja. Malah presentase tersebut pun masih tergolong besar. Keinginan secara pribadi dari sayapun tidak lebih dari itu.

Kin’emon


Kin’emon telah memakan buah iblis yang belum diketahui namanya. Tapi dari kekuatannya yang dapat memanipulasi pakaian seseorang, kita bisa berspekulasi bahwa namanya adalah Fuku Fuku no Mi (baju). Kin’emon sendiri sudah menemani perjalanan SHP sejak di Punk Hazard. Bahkan Luffy pernah mengajak Kin’emon bergabung (secara tidak langsung). Karena yang diajak bergabung hanya kakinya. Ini terjadi saat tubuh Kin’emon masih terpisah.
Sebagai pengguna pedang, Kin’emon akan melengkapi trio pengguna pedang SHP. Zoro pengguna tiga pedang, Brook pengguna satu pedang dan Kin’emon pengguna dua pedang. Selain itu, dia juga akan melengkapi tiro mesum SHP (Sanji – Brook – Kin’emon). Soal kekuatan, Kin’emon masih belum menunjukkan kekuatan penuhnya tapi kita tahu dia bisa menggunakan Busoshoku no Haki.
Karakterisitik Kin’emon yang konyol juga cukup masuk dengan karakteristik SHP. Kemungkinan Kin’emon bergabung juga masih belum banyak, terlebih nama buah iblisnya belum diketahui. Perannya pun masih dipertanyakan. Mungkin hanya sekitar 35% peluang Kin’emon bergabung. Secara pribadi, saya juga masih belum menemukan sesuatu yang spesial dari Kin’emon. Lagipula Kin’emon masih kurang keren dimata saya (setidaknya sampai saat ini). Keinginan saya agar Kin’emon bergabung hanya sebesar 25%.

Carrot


Diantara nama yang ada mungkin Carrot menjadi nama yang memiliki alasan teoritis paling minim untuk bergabung dengan SHP. Namun bukan berarti tidak mungkin, toh Odacchi suka memberi twist bagi para penggemarnya. Nama Carrot yang muncul dalam bursa pencalonan ini sedikit mengingatkan saya akan nama Monet yang dulu juga sempat muncul ke tengah-tengah bursa pencalonan dikalangan fans. Meski tidak memiliki alasan yang kuat, bahkan kita menganggap Monet sudah mati, tapi beberapa fans tetap menjadikannya kandidat. Kenapa? Menurut saya hanya satu alasannya. Monet itu menarik. Simple. Dan memang demikian adanya.
 Seperti halnya Monet, Carrot pun memiliki faktor yang sama. Semenjak kemunculannya, aura itu sudah cukup terasa. Carrot sangat tertarik dengan petualangan dan dunia diluar Zunisha. Sampai-sampai ia harus menyusup ke Thuosand Sunny saking inginnya melihat laut. Dan pada chapter 823, dimana Carrot menunjukkan batang hidungnya di Thousand Sunny, fans pun mulai yakin untuk menjadikannya kandidat Nakama baru SHP, tak terkecuali saya. Hashtag #CarrotForNakama / #Carrot4Nakama pun mulai menjadi viral saat itu.
Carrot tidak hanya menarik, ia juga kuat. Setidaknya Pedro pun mengakuinya bahwa Carrot lebih kuat diantara beberapa orang yang ada di tim Luffy. Masih ingat apa yang dilakukan Carrot saat Luffy memakan wortelnya? Sepertinya ucapan Pedro cukup beralasan. Dan sudah saatnya SHP menambah anggota perempuan. Carrot pun bisa menjadi pelengkap diantara Nami dan Robin dengan sifat kekanakannya. Karakternya juga cukup nyambung dengan SHP.
Ada kemungkinan (jika Carrot benar bergabung) Luffy tak akan mengundang Carrot secara langsung. Tapi sebaliknya, Carrot lah yang akan memintanya. Dan Luffy, ya.., mudah saja bagi dia mengiyakannya. Seperti halnya Robin yang menawarkan diri bergabung tanpa diundang terlebih dulu. Bila melihat alasan teorinya, kemungkinan Carrot bergabung memang masih kecil. Tapi secara pribadi, saya sangat ingin agar Carrot bergabung bersama SHP. Persentasenya mencapai 90%. #sakinginginnya #CarrotForNakama

Yup, perjalanan masih panjang tapi tak ada salahnya untuk berspekulasi berdasarkan analisa teori yang ada. Tidak ada yang tahu siapa yang akan menempati dua kursi tersisa di SHP. Mungkin satu nama muncul dari yang saya tulis disini. Mungkin juga karakter baru nanti. Atau mungkin karakter yang tak pernah diduga-duga oleh kita. Ada kemungkinan juga, satu anggota bergabung di Whole Cake Island. Siapa ya? Dan satu anggota lagi bergabung di Wano-Kuni. Bisa samurai, ninja, mink, dan lain-lain. Ya, kita lihat saja nanti. 

Catatan (edit setelah chapter 834 keluar):
       Sebagai tambahan sekaligus koreksi dan konfirmasi, setelah chapter 830, saya menaikkan presentase kemungkinan Jinbe bergabung menjadi 98% dan saya sangat setuju jika Jinbe bergabung dengan SHP. Alasannya bisa dibaca pada artikel Corat-Coret One Piece chapter 830 kesana. Malah sebaliknya, apalagi setelah chapter 834, nama Caesar Clown menjadi sangat tidak layak menjadi anggota SHP. Tentu saja, presentasenya Caesar bergabung mengecil. Dua chapter tersebut menunjukkan orang seperti apa yang layak jadi anggota SHP. Dan saya sedikit merasa bersalah karena di artikel ini menyebut presentase bergabung Caesar (secara pribadi) lebih besar daripada Jinbe. 

Wednesday, May 4, 2016

Corat-Coret One Piece Chapter 825: The WE Times Comic Strip


Judul chapter yang menarik sekaligus menggelitik ketika memasang kata komik disana. Bercerita tentang komik didalam komik. Terlintas kesan mengasyikkan buat saya. Bukankah bermimpi didalam mimpi juga menarik?
Usia senja tak berarti pula harus tampil tua sejalan umur. Kakek-kakek dari pulau langit Weatheria sudah berubah total sekarang. Penampilannya terlihat bak model yang siap menyaingi boyband Korea. Perubahan mereka memang bukan untuk anda. Bukan untuk siapa. Tapi untuk Nami. Karena mereka ingin Nami. Itu saja. Lah? Ya.., maksudnya mereka ingin bilang pada Nami jika suatu saat nanti bertemu, bahwa mereka sudah terlihat modis dan stylish sekarang. Nami tinggal pilih mau yang mana. LOL. Yup, Cover story yang sempat tak hadir sebelumnya, kembali menghadirkan sosok-sosok yang menemani kru SHP saat mereka terpisah. Kali ini, giliran Weatheria, tempat dimana Nami menimba ilmu klimatologinya selama dua tahun. Cover story yang panjang ini masih akan berlanjut. Saya menantikan kehadiran Boa Hancock dan Dracule Mihawk di halaman depan berikutnya.
Kapal Big Mom masih terus melaju menerjang ombak. Sanji yang sebelumnya dibuat terpesona oleh potret Charlotte Purin masih menunjukkan keengganannya akan perjodohan ini. Vito yang terlalu banyak bicara soal Germa 66 membuat Sanji terlihat sangat kesal. Terlebih Vito secara terang-terangan mengagung-agungkan Germa 66. Melihat sikap Vito yang mengidolakan Germa 66, seperti melihat Bartolomeo saja. Sang fanboy nomor satu SHP. Walaupun agak beda karakter sih. Sanji semakin kesal karena Vito terus membahas Germa 66 dan mengikutinya sampai ruang pribadinya. Ada gerangan apa sampai Sanji sebenci itu terhadap keluarga dan semua hal yang berhubungan dengannya?
Vito mengutip sebuah cerita tentang kisah ksatria laut, Sora, dari kolom komik World Economic Times. Kisah kepahlawanan di lautan melawan penjahat bernama Germa 66. Kisah yang menurut Vito merupakan media untuk mencuci otak anak-anak agar mengidolakan angkatan laut dan menganggap angkatan laut sebagai penegak keadilan sejati yang paling benar di lautan. Sebuah pemikiran yang logis untuk keberlangsungan kekuasaan secara tak langsung. Anak-anak yang notebene merupakan generasi penerus harus didoktrin untuk memihak pada siapa. Selain menguntungkan bagi angkatan laut, otomatis juga menguntungkan pemerintah dunia sebagai otoritas tertinggi alur keberlangsungan dunia.
Persepsi memang lebih mudah dibentuk sedari kecil. Sehingga dimasa depan mereka lebih mudah untuk diarahkan demi kepentingan dan tujuan tertentu. Konon katanya, waktu Jerman masih dikuasai NAZI, merekapun melakukan hal yang sama pada anak-anak mereka. Untuk apa? Untuk membenci kaum Yahudi dan menganggapnya sebagai manusia yang layak dibasmi dari muka bumi. Bahkan medianya lebih ekstrim daripada hanya sekedar buku komik. Mereka menerapkannya pada kurikulum pendidikan. Dengan kata lain, anak-anak sudah diberi doktrin untuk membentuk sebuah gagasan mutlak yang tertanam dalam benak mereka dalam rangka membenci Yahudi. Terdengar mengerikan, tapi itulah kekuasaan. Propaganda seperti ini acap kali terjadi.
Ditengah-tengah Sanji dan Vito hadirlah satu sosok yang mencuri perhatian. Bukan Gotti yang tengah marah pada Sanji. Bukan pula Caesar yang sedang terkungkung dalam kurungan (nasibmu Caesar, entah di SHP, entah di Big Mom. Sama saja). Sosok tersebut adalah wanita bertubuh agak gempal yang mengingatkan kita pada wanita yang dulu senasib sepenanggungan dengan SHP di Thriller Bark, Lola. Sepintas memang terlihat seperti Lola tapi bila dilihat secara seksama ada perbedaan antara dia dengan Lola terutama di giginya. Kemungkinan besar memang bukan Lola. Dia juga seperti tidak mengenal Sanji. Lagipula wanita tersebut memanggil Big Mom dengan sebutan bos sementara Lola pernah bilang adalah anak dari bajak laut terkenal Dunia Baru. Tapi bisa juga dia adalah Lola. Toh ini sudah dua tahun, mungkin saja penampilannya juga berubah, termasuk giginya yang sudah tumbuh. LOL. Bagian menarik dari ini adalah perkataannya, “Kalau kau sampai menggoresnya sedikit saja, mereka bisa membekukan bos kita dalam sekejap!” Mereka yang dimaksud jelas adalah keluarga Vinsmoke beserta Germa 66-nya. Perkataan wanita ini semakin menegaskan peta kekuatan keluarga Vinsmoke yang bisa membuat sekaliber Yonkou pun tidak berkutik. Sebesar apa kekuatan dan kekuasaan mereka?
Selama ini Odacchi telah banyak bercerita tentang banyak lapisan sosial masyarakat. Baik itu masyarakat sipil biasa, penjahat dan kriminal (dalam hal ini bajak laut), aparatur pemerintah sampai pemerintah itu sendiri. Bahkan ada pula pasukan pemberontak dalam wujud Revolution Army. Lalu apa yang belum tersentuh? Tentunya para penguasa bawah tanah. Dunia bawah tanah seperti ini memang sudah sempat disinggung. Masih ingat kayu Adam yang dipakai Franky untuk membuat Thousand Sunny? Ya, Franky mendapatkannya dari pasar gelap. Keberadaan sosok bernama Joker yang tak lain adalah Doflamingo sebagai penguasa bisnis bawah tanah semakin menegaskan bahwa dunia ini eksis dalam semesta One Piece.
Shadow Economy merupakan istilah lumrah yang kita kenal didunia ini. Sebuah gerakan terorgansir tak kasat mata yang menguasai dunia bawah. Kita mengenalnya sebagai Underworld. Organisasi yang menguasai pasar gelap secara ilegal (mayoritas) seperti narkoba, prostitusi dan sebagainya. Mereka bergerak dibawah bayang-bayang. Mereka tak nampak tapi ada. Memang sulit bagi kita untuk menemukan keberadaan mereka saking tidak terlihatnya. Pergerakannya sangat rapi dan tertata tak cukup bagi kita untuk mencarinya. Tapi bisa jadi mereka ada disekitar kita. Kekuatan dan kekuasaannya pun sangat besar. Pada teritorial tertentu pengaruhnya bisa jauh lebih besar daripada pemerintahan dalam suatu negara. Teori-teori konspirasi pun banyak menyebut bahwa tatanan dunia ini juga diatur mereka yang berada dibalik bayang-bayang.  
Dalam semesta One Piece, keluarga Vinsmoke yang dicap sebagai keluarga pembunuh adalah yang paling terdepan dalam dunia bawah saat ini. Aktivitas mereka yang berada dibalik bayang-bayang sangat dinantikan. Poster buronan satu-satunya yang berlabel “Only Alive” tentu bukan perkara yang remeh temeh. Seperti yang kita tahu bahwa bajak laut adalah penjahat mutlak bagi angkatan laut dan pemerintah dunia. Tak ada kata ampun untuk mereka. Dengan kata lain, ini menunjukkan bahwa kekuatan dan pengaruh Vinsmoke family sangat besar sampai bisa merubah label poster buronan. Ada kemungkinan bahwa kekuatan dan pengaruhnya lebih besar dari pemerintah dunia dan Tenryubito. Keberadaan mereka jelas bukan sembarangan.
Beralih ke Thousand Sunny, tim Luffy sebagai penyelamat Sanji tengah berada dalam nestapa lapar dan dahaga. Bukan hanya karena tidak adanya makanan tapi cuaca panas yang begitu menyengat. Air lautpun hampir mendidih. Semuanya sedang tidak bergairah. Tubuh Luffy kekeringan seperti habis disentuh Crocodile. Agenda memancing Luffy, Chopper, Pedro dan Brook pun akhirnya membuahkan hasil. Kali ini, Luffy yang beruntung mendapat ikan besar yang terlihat aneh bagi Chopper. Chopper pun berinisiatif mencari tahu tentang ikan tersebut di perpustakaan Sanji yang diisi banyak majalah porno. Tapi dasar Luffy, melihat makanan adalah anugerah terbesar baginya dan langkah selanjutnya, sikat, tak peduli apapun. Peringatan Chopper yang tak diindahkannya berbuah lemah buat tubuhnya. Untung ia sudah kebal terhadap racun. Pertarungan mematikan dengan Magellan dulu masih berguna hingga saat ini.
Salju permen kapas turun diatas Thousand Sunny, membuat Chopper kegirangan sebagai Cotton Candy Lover. Turunnya salju permen kapas sekaligus menjadi tanda bahwa mereka telah memasuki wilayah Big Mom. Tart-Ship pun mulai mendekat ke arah Thousand Sunny. Pekoms maju sebagai orang yang paling tahu kondisi ini. Namun itu bukanlah Tart-Ship Big Mom. Yang tak diduga muncul, Germa 66. Sontak mereka kaget, bahkan Pekoms. Lalu apa yang akan dilakukan Germa 66 pada Thousand Sunny terlebih Luffy sedang tergolek lemah?
Lewat moment ini, Oda kembali menunjukkan tajinya sebagai seorang pencerita yang tak terduga. Oda memang punya kebiasaan untuk menggiring pembacanya pada satu hipotesa tertentu sebelum akhirnya dipatahkan dengan sendirinya. Ambil contoh, mengenai keberadaan samurai dan ninja sebagai pencetus kemarahan suku minks, kitapun dibuat untuk mempercayai hal itu. Namun nyatanya, mereka bersaudara dan saling melindungi. Dan kali inipun terjadi lagi. Semenjak di Zou fokus perjalanan ke Whole Cake Island adalah Big Mom. Dengan kata lain, Luffy akan langsung berhadapan dengan Big Mom dan krunya. Kitapun dibuat mempercayai hal itu. Namun ternyata Germa 66 lah yang muncul. Padahal Germa 66 pun sudah pernah dibahas, tapi tak pernah ada yang mengira bahwa merekalah yang pertama menghadang Luffy dkk. 
Sudah bukan rahasia lagi jika awalnya Odacchi akan menamai karakter yang kita kenal dengan Sanji saat ini dengan nama Naruto. Namun karena saat itu ada manga lain (yang diciptakan sahabatnya) berjudul Naruto, membuat Odacchi mengurungkan niatnya memberi nama Naruto dan menggantinya dengan Sanji. Nama Naruto yang akan dipilih Odacchi saat itu tentu bukan asal nama. Ada kemungkinan nama tersebut bersama alis melingkarnya menjadi petunjuk (jika seandainya dipakai) untuk mengetahui identitas sebenarnya. Dan puzzle-nya bertemu disini. Ya, walaupun nama Sanji sendiri bukan suatu yang asal juga. Nama Sanji merujuk pada alasan bahwa ia adalah anak ketiga keluarga Vinsmoke. Dalam bahasa Jepang, San artinya tiga.
Secara keseluruhan, ini adalah chapter yang tenang dengan ending menohok. Halaman terakhirnya membawa kejutan manis sekaligus menambah rasa was-was. Karakter dengan ciri-ciri mirip Sanji tampak jelas disana. Siapa sebenarnya dia? Apa yang akan dilakukannya pada Luffy dkk bersama Germa 66?

Tuesday, April 26, 2016

Corat-Coret One Piece: Vs Four Emperors Arc


Beberapa waktu lalu, majalah Weekly Shounen Jump edisi 17 telah secara resmi mengumumkan bahwa One Piece akan membuka babak baru: Vs Four Emperors Arc. Dengan kata lain, petualangan Luffy dkk di Dunia Baru akan berhubungan dengan empat kaisar penguasa lautan Dunia Baru atau yang biasa disebut dengan Yonkou. Seperti kata Law, cara bertahan hidup di Dunia Baru hanya ada dua, berlindung dibawah payung Yonkou atau melawannya. Dan Luffy bukanlah kapten yang akan tunduk pada perintah orang lain, otomatis Luffy akan menentang para Yonkou. Straw Hat Pirate (SHP) pun telah menjalin aliansi dengan Trafalgar Law (Heart Pirate) untuk menjatuhkan salah satu Yonkou, Kaido.
Story Arc melawan para Yonkou ini jelas akan membuat One Piece semakin menarik. Karena semenjak Time Skip, plot One Piece belum menunjukkan kesan yang mendalam. Bisa dibilang arc Fishman Island, Punk Hazzard dan Dressrosa hanya berfungsi sebagai jembatan seraya menyebarkan kepingan puzzle untuk story arc ke depan. Zou bertindak sebagai titik awalnya. Dan melihat plot panjang yang telah dibangun semenjak Time Skip, Luffy dkk memang tinggal menunggu waktu untuk berhadapan dengan keempat Yonkou: Kaido, Big Mom, Kurohige dan Shanks. Luffy dkk sudah punya cukup alasan untuk terlibat dengan mereka.
Persaingan pie cherry dan daging di Pulau Jaya, secara tidak langsung telah membawa Luffy dan Teach pada sebuah rivalitas yang besar. Aroma dendam pun mengiringi konfrontasi kedua penyandang D ini. Kurohige adalah alasan terbesar kenapa Ace bisa tertangkap pemerintah dunia sampai akhirnya terbunuh di Marineford. Luffy tak akan lupa akan hal itu. Ditambah ulah Kurohige baru-baru ini terhadap Baltigo yang notebene adalah markas besar ayahnya membuat Luffy semakin geram. Tinggal menunggu waktu sampai SHP berhadapan dengan Kurohige. Walaupun masih sangat lama (IMO). Mungkin mereka akan berhadapan satu sama lain saat “Throne War” terjadi kelak.
Di Fishman Island, Luffy sudah terang-terangan menantang Big Mom sekaligus mengklaim Fishman Island adalah wilayahnya. Luffy juga sudah mengirim bom waktu yang siap meledak kapanpun walau ini terjadi secara tidak sengaja. Dan yang terbaru, undangan pesta teh Big Mom yang menyeret kokinya dalam perjodohan dengan putri ke-35 Big Mom, Charlotte Purin. Saat ini, Luffy sudah bertolak dari Zou menuju Whole Cake Island untuk menjemput Sanji. Niatnya sih bukan untuk bertarung melainkan hanya membawa kembali Sanji saja. Tapi siapa yang tahu. Memasuki wilayah Big Mom pun tidak mudah, mereka bisa saja langsung ditembaki saat itu juga. Big Mom mungkin menjadi Yonkou pertama yang akan dihadapi Luffy.
Kaido adalah Yonkou pertama incaran Luffy atas dasar aliansinya dengan Law. Garis takdir pun menuntun mereka untuk segera mengalahkan makhluk terkuat saat ini. Pertemuan Luffy dengan Law, samurai, ninja dan minkmen sepertinya memang sudah ditakdirkan. Puzzle yang dirangkai semenjak Punk Hazzard pun mulai menjurus ke satu nama ini. Kenyataan bahwa sekarang Wanokuni telah dikuasai Kaido yang juga telah membunuh sang raja turut membawa mereka pada permasalahan ini. Apalagi diketahui bahwa Momonosuke adalah anak Raja Oden dari klan Kouzuki. Menjadi cukup beralasan saat Momo dan Kin begitu terkejut mendengar nama Kaido yang diucapkan Law saat perjalanan menuju Dressrosa. Sebagai raja baru, Momo harus mengambil alih negaranya sekaligus menunaikan wasiat ayahnya. Aliansi Ninja – Bajak Laut – Mink pun terbentuk untuk menjatuhkan Kaido.
Aliansi Ninja – Bajak Laut – Mink dalam rangka menjatuhkan Kaido mengingatkan banyak orang akan cerita rakyat Jepang, Momotaro. Bila dilihat dari penggambaran karakter Kaido yang berbadan besar seperti raksasa, bertanduk, berambut panjang dan membawa sebilah gada sebagai senjata terlihat begitu mirip dengan penggambaran makhluk jahat bernama Oni. Dalam mitologi Jepang, Oni merupakan mahkluk kuat, jahat dan menakutkan yang membawa bencana bagi umat manusia. Dalam cerita ini, Momotaro akan melawan Oni dengan bantuan anjing, monyet dan burung pegar yang ditemuinya dalam perjalanan. Hewan-hewan tersebut merupakan nama atau simbol arah yang berlawanan dari arah timur laut. Timur laut sendiri merupakan arah pembawa sial dalam konsep budaya Tiongkok dan Onmoyodo sekaligus asal-usul penggambaran sosok Oni.
Dari sana sudah cukup jelas untuk menunujukkan bahwa tokoh Momotaro merujuk pada Momonosuke. Anjing merujuk pada Inuarashi (suku mink). Monyet merujuk pada Luffy. Dan burung pegar merujuk pada Marco the Phoenix. Seperti yang diketahui, tim aliansi telah dibagi menjadi empat, salah satunya adalah tim yang bertugas menjemput Marco, dipimpin Nekomamushi. Apakah ini sebuah kebetulan? Tentu tidak. Oda-Sensei adalah salah satu mangaka yang cukup referentif dalam menuturkan cerita manganya. Pertarungan besar sepertinya akan segera terjadi. Mungkinkah ini yang dimaksud Kaido sebagai perang terbesar abad ini? Apakah ia akan mati seperti keinginannya disini? Apakah “Throne War” akan terjadi dan menjadi  panggung kematian bagi Kaido?
Diantara keempat Yonkou, Shanks menjadi satu-satunya yang tidak terlibat masalah dengan Luffy. Shanks adalah bajak laut yang paling dihormati Luffy. Luffy ingin menjadi bajak laut juga karena Shanks. Lalu kenapa Luffy harus bertarung melawan Shanks? Alasan kenapa Shanks menitipkan topi jerami warisan Roger kepada Luffy selain karena mimpi Luffy menjadi raja bajak laut dan menemukan One Piece adalah karena Luffy juga berjanji suatu saat akan “mengalahkan” Shanks. Janji mereka untuk bertemu lagi setelah Luffy menjadi bajak laut hebat. Lagipula semenjak mengarungi Dunia Baru, Luffy memang sudah berencana menjatuhkan para Yonkou. Dengan catatan, Shanks bukanlah orang pertama. Aliansi dengan Law terjadi karena Yonkou incaran mereka bukanlah Shanks. Mungkin akan lain ceritanya bila Kidd yang menawari aliansi kepada Luffy.
Lalu akan seperti apa pertarungan Luffy dan Shanks? Apakah akan benar-benar terjadi? Atau Luffy hanya menyerahkan topi jeraminya dan Shanks menyerahkan kedudukannya? Dan seandainya benar terjadi, pertarungan antara Luffy dan Shanks mungkin akan menjadi salah satu pertarungan paling emosional yang pernah ada. Apalagi ada ayah dan anak yang saling bersebrangan juga akan saling berhadapan. Tapi siapa yang tahu. Kita lihat saja nanti. Lagipula definisi “mengalahkan” disini juga masih terasa ambigu. Tapi satu hal yang pasti, plot One Piece semakin kesini semakin menarik dan seru. 

Friday, April 22, 2016

Corat-Coret One Piece Chapter 824: Little Pirate Games

Yo, minna! Rasanya sudah cukup lama saya tidak menulis. Entah sibuk atau emang malas saja. Hehe. Mulai saat ini, sepertinya saya punya agenda baru untuk dipost di blog ini. Sementara, Catatan Nonton yang sedang vakum (entah sampai kapan) karena saya sedang jenuh menonton film, maka dari itu, saya berencana menulis tentang salah satu manga favorit, One Piece. Agenda tulisan ini saya namakan Corat-Coret One Piece. Dimana setiap minggunya atau setiap kali chapter One Piece rilis, saya akan iseng membahas dan mengulas tentang chapter One Piece ini. Begitu kira-kira. Dan Semoga post ini bisa saya update terus dan tak terhenti begitu saja. Amiin.
Jepang tengah berduka karena gempa. Pun Oda-Sensei yang kehilangan neneknya. Beruntung bagi kita semua para penggemar One Piece, karena minggu ini chapter 824 tidak tertunda. Thanks, Oda! Tak ada cover story manusia 500 juta berry untuk chapter kali ini. Sebagai gantinya ada color spread (sampul berwarna) yang salah satunya berisi halaman spesial dalam rangka menyambut movie terbaru, One Piece Gold, yang akan rilis Juli nanti. 


Chapter 823: A World Abuzz memuat sebuah berita mengejutkan mengenai keberadaan  markas besar Revolution Army, Baltigo. Tanah yang tak pernah terendus dan terjamah dunia luar bahkan oleh pemerintah dunia selama bertahun-tahun inipun telah ditemukan dalam keadaan hancur. Sebuah berita besar yang mengejutkan dunia. Tak terkecuali bagi tim Luffy yang tengah berlayar menuju Whole Cake Island dalam rangka membawa Sanji kembali. Well, kehancuran Baltigo sebenarnya sudah diprediksikan oleh banyak fans (termasuk saya). Mengingat Jesus Burgess tengah menyusup di kapal Revolution Army setelah dikalahkan Sabo di Dressrosa (Chapter 803). Tapi biarpun begitu, sebagai pembaca, tetap saja saya dibuat merinding dibuatnya.
Misteri mengenai siapa yang menghancurkan Baltigo akhirnya terungkap disini. Seperti yang diduga, Kurohige lah dalangnya. Namun ada satu hal yang menarik, tidak ada satupun berita yang memuat informasi tentang kekalahan Revolution Army. Bahkan mengenai terjadinya bentrokan antara bajak laut Kurohige dengan Revolution Army pun tidak ada sama sekali. Monkey D. Dragon adalah orang nomor 1 yang paling dicari pemerintah. Tentu berita mengenai dirinya apalagi kekalahannya tak akan ditutup-tutupi pemerintah. Dengan kata lain, Revolution Army telah meninggalkan Baltigo sebelum Kurohige menghancurkannya. Sebuah langkah yang memang sangat logis dilakukan oleh Dragon untuk mengalihkan perhatian dunia pada mereka. Karena ada tujuan yang lebih besar dari itu, Reverie tahun ini. Bahkan Dragon sudah memerintahkan seluruh pemimpin pasukan revousi untuk berkumpul. Perintah seperti ini jelas bukan perintah sembarangan jika bukan karena ada hal besar yang dituju.
Luffy cukup kaget melihat wajah ayahnya yang sama sekali tidak mirip dengannya untuk pertama kali. Meski begitu, ia lebih mencemaskan Sabo daripada ayahnya. Mungkin karena Sabo lebih banyak menghabiskan waktu bersama Luffy dibanding ayahnya yang tak pernah ia temui sama sekali. Dan Luffy, semakin geram saja dengan kelakukan Teach (Kurohige). Ternyata, persaingan pie cherry dan daging di Pulau Jaya bisa sampai sejauh ini. Hahaha. Thousand Sunny sedang dalam masalah. Dapurnya dilalap api. Agenda Luffy untuk jadi koki sementara menggantikan Sanji berubah menjadi sebuah bencana. Makanan yang dihasilkan pun tidak jelas. Lebih parah, karena semua bahan makanan untuk jatah makan satu minggu habis karena kreasi masakan asal-asalan ala Luffy. Satu hal yang cukup mudah diprediksikan sebenarnya.
Di Zou, rasa cemas Wanda berubah menjadi senang tatkala mengetahui bahwa Carrot sedang berlayar bersama Luffy setelah diberitahu Bariete. Sedari awal, Carrot memang sangat tertarik untuk berlayar dan melihat lautan. “The sea truly is a Wonderland!”, itulah katanya. Namun karena takut dengan Wanda, menyelinap dan menyusup tanpa ketahuan adalah pilihan yang tepat untuk bisa mewujudkan keinginannya. Berbicara mengenai sosok Carrot, fans cukup ramai memperbincangkan Carrot sebagai Next Nakama di Straw Hat Pirate (SHP) berikutnya. Ya, melihat Pedro pun sampai berbicara bahwa Carrot itu cukup kuat bahkan diantara beberapa anggota SHP, nama ini memang cukup layak dinominasikan. Sayapun cukup setuju dengan hal ini. Selain itu, Carrot juga merupakan sosok yang menyenangkan. Cukup cocok dengan karakter SHP yang ya.., seprti itulah.
Lain halnya dengan Wanda, Duke Inuarashi masih cukup resah akan bayang-bayang Jack yang masih lekat di ingatannya. Bukan tanpa alasan, ingatan Inu bahwa Jack pernah memporakporandakan Zou saat mencari Raizou masih membekas. Tak heran bila Inu masih tetap waspada meski Jack sudah tumbang di tangan Zunisha. Seperti yang kita tahu, serangan mendadak Jack untuk kedua kalinya berhasil dimentahkan dengan satu tebasan belalai Zunisha. Ya, ternyata sang mammoth dengan bounty 1 milyar berry pun tak kuasa menahan serangan mahkluk sebesar Zunisha. Dan sekarang, Jack tengah terkapar didasar lautan berharap ada seseorang yang mampu menolongnya.
 Di suatu negeri (mungkinkah Wanokuni?), Kaido sedang berada di puncak amarah. Alasan terbesarnya sudah pasti karena ulah aliansi Luffy dan Law yang berhasil menjatuhkan broker terkuat sekaligus shichibukai, Joker alias Donquixote Doflamingo. Jatuhnya Doflamingo memang punya efek yang sangat besar bagi Kaido. Misi penyelamatan Joker yang gagal, komunikasi dengan Jack pun telah terputus di lautan membuat amarah Kaido semakin menjadi. Kaido yang dikenal sebagai makhluk terkuat saat ini menunjukkan bahwa julukannya bukan isapan jempol semata. Salah satu dari generasi terburuk, The Eleven Supernova, Eustass Captain Kidd, meringkuk tak berdaya disebuah sel. Cukup merinding saya dibuatnya. Bagaimana hal ini bisa terjadi cukup beralasan, mengingat Kaido yang ingin bunuh diri terjatuh tepat di markas aliansi Kidd – Hawkins – Apoo (chapter 795). Generasi Terburuk yang mengacaukan Grand Line selama dua tahun terakhir ini masih belum apa-apa dimata Kaido. Bagi Kaido, apa yang mereka lakukan tak lebih dari sekedar permainan bajak laut kecil-kecilan. Sang monster paling buas mulai menunjukkan taringnya.
Berkaca pada chapter 821, sebuah Den Den Mushi yang diduga adalah Scratchmen Apoo telah melaporkan sesuatu kepada Kaido. Den Den Mushi tersebut sebenarnya sudah hampir bisa dipastikan bahwa itu adalah Apoo, melihat gaya bicara dan bentuk Den Den Mushi-nya. Perlu diingat pula bahwa bentuk Den Den Mushi selalu menggambarkan karakter pemiliknya. Disana Apoo menyebut Kaido sebagai Lord Kaido. Dengan kata lain, Apoo telah tunduk pada Kaido. Satu hal yang bisa dimaklumi, kekuatan aliansi Kidd – Hawkins – Apoo belum cukup kuat untuk berhadapan dengan seorang Yonkou sekelas Kaido. Tak ada pilihan bagi Apoo selain mengikuti Kaido.
Sementara Kidd, seperti yang kita tahu, dia adalah tipikal orang keras kepala dengan harga diri tinggi yang tak mudah tunduk pada perintah orang lain. Melihat saat ini ia berada di penjara, sudah cukup jelas bahwa Kidd lebih memilih melawan daripada harus patuh pada kaido walaupun akhirnya harus kalah. FYI, pada akhir chapter 821, ada gambar yang memperlihatkan sebuah penjara dimana didalamnya terdapat kaki (yang bila dilihat corak celananya mengacu pada Kidd). Meskipun saat itu belum terbukti karena gambarnya masih kurang jelas namun akhirnya kebenaran itu telah terungkap disini.
Lalu kemanakah Basil Hawkins? Belum ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Hawkins ada disana. Namun asumsi yang paling mudah adalah Hawkins melakukan hal yang sama seperti yang Apoo lakukan. Kebiasaan Hawkins adalah selalu menentukan langkah yang akan diambilnya dengan kartu, tak terkecuali untuk pertarungan. Dan karena pertarungan dengan Kaido bukanlah hal yang menguntungkan buat Hawkins, mau tak mau iapun harus mengikuti Kaido. Kemungkinan lainnya, Hawkins kabur mencari perlindungan. Killer pun belum terlihat disini. Namun jika akhirnya Hawkins benar-benar bergabung dengan Kaido, berarti sudah ada tiga The Eleven Supernova yang merapat ke kubu Kaido. Sebelumnya, rekan mereka sesama generasi, X-Drake telah bergabung lebih dulu.
Cepat atau lambat, aliansai Luffy dan Law akan berhadapan dengan Kaido. Sampai saat itu terjadi, ada kemungkinan kita akan mengalami dejavu. Bila masih ingat, sewaktu masih di Sabaody Archipelago, Luffy, Law dan Kidd pernah bertarung bersama melawan pasukan marine. Mungkinkah 3 (tiga) kombinasi ini juga akan terjadi saat melawan Kaido nanti? Kita tunggu saja.
Oda-Sensei pernah berjanji bahwa tahun 2016 adalah tahun milik Sanji. Namun quarter pertama tahun ini sepertinya memang bukan milik Sanji. Selama arc Zou berlangsung, sosok Sanji hanya muncul sesekali saja, itupun dalam bentuk flashback. Dan janji Oda akan mulai terbukti sekarang. Sang Mr. Prince aka The Hunter aka The Villain (Eitsss, itu sih Renji dari manga sebelah), kembali hadir ditengah-tengah kita. Seseorang yang tengah kita tunggu-tunggu kehadirannya setelah sekian lama. Misteri tentang keluarga Si koki yang dikenal sebagai keluarga pembunuh, Vinsmoke, akan semakin dekat. Sanji tengah berbincang dengan Tamago di kapal Big Mom, diliputi salju permen kapas yang manis. Rupanya Sanjipun merasakan kerinduan untuk menghidangkan masakan untuk teman-temannya. Satu hal paling diimpikan tim Luffy saat ini.
Tidak perlu banyak hal yang dibicarakan mengenai Sanji dan misteri keluarganya disini. Kita ikuti secara perlahan kemana alurnya akan bermuara kelak. Dan kejutannya, wajah Charlotte Purin sang calon mempelai wanita akhirnya terungkap. Bila melihat wajahnya, samar-samar tampak punya kemiripan dengan perempuan bermata tiga saat Arc Fishman Island masih berlangsung. Mungkinkah perempuan bermata tiga itu adalah Purin? Kayaknya sih iya. Hanya saja mata ketiga Purin saat ini tengah tertutup poni rambutnya. Dan sudah bisa ditebak respon Sanji bila melihat seorang wanita. Haha. Sudah cukup lama kita tidak melihat kebiasaan Sanji yang satu ini. Fans Sanji siap-siap patah hati nih.
Chapter padat yang cukup menyenangkan bersama kepingan puzzle yang masih menyelimutinya. Terutama mengenai keberadaan Dragon dan Revolution Army beserta pergerakannya masih misterius, apakah Reverie menjadi incarannya? Dan Jack, terlalu sayang untuk dibuat kalah begitu saja (IMO), saya menantikan bagaimana seorang buronan 1 milyar berry akan bertarung melawan anggota SHP. Kidd sepertinya harus bersabar menunggu bala bantuan datang. Apakah tim Zoro dan Law akan bertemu dengannya? Bagaimana nasib tim Luffy yang kelaparan selama perjalanannya menuju Whole Cake Island. Dan Sanji, luluhkah ia dengan wajah manis Purin?

Tuesday, March 29, 2016

Batman v Superman: Dawn of Justice (2016): Korban Movie Universe yang Terburu-buru


We know better now, don’t we?
Devils don’t come hell beneath us. They come from the sky.
– Lex Luthor –

Ada rasa senang bercampur khawatir ketika DC memutuskan membuat proyek universe untuk film superhero mereka (seperti halnya Marvel membuat MCU). Proyek yang kemudian dikenal sebagai DC’s Extended Universe (DCEU) ini jelas bukan proyek abal-abal. Tak main-main, DC dan Warner Bros. sudah merencanakan proyek besarnya hingga 2020 mendatang. Film-film apa saja yang akan muncul pun kita sudah mengetahuinya. ‘BvS: Dawn of Justice’ secara resmi membuka DCEU lewat pertarungan dua superhero ikonik DC yakni Batman dan Superman. Satu hal yang langsung disambut gembira oleh hampir seluruh fans diseluruh dunia semenjak pertama kali diumumkan Zack Snyder.
Kekhawatiran saya bukan tanpa alasan. Jika menilik jadwal film DCEU, ‘Justice League’ yang merupakan gong DCEU terlalu berdekatan dengan ‘BvS: Dawn of Justice’. Hanya diselang ‘Suicide Squad’ dan ‘Wonder Woman’. ‘Suicide Squad’ pun bisa dibilang tidak terhubung secara langsung dengan ‘Justice League’ (IMO). Lalu bagaimana akhirnya line-up Justice League bisa berkumpul? Karena dua film bukan waktu yang ideal untuk memberi perkenalan serta latar belakang yang pasti dalam rangka mengumpulkan 6 (enam) karakter besar dalam satu frame (IMO). Bandingkan dengan Marvel yang setidaknya butuh 5 (lima) film sampai akhirnya ‘The Avengers’ hadir ditengah-tengah kita. Lalu bagaimanakah peran ‘BvS: Dawn of Justice’ dalam membuka DCEU?
Berbicara mengenai universe film yang memang sedang trend dewasa ini, saya jadi teringat dengan kasus yang dialami ‘The Amazing Spider-Man 2’. Tentu kita masih ingat bagaimana Sony sesumbar akan memperluas dunia Spider-Man lewat pembangunan universe-nya sendiri yang dimulai dengan ‘The Amazing Spider-Man 2’ tahun 2014 lalu. Namun apa yang terjadi, sebelum benar-benar terwujud, proyek universe Spider-Man pun berhenti ditengah jalan. ‘The Amazing Spider-Man 2’ pun flop dipasaran. Permasalahan paling mendasar terletak pada perencanaan yang bisa dibilang kurang matang. Membuat sebuah semesta film yang saling berhubungan satu sama lain jelas bukan perkara mudah. Butuh rencana yang matang untuk menjalankan visi serta orang yang benar-benar tepat untuk menanganinya.
Kasus yang menimpa ‘The Amazing Spider-Man 2’ adalah karena konsep universe tersebut terlalu membebani buat ‘The Amazing Spider-Man 2’. Idealnya, sebuah film hanya menceritakan isi filmnya sendiri secara mandiri. Namun dalam kasus universe, sebuah film punya tugas dan tanggung jawab yang lebih yakni menjadi jembatan untuk fim-film lain dimasa depan yang nantinya akan terhubung dalam universe tersebut. Dengan kata lain, ‘The Amazing Spider-Man 2’ harus menceritakan isi filmnya secara mandiri. Ditambah harus menjadi jembatan untuk film lainnya atau setidaknya memberi petunjuk untuk film-film yang akan datang. Belum lagi, film tersebut akan mempunyai sekuel yang sedikit banyak juga harus disinggung dalam cerita. Pengalaman sebelumnya dari 'Spiderman 3' yang gagal dikarenakan (salah satunya) karena memiliki villain lebih dari satu. Dan ini dialami juga oleh ‘The Amazing Spider-Man 2’.
Secara umum, apa yang dialami ‘BvS: Dawn of Justice’ hampir tak berbeda dengan yang dialami ‘The Amazing Spider-Man 2’. Setidaknya setelah saya menontonnya, saya jadi mengerti kenapa banyak sekali komentar-komentar dunia maya bernada kekecewaan yang mengiringi perilisan ‘BvS: Dawn of Justice’. Isu mengenai sulitnya membuat sebuah universe film tanpa rencana yang matang serta visi yang jelas (seperti yang saya singgung sebelumnya), memang cukup terasa pada ‘BvS: Dawn of Justice’. Hasilnya, sebagai pembuka DCEU, ‘BvS: Dawn of Justice’ pun menderita banyak dari segi cerita. Plotnya diisi dengan begitu banyak subplot yang begitu ambisius namun terasa kurang berisi dan tumpang tindih. Beberapa malah terasa dipaksakan, salah satu contohnya easter egg yang memperkenalkan line-up Justice League. Karakternya tidak diberikan kesempatan yang banyak untuk dieksplorasi. Motif Lex Luthor sebagai villain pun terasa setengah matang jika tak mau dibilang gak jelas. Konfrontasi dua superhero yang digadang-gadang menjadi sajian duel superhero terbesar pun kurang begitu mengena karena plotnya tidak benar-benar sampai memfokuskan kesana. Atau lebih tepatnya plotnya melompat-lompat. Meski masih menyajikan sekuen aksi yang seru dan menegangkan.  
‘BvS: Dawn of Justice’ disutradarai oleh Zack Snyder. Yang saya tahu dari Snyder bila melihat film-film yang pernah ia buat adalah bahwa dia salah satu sutradara artistik yang mampu memanfaatkan potensi CGI secara maksimal. Sehingga adegan-adegan bombastis terasa sangat tepat bila ditangani oleh Snyder. Namun ada sedikit kelemahan yang cukup kentara bila melihat filmografinya. Selain ‘Watchmen’, kita bisa merasakan kelemahan Snyder yang satu ini, yaitu ia kurang pandai dalam bertutur dan bercerita. Dan ini kembali terjadi di ‘BvS: Dawn of Justice’. Mungkin ia belum belajar banyak dari apa yang telah ia buat di ‘Man of Steel’. Patut disayangkan pula karena David S. Goyer dan Chris Terrio sebagai penulis naskah tidak bisa berbuat banyak untuk membuat alurnya lebih terkesan rapi.
Dibalik segala penderitaan cerita yang dialami, ‘BvS: Dawn of Justice’ masih memiliki banyak keunggulan ditengah setting gelapnya yang mendominasi. Kekuatan terbesar terletak pada ensemble cast-nya. Trinitas DC yang diisi Superman, Batman dan Wonder Woman berhasil ditampilkan secara apik oleh masing-masing pemerannya. Henry Cavill sukses menjadi superhero dilematis ditengah kekuatannya yang terlalu besar. Ben Affleck menjadikan kejutan sebagai Bruce Wayne dan Batman walaupun sempat diragukan banyak pihak. Ben sukses menampilkan sosok Batman yang lain dari pemeran sebelumnya. Menjadi versinya sendiri tanpa harus dibandingkan dengan Christian Bale atau Michael Keaton. Dan Gal Gadot? Tidak hanya karena ia cantik. Ia adalah scene stealer yang kehadirannya selalu dinanti. Bahkan saya sudah suka ketika fotonya sebagai Diana Prince muncul pertama kali. Hayo! Siapa yang dulu meragukan perannya sebagai ratu Amazon ini? Amy Adams sebagai Louis Lane, Jeremy Irons sebagai Alfred Pennyworth dan Jesse Eisenberg sebagai Lex Luthor juga menampilkan penampilan yang tak kalah memikat.
Klimaksnya adalah pertarungan puncak yang mempertemukan Superman, Batman & Wonder Woman melawan Doomsday. Seperti yang pernah diperlihatkan sedikit di trailernya, ketiganya bahu membahu mengalahkan mahkluk ciptaan Lex Luthor dari jasad General Zod ini. Pertarungan yang tersaji begitu besar, kehancuran yang  eksplosif, membawa keseruan yang menjadikannya salah satu part terbaik dalam ‘BvS: Dawn of Justice’. Sebelum akhirnya ending menutupnya dengan manis. Tak lupa scoring Hans Zimmer yang senantiasa menjadikan setiap moment terasa lebih hidup.
Secara keseluruhan, ‘BvS: Dawn of Justice’ tidak jatuh pada taraf buruk seperti yang banyak diperbincangkan orang. Saya menikmatinya dari awal sampai akhir. Diantara dua setengah jam durasinya, saya tak pernah benar-benar terjerumus kedalam jurang kebosanan. Meski diawal-awal tak banyak sekuen aksi yang membuat jantung berdebar. Meski tak banyak unsur komedi yang dihadirkan. Meski setting-nya tak pernah benar-benar terang alias selalu gelap. Saya cukup menikmatinya atau mungkin memang itu yang saya cari dari film ini. Dua setengah jamnya terasa pas, tidak terasa sebentar, tidak pula terasa lama. Tak seperti saat saya menonton ‘Transformers: Age of Extinction’ yang terasa sekali lamanya.
Apakah terlalu prematur menilai masa depan DCEU menilik hasil akhir ‘BvS: Dawn of Justice’, sementara disaat yang sama sang pesaing sudah melangkah jauh? Bisa iya, bisa tidak. Saya sendiri masih ingin menyaksikan bagaimana kelanjutan DCEU dimasa depan. Hanya saja, jika DC dan Warner Bros mau sedikit bersabar untuk mengizinkan universe-nya berkembang secara bertahap tanpa harus terkesan terburu-buru. Untuk memberi banyak ruang yang lebih bagi setiap karakter maupun konfliknya berkembang. Sehingga penonton pun lebih mudah terkoneksi dengan plot besarnya. Mungkin cerita ‘BvS: Dawn of Justice’ akan lain. ‘BvS: Dawn of Justice’ bisa saja menjadi pembuka universe superhero yang mengasyikkan baik dari sisi cerita maupun teknisnya.

Monday, February 29, 2016

Catatan Nonton #Februari’16

Sebelum memasuki menu utama Catatan Nonton kali ini, beberapa jam yang lalu telah dihelat ajang bergengsi bagi insan perfilman dunia yakni pagelaran Oscar ke-88 yang mungkin menjadi gelaran Oscar paling istimewa bagi seorang Leonardo di Caprio. Karena akhirnya, setelah sekian lama, Leo dapat Oscar juga! Hahaha. Hal yang paling mengejutkan dalam Oscar kali ini adalah kemenangan ‘Spotlight’ pada kategori Best Picture mengalahkan favorit pemirsa, ‘The Revenant’. Dicap sebagai kuda hitam paling kuat, ‘Spotlight’ sukses memberi kejutan di kategori ini, walaupun saya sangat berharap bahwa ‘Room’ yang akan menang. Tapi biarpun begitu saya masih senang karena Alicia Vikander menang sebagai aktris pendukung terbaik lewat film ‘The Danish Girl’. She's my favorite. Beberapa kategori juga memunculkan pemenang yang sesuai prediksi seperti Best Actress: Brie Larson (Room), Best Animated Feature: Inside Out dan Best Director: Alejandro G. Inarritu (The Revenant) yang menandai 2 (dua) kemenangan berturut-turut Inarritu di kategori ini. Selamat buat ‘Mad Max: Fury Road’ yang menang banyak dengan meraih 6 (enam) piala. Dan untuk lebih jelasnya, berikut daftar lengkap peraih piala Oscar ke-88 tahun 2016.  

Best Picture: Spotlight
Best Director: Alejandro G. Inarritu (The Revenant)
Best Actor: Leonardo DiCaprio (The Revenant)
Best Actress: Brie Larson (Room)
Best Supporting Actor: Mark Rylance (Bridge of Spies)
Best Supporting Actress: Alicia Vikander (The Danish Girl)
Best Adapted Screenplay: The Big Short
Best Original Screenplay: Spotlight
Best Cinematography: The Revenant
Best Costume Design: Mad Max: Fury Road
Best Film Editing: Mad Max: Fury Road
Best Makeup and Hairstyling: Mad Max: Fury Road
Best Original Score: The Hateful Eight
Best Original Song: Writings on the Wall – Sam Smith (Spectre)
Best Production Design: Mad Max: Fury Road
Best Sound Editing: Mad Max: Fury Road
Best Sound Mixing: Mad Max: Fury Road
Best Visual Effects: Ex Machina: Fury Road
Best Animated Feature Film: Inside Out
Best Foreign Language Film: Son of Saul
Best Documentary Feature: Amy
Best Documentary Short Subject: A Girl in the River: The Price of Forgiveness
Best Animated Short Film: Bear Story
Best Live Action Short Film: Stutterer

Dan berikut menu utama Catatan Nonton edisi ke-26, berisi kumpulan review pendek dari film yang saya tonton selama sebulan yang menobatkan ‘Room’ sebagai Movie of the Month kali ini. So, check this out!

The Good Dinosaur (2015) (06/02/16)

Short review:
Untuk pertama kalinya Pixar merilis dua filmnya dalam satu tahun. Meski begitu, prestasi kedua filmnya tidak sama satu sama lain. Jika film pertamanya yang bercerita tentang lima emosi manusia, ‘Inside Out’ banyak menuai pujian dan perolehan box office yang besar. Hal berbeda justru dialami sang adik ‘The Good Dinosaur’. Melihat judulnya, premis besarnya sudah bisa ditebak akan ke arah mana. Dan ketika mulai menggulirkan kisahnya, ‘The Good Dinosaur’ seperti terlalu sederhana dan klise. Garis besarnya, bisa dibilang perpaduan antara ‘The Lion King’ dan ‘Finding Nemo’. Tidak hanya itu, karena kenyataan bahwa ‘The Good Dinosaur’ dirilis setelah ‘Inside Out’ membawa dampak yang kurang baik juga. Walau begitu, ‘The Good Dinosaur’ masih menyisakan apresiasi lebih lewat kualitas animasinya yang harus diakui menjadi salah satu yang terbaik di genrenya.
Skor: 3/5

The Gift (2015) (11/02/16)

Short review:
Debut Joel Edgerton yang ini memang layak diberi pujian. Bagaimana tidak, ‘The Gift’ sukses menjadi sajian drama thriller yang menegangkan dan membuat tak nyaman tanpa harus melibatkan darah. ‘The Gift’ bergerak sebagaimana sebuah film yang mengambil tema home invasion, dan di tangan Edgerton, ‘The Gift’ menjadi kisah home invasion yang tak seperti biasanya. Seorang teman lama hadir ditengah-tengah biduk rumah tangga Simon dan Robyn, mengusik ketenangan pasangan tersebut. Ada misteri besar yang menyelimuti ketiga karakter tersebut. Dan Edgerton sanggup mempermainkan emosi dan psikis penonton tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dan lebih dari itu, kita sadar bahwa bullying apapun bentuknya (fisik, verbal, dsb), apapun alasannya (becanda, iseng, dsb) bukanlah suatu hal yang pantas untuk dibenarkan.
Skor: 3,75/5

The Lobster (2015) (14/02/16)

Short review:
‘The Lobster’ itu aneh. Semua aspek di film ini aneh. Mulai dari tema, plot, latar, karakter, sampai cara para karakter mengucapkan dialognya pun terasa aneh. Melihat segala keanehannya, mungkin film ini bukanlah film yang bisa dinikmati semua orang. Tapi justru saya sangat menyukai dan menikmatinya. Teramat sangat malah. Keanehan yang ada disini merupakan efek penyutradaraan Yorgos Lanthimos yang memang agak nyentrik. ‘The Lobster’ menyoroti kisah tentang para kaum jomblo yang mencoba mencari pasangan. Mungkin juga kehadiran ‘The Lobster’ ini akan menjadi semacam momok bagi kaum jomblo. Namun bila ditarik garis besarnya, lebih dari itu, ada observasi mendalam tentang cinta dan pencarian tentang cinta itu sendiri. Hanya perspektifnya saja yang diambil sedikit berbeda oleh Yorgos. Hadir pula selipan komedi hitam yang terasa begitu satir dan mengundang tawa kenyinyiran.
Skor: 4,25/5

Spotlight (2015) (14/02/16)

Short review:
Kegelapan yang berhasil ditutup-tutupi dibawah payung agama selama kurang lebih tiga puluh tahun berhasil diungkap oleh tim wartawan khusus The Boston Globe, Spotlight. Peristiwa ini merupakan peristiwa besar yang menggemparkan dunia dan dianggap sebagai sebuah kejahatan tingkat tinggi yang pernah terjadi. Ya, bagaimana tidak, sebuah skandal keji pelecehan seksual yang melibatkan anak-anak oleh para aparatur keagamaan tidak terendus sama sekali. Dan bagaimana pihak gereja lewat pengaruhnya menutupi segala kebobrokan topengnya. ‘Spotlight’ menghadirkan sebuah studi investigasi jurnalistik yang bagus di penyutradaraan, narasi dan penampilan cast-nya. Yang akan membuat kita marah dan kesal dengan apa yang terjadi. Bisa-bisanya hal sekeji itu ditutup-tutupi begitu lama oleh semua orang. Sebobrok itukah para manusia?
Skor: 4,25/5

Creed (2015) (15/02/16)

Short review:
Olahraga tinju seperti mendapat tempat terhormat di ranah film. Karena entah sudah berapa banyak film yang mengangkat tinju sebagai penggerak alurnya. Saking banyaknya, timbullah sebuah kesan lewat formula yang hampir pasti jadi menunya. Menang dramatis atau kalah terhormat. Sudah begitu kental dengan nuansa olahraga. Lalu apa lagi yang akan ditawarkan Ryan Coggler lewat ‘Creed’? Tampilan luar ‘Creed’ memang tak berbeda dengan film-film sejenis. Namun dengan narasi yang melibatkan salah satu franchise tinju paling terkenal, ‘Rocky’, ‘Creed’ terasa punya keistimewaan tersendiri. Karena ‘Creed’ seolah meneruskan estafet ‘Rocky’ yang sempat dikira tak akan hidup kembali. Relasi kedua karakter lintas generasinya menjadi poin penting yang membuat ‘Creed’ memiliki emosi lain dibanding film sejenis. Belum lagi, Coggler sukses menyuntikkan adegan final fight beroktan tinggi, seolah kita benar-benar menyaksikan pertarungan tinju yang sebenarnya secara langsung.
Skor: 4/5

Room (2015) (18/02/16)

Short review:
Yang terbaik dari ‘Room’ adalah.... SEMUANYA! OF COURSE! YOU MUST WATCH! BEFORE YOU DIE! Sebuah ruangan sempit yang sanggup memberi pengalaman menonton luar biasa. Begitu banyak film dengan konsep dan plot yang unik, tapi ‘Room’ tetap akan menjelma menjadi sebuah film yang hinggap lama dihati. Tak akan pernah mudah untuk dilupakan. Memang tak ada satu hal pun yang sempurna, begitu pula dengan ‘Room’. Namun biar bagaimanapun, saya suka dan cinta sekali dengan film ini. Jadi salah satu favorit juga. Terima kasih Lenny Abrahamson, untuk penyutradaraannya. Terima kasih Emma Donoghue, untuk ceritanya. Dan pastinya, duet Brie Larsson – Jacob Tremblay yang paling juara.
Skor: 5/5

The Danish Girl (2015) (19/02/16)

Short review:
Serius! Kalau bukan karena Alicia Vikander, saya nggak bakalan nonton film ini. Tema LGBT memang (mungkin) menjadi alasannya. Bukan apa, akhir-akhir ini, LGBT dan segala tektek bengeknya yang semakin booming ini seringkali membuat saya resah. Oleh karena itu, sempat agak ragu juga untuk menonton ‘The Danish Girl’. Tapi karena ada Alicia Vikander, saya pun membuat pengecualian. Dengan kata lain, saya menonton ‘The Danish Girl’ hanya untuk melihat Alicia Vikander doang. Beruntung, dia masih tetap terlihat cantik. Mainnya juga bagus. Keren. Tapi sialan nih si Eddie Redmayne, bisa-bisanya membuat Alicia Vikander menangis. Nggak tega lihatnya. Haha. Dan entah kenapa, saya nggak rela Alicia Vikander melakukan adegan telanjang disini. Damn you! Tom Hooper! Saya suka paruh pertama ‘The Danish Girl’ yang menyoroti kisah manis-romantis pasangan suami istri Einar-Gerda. Tentunya sebelum kehadiran si Lili itu. Berasa pengen jadi suami Gerda. Wkwkwk.
Skor: 3,5/5

Thursday, February 18, 2016

Anime Review: Shiki


‘Shiki’ yang rilis tahun 2010 ini merupakan seri anime bergenre horor berjumlah 22 episode yang diadaptasi dari grafik novel karya Fuyumi Ono. ‘Shiki’ atau dalam versi Inggris disebut juga ‘Corpse Demon’ bercerita tentang sebuah desa kecil yang tenang dan damai namun perlahan berubah menjadi desa penuh kematian semenjak kedatangan penduduk baru yang misterius. Kematian demi kematian terus menghampiri para warga tanpa pandang bulu. Tua, muda, orang tua, anak-anak, semuanya tak luput jadi korban. Fenomena besar dan tak biasa ini membuat para warga resah namun tak banyak yang menyadari keanehan dari apa yang terjadi. Sampai diantara mereka mulai mencium bau tak biasa dari fenomena tersebut.
‘Shiki’ menggulirkan kisahnya dengan pace yang amat lambat. Bagi yang tidak terbiasa, mungkin akan terasa sedikit membosankan. Malah kalau dilihat kulit luarnya, ‘Shiki’ hanya berputar-putar disekitar situ saja. Meski begitu, tanpa disadari misteri ‘Shiki’ sesungguhnya sudah mencengkram sejak awal. Pace-nya yang lambat tak mengurungkan wajah muram desa Sotoba yang penuh aroma kematian. Atmosfer horornya sudah nampak kentara lewat tone-nya yang dingin. Sedingin tubuh mereka yang telah mati. Atmosfer seperti ini berhasil dijaga disetiap episodenya dengan tetap memberi clue dan misteri baru sampai ‘Shiki’ menemui babak pamungkasnya.
Daripada membuka tabir misteri yang terburu-buru, ‘Shiki’ memang lebih banyak mengenalkan para karakter dengan segala konflik didalamnya. ‘Shiki’ mungkin menjadi terasa sesak dengan penuhnya karakter yang hadir sampai saya tak bisa mengingat namanya satu persatu. Bukan tanpa alasan, kehadiran banyak karakter inilah yang justru berperan penting terhadap plot ‘Shiki’ secara utuh. Beruntung tim penulisnya mampu memperlakukan para karakter tersebut dengan porsi yang berimbang. Sehingga masing-masing karakter punya jatah untuk memberi kedalaman emosi tersendiri dibenak penonton. Meski karakternya relatif banyak, tapi kita tahu bahwa bagian sentralnya ada pada diri Seishin Muroi sebagai biksu muda, Toshio Ozaki sebagai dokter dan Yuuki Natsuno seorang remaja pindahan dari kota. Ketiganya lah yang menghubungkan setiap benang terputus tentang fenomena aneh desa Sotoba. Tentang makhluk mitos yang disebut Okiagari.
Dan seiring episode yang terus bergulir, ‘Shiki’ pun mulai menunjukkan titik terangnya. Tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tentang penyebab kematian yang terus menerus tanpa henti. Yang menarik adalah misteri yang sedari awal disimpan rapat-rapat tersebut menjadi cukup berkesan berkat investigasi para karakter lewat masing-masing perspektifnya. ‘Shiki’ pun tak lagi menjadi arena tebak-tebakan lagi. Tapi menjadi arena eksekusi bagaimana menyelesaikan permasalahan ini. Dan disinilah peran ketiga karakter sentral mulai terasa.
Toshio Ozaki dengan segala pemikiran logisnya sebagai dokter tentu tak pernah terpikir akan berurusan dengan mahkluk yang ia yakini hanya ada dalam mitos dan film. Sampai akhirnya ia mulai mengerti dan membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Keputusan tersebut tidaklah serta merta dan tak mudah untuk diambil. Bagaimana ia melewati fase kelam yang membuatnya frustasi sampai puncaknya ia menjadikan istrinya sendiri sebagai sebuah objek percobaan. Salah satu moment memilukan disini. Seishin Muroi dengan segala keyakinannya sebagai biksu muda ternyata tak mudah untuk mempercayai apa yang ia yakini. Bahwa membunuh, apapun alasannya, siapapun korbannya, bukanlah suatu hal yang harus dibenarkan. Keyakinannya pun menjadi bersebrangan dengan sahabatnya Toshio saat ia tahu bahwa didepan matanya Toshio telah membunuh istrinya. Dan Yuuki Natsuno dengan segala kegundahannya menjadi orang yang berada diantara dua sisi, manusia dan shiki itu sendiri. Dan pada akhirnya, semuanya telah memutuskan apa yang dipilihnya. Toh memang begitu seharusnya. Memilih pada apa yang diyakini.
Perspektif ketiga karakter tersebut memunculkan tanda tanya besar tentang dilema moral dalam kapasitas manusia sebagai makhluk manusiawi. Disatu sisi, manusia perlu mempertahankan hidup dan menghindari kematian-kematian yang tidak perlu. Menjadi logis ketika akhirnya para warga setuju dengan usul Toshio untuk membasmi para shiki. Namun para manusia akhirnya menjadi gila dengan apa yang ditakutinya. Menjadi brutal dan tak terkendali. Ada saat dimana mereka membunuh manusia lain yang terkena gigitan shiki tanpa ampun. Pada moment ini (entah kenapa) saya menjadi sedikit bersimpati pada kaum shiki. Mungkin itu salah satu alasan kenapa scene yang melibatkan pembunuhan Megumi Shimizu menjadi begitu menggetarkan.
Disisi lainnya, kaum shiki pun ingin bertahan hidup dan tak ada pilihan lain selain membunuh manusia. Ini sudah banyak diungkap Sunako Kirishiki mengenai bagaimana eksistensinya didunia. Kenapa ia menjadi shiki padahal ia tak pernah memilih untuk menjadi makhluk tersebut. Kenapa akhirnya ia membunuh banyak orang adalah karena hasrat tak tertahankan agar ia tetap bertahan hidup. Mungkin itulah alasan kenapa Muroi membantu Sunako. Mencoba memahami sudut pandang yang berbeda. Mencoba memahami apa yang ia tulis. Meski sampai saat terakhir pun ia belum menemukan jawaban pastinya tapi ia sadar akan keputusan yang telah diambilnya. Tema besar ‘Shiki’ pun menjadi terasa relatif ketika disandingkan. Yang mana yang benar masih terasa kabur walaupun ada satu sisi yang (mungkin) lebih baik untuk diambil. Tapi kita semua sudah tahu bahwa dua mahkluk yang saling memusnahkan satu sama lain tak akan pernah bisa hidup berdampingan. Begitu pula manusia dan shiki.
Secara keseluruhan, ‘Shiki’ cukup berhasil menjadi sajian horor penuh misteri yang tidak hanya menawarkan atmosfer horor didalamnya. Ada campur aduk emosi yang berhasil disuntikkan dibalik tone-nya yang kelam dan dingin. Tempo pelan yang dipilih sedari awal menjadi gundukan ketegangan yang cukup mengena ketika pergerakan plotnya mulai terlihat jelas. Punya warna berbeda dengan anime dalam genre sejenis. Ending-nya mungkin tidak akan memuaskan banyak orang yang berharap semuanya berakhir dengan mudah. Tapi bukankah setiap misteri selalu menyimpan misteri lainnya? Bukankah setiap jawaban selalu menimbulkan pertanyaan lainnya?