Tentang ‘RADIOHEAD’

Radiohead Bukan Hanya Sekedar Band. Karena perlu lebih dari sekedar mendengarkan lagunya untuk bisa memahami musiknya.

Review Album Noah “Seperti Seharusnya”

Album “Seperti Seharusnya” ini seakan menjawab semua pertanyaan yang ada selama masa hiatus mereka dari industri musik Indonesia. Sekaligus sebagai hadiah bagi semua sahabat yang telah lama menantikan karya-karya mereka.

Cerpen: Aku, Kamu dan Hujan

"Hujanpun tak lagi turun disini seakan tak mengizinkan kami untuk bertemu lagi seperti dulu. Hari-hari begitu kelam terasa"

Lagu yang Berkesan Selama 2012

Lagu pada dasarnya bukan hanya untuk sekedar didengarkan. Kadang ada lagu yang berkesan dalam kehidupan saat ada moment-moment tersendiri dalam hidup kita.

Tentang Film Animasi di Tahun 2012

Dibalik kesederhanaan cerita, tema atau apapun, film animasi ternyata menyajikan banyak pesan tersirat, sarat akan makna dan banyak hal yang bisa kita ambil dari apa yang disampaikan dari kesederhanaan yang diungkap dalam film animasi.

Sunday, March 31, 2013

Tentang Alasan Kenapa Saya Suka Peterpan/Noah


Sebenarnya bingung juga kenapa saya harus bikin postingan tentang ini, padahal masih banyak band yang juga saya suka didunia ini

Band ini merupakan band yang cukup fenomenal di Indonesia, fans-nyapun terbilang banyak. Tapi walaupun begitu gak semua orang juga suka dengan band yang satu ini. Ada juga yang tidak menyukai karya mereka dan menganggap karya mereka biasa-biasa saja. Ya, itu hanya masalah selera saja sebenarnya. Siapapun berhak menentukan hal yang ia sukai atau tidak sukai begitupun dengan musik.

Hal yang mendasari kenapa saya buat postingan ini mungkin karena peterpan/Noah adalah satu-satunya band Indonesia yang saya punya koleksi kaset / CD album aslinya cukup lengkap

Banyak alasan kenapa kita bisa menyukai sebuah band, dan kadang alasan tersebut bisa jadi sangat sederhana. Dan berikut beberapa alasan kenapa saya menyukai karya peterpan/Noah.

1.          Mimpi Yang Sempurna
Kenapa Mimpi yang Sempurna? Mungkin karena ini adalah hal pertama yang membuat saya tertarik dengan band yang satu ini. Lewat sebuah kaset berjudul Kisah 2002 Malam yang dipinjam kakak saya dari temannya, saya mulai mengenal Band asal Bandung ini. Waktu itu saya masih kelas 5 SD. Sayapun sering memutar kaset tersebut dan dari sepuluh lagu yang ada saya cuma mau mendengarkan track pertamanya saja, Mimpi yang Sempurna. Jadi, dari album itu saya hanya tahu satu lagu saja, padahal sesungguhnya itu adalah album kompilasi. It’s so sad.
Kalau dipikir-pikir, dari segi lirik lagu itu terlalu berat untuk anak seumuran saya, yang masih polos, belum tahu apa-apa. Contohnya lirik “dan bila ku mulai merasa bahasa kesunyian”. Apa itu ya? Tapi otak dan pendengaran saya waktu itu berkata lain, walaupun gak begitu mengerti tapi saya merasa lagu itu punya sesuatu, meski saya tak tahu sesuatu itu apa.
Dan cerita tentang Mimpi yang Sempurna tak berhenti hanya sampai disitu, karena mulai menginjak bangku SMP, Mimpi yang Sempurna masih menghantui saya. Saat itu saya mulai coba-coba buat belajar main gitar dan uniknya saya belajar gitar hanya dengan satu lagu, Mimpi yang Sempurna. Sampai saya bisa pindah chord dan belajar nyanyi gak fals, ya dengan lagu itu. Hingga tak heran kalau lagu itu telah men-doktrin saya SAMPAI SEKARANG untuk terus menyukai karya-karya dari band ini.

2.         Musik
Dari segi musik, band ini memang tidak terlalu mengandalkan permainan instrumen yang menonjol untuk menunjukkan skill dalam bermusik. Bisa kita rasakan sendiri baik dari gitar, bass, keyboard atau drum. Semuanya terasa sederhana. Tapi justru dari kesederhanaan itulah musik dari band ini menjadi something to remember. Musiknya emang easy listening, cenderung nge-
pop tapi disanalah kekuatannya. Mereka mampu mengkomposisikan musik yang sederhana menjadi berkelas. Kalau kita dengarkan semua albumnya secara seksama, mungkin kita bisa merasakannya. Sound yang disajikan, sahut-sahutan antar instrumennya menjadi sebuah harmony musik yang terasa pas, tak berlebihan dan nyaman untuk didengar. Tak terlihat personil yang ingin menonjol sendiri, semua punya porsi dan kapasitas masing-masing. Begitupun ketika mereka tampil live.

3.         Lirik
Diantara tiga, bisa dibilang ini adalah alasan paling mendasar kenapa saya masih konsisten suka dengan band yang berdiri tanggal 1 September 2000 ini. Karya mereka yang terbentuk dalam lirik membuat saya suka dengan band yang satu ini. Tak heran jika mereka pernah mencetak rekor penjualan saat album Bintang di Surga mencapai tiga juta keping. Tak heran pula jika karya-karya mereka selalu nempel ditelinga orang-orang. Walaupun sempat tercoreng saat sang vokalis terkena sebuah kasus yang membuat band vakum. Terlebih lagi, banyak sekali orang yang membenci mereka dan mencoba mematikan mereka. Tapi ternyata mereka tak lantas mati, bahkan ketika mereka comeback, mereka bisa mengembalikan jati diri mereka sebagai sebuah band. Pertanyaannya, kenapa bisa mereka seperti itu?
         Berbicara tentang lirik band ini, saya punya sudut pandang sendiri. Secara pribadi, saya sendiri merupakan orang yang sangat menyukai kata-kata. Kata-kata yang menurut saya bagus. Makanya saya juga sangat suka dengan Kahlil Gibran. Dan dari dunia musik Indonesia, saya memilih peterpan/Noah karena lewat liriknya, hal-hal yang saya sukai tentang kata-kata ada di band ini. Band ini menyajikan lirik yang berbeda daripada band Indonesia kebanyakan. Lirik yang sangat berat dan dalam. Tak mudah untuk dimengerti, tersirat dan tak biasa tapi luas. Karena dari satu lagu saja, kita bisa menginterpretasikan banyak makna tentang lagu itu. Karena setiap baitnya adalah keluasan makna. Walaupun hal ini mengalami banyak pengurangan pada album ‘Seperti Sehausnya’. Menurut saya, salah besar kalau ada yang bilang band ini memiliki lirik yang sederhana. Karena liriknya memang tidak sederhana dan tidak sesederhana yang kita pikirkan.
Musik itu bahasa yang universal. Bahkan musik lewat lagu dan lirik bisa menggambarkan jati diri kita. Saya pernah ngobrol dengan seorang teman kalau dia sangat suka dengan sebuah band (tapi bukan peterpan/Noah) gara-gara kisah asmara yang dia rasakan sama dengan lirik lagu yang dinyanyikan band tersebut. Saya jadi berpikir bahwa dari sisi tersebut kita bisa menyukai sebuah musik dan dari musik tersebut bagian dari hidup kita dapat tersampaikan.
Semua lagu peterpan/Noah mempunyai lirik yang manis terutama saat mereka masih bernama peterpan. Dan dari sekian banyak lagu yang telah dihasilkan dari mulai album Taman Langit sampai Seperti Seharusnya ada beberapa lagu yang mempunyai lirik cukup kuat menurut saya dan saya suka sekali lagu dan liriknya.

1)         Langit Tak Mendengar
Jadi hidup telah memilih menurunkan aku ke bumi
Hari berganti dan berganti aku diam tak memahami

Tahun 2005 (kelas 2 SMP) saya pernah mengalami masa yang tak pernah saya alami sebelumnya. Cukup mengagetkan waktu itu sehingga kadang saya merasa sangat sendirian dalam keadaan yang jujur tak pernah ingin saya alami.
Mengapa hidup begitu sepi
Apakah hidup seperti ini
Mengapa ku selalu sendiri
Apakah hidupku tak berarti

Langit Tak Mendengar mempunyai lirik yang mungkin bisa mewakili apa yang saya alami saat itu. Tentang ketidakmengertian akan hidup, tentang mencoba memahami makna kita hidup didunia ini. Karena semata-mata kita terlahir ke dunia tidak semata-mata terlahir begitu saja, pasti ada alasan kenapa kita ada didunia ini dan mungkin itu yang tidak kita pahami.Untuk memahami arti hidup kita sendiri tentu kita harus mencarinya, tentu dengan cara dan jalan kita sendiri.
Coba bertanya pada manusia tak ada jawabnya
Aku bertanya pad langit tua
Langit tak mendengar

2)        Di Balik Awan
Album ‘Hari Yang Cerah...’, menurut saya menyajikan lagu-lagu yang sangat bagus. Tema yang diangkatpun lebih variatif dan lebih kerennya lagi banyak tema tentang kehidupan yang mungkin bisa mewakili kisah hidup yang pernah kita alami, contohnya lagu Di Balik Awan ini.
Musik easy listening khas peterpan masih kental dalam lagu ini walaupun pada album ini sendiri peterpan telah kehilangan dua personilnya. Tetapi karakter lagu mereka tetap kuat dan tak terpengaruh dengan hengkangnya dua personil mereka, Andhika dan Indra.

Ku tak selalu berdiri
Terkadang hidup memilukan
Jalan yang kulalui
Untuk sekedar bercerita
Pegang tanganku ini dan rasakan yang kuderita
Genggam tanganku ini, genggam perihnya kehidupan
Apa yang kuberikan tak pernah jadi kehidupan
Semua yang kuinginkan menjauh dari kehidupan

3)        Ku Katakan Dengan Indah
Saat masih kelas 1 SMP saya ingat sekali saat itu ada band yang jadi headline di Indonesia dengan album Bintang di Surga-nya. Lagu-lagunya sering terdengar dimana-mana, hingga saya bela-belain beli albumnya. Dan di album tersebut, ada satu track yang cukup menarik perhatian saya. Lagu tersebut ada di track No. 5 berjudul Ku Katakan Dengan Indah.

Kau beri rasa yang berbeda
Mungkin ku salah mengartikannya
Yang ku rasa cinta
Tetapi hatiku selalu meninggikanmu

Ku Katakan Dengan Indah adalah lagu cinta dengan tema yang sederhana yang menurut saya siapapun pasti pernah mengalami hal yang sama dengan lagu itu. Walaupun bertema cinta, tapi liriknya tidak mendayu-dayu dan tidak lebay seperti band lain di Indonesia. Walaupun terdapat lirik Kau hancurkan hatiku tapi bukan berarti lagu ini lagu cengeng  justru lagu ini menjadi begitu dalam saat kita mendengarkan secara seksama bait demi bait liriknya.

Membuatku terjatuh dan terjatuh lagi
Membuatku merasakan yang tak terjadi
Semua yang terbaik dan yang terlewati
Semua yang terhenti tanpa ku akhiri

4)        Terbangun Sendiri
Dalam postingan saya sebelumnya saya pernah dua kali membahas lagu ini. Mungkin disini juga gak perlu dibahas lagi kenapa saya juga suka lagu ini. Tapi saya sempat berpikir bahwa apa jadinya kalau lagu ini gak ada di album Seperti Seharusnya. Karena kalau kita pernah baca buku Kisah Lainnya, kita pasti tahu bahwa pada awalnya lagu ini akan diberikan pada band side project-nya Uki, Astoria yang saat itu kekurangan lagu. Tapi pada akhirnya Ariel menarik kembali lagu itu dan memilih memasukan lagu tersebut pada album Noah. Dan menurut saya itu langkah yang sangat tepat. Karena lagu di album Seperti Seharusnya memiliki banyak perbedaan dari masa peterpan dulu, dan lewat Terbangun Sendiri, semua karya yang saya kenal dari peterpan dulu terwakilkan dengan adanya lagu ini.

Aku tak ingin terbangun, terbangun sendiri
Aku tak ingin terjaga, terjaga tanpamu
Kurangi, kurangi lukaku
Temani sepiku

5)        Walau Habis Terang
Berjalanlah walau habis terang!
Seperti sebuah pesan motivasi, Walau Habis Terang hadir dengan sebuah spirit Move On dari segala segi kehidupan. Tentu masih ingat di ingatan kita, saat itu Ariel harus berpisah dengan istrinya dan peterpan diharuskan untuk mengganti namanya. Album Sebuah Nama, Sebuah Cerita sebagai album terakhir dengan nama peterpan mengindikasikan bahwa peterpan mungkin memang tinggal Sebuah Nama, Sebuah Cerita.
Diantara beribu lainnya
Kau tetap, kau tetap, kau tetap benderang

Masalah memang selalu ada dalam kehidupan manusia. Tapi apapun itu masalahnya walaupun hati kita menangis tetapi sebisa mungkin kita mencoba untuk tersenyum meski terkadang hal itu berat. Walaupun kita harus berjalan dalam gelap tanpa terang sedikitpun tapi hidup harus tetap berlanjut dan yang paling penting jangan biarkan masalah hidup menggenggam kita justru harus sebaliknya.
Ku terbiasa tersenyum tenang
Walau hatiku menangis

Spirit Move On tidak hanya ada di lagu Walau Habis Terang ini, ada beberapa lagu lain yang punya benang merah sama hanya rasanya aja yang berbeda. Dengar aja Masa Lalu Tertinggal, Menghapus Jejakmu, Lihat Langkahku atau Melawan Dunia.
Lirik-lirik yang dihasilkan peterpan/Noah mengindikasikan bahwa peterpan/Noah membuat karya bukan hanya semata-mata untuk memenuhi keinginan pasar saja. Tetapi semuanya benar-benar terkonsep dan terencana bukan hanya sekedar asal-asalan buat tetapi apa yang dialami, dituangkan dan mungkin saja pesan yang ingin disampaikan lewat lagunya bisa menginspirasi orang yang mendengarnya.





Tuesday, March 12, 2013

Setiap Kita Punya Cara dan Jalannya Sendiri


Setiap Kita Punya Cara dan Jalannya Sendiri
Saat peluit ditiup tanda sudah dimulai, mereka berlari dengan kencangnya
Tapi saya masih terdiam dan membetulkan tali sepatu yang lepas
Saat mereka berada ditengah-tengah lintasan
Saya malah berpikir dengan kaki mana saya harus melangkah
Dan ketika mereka sudah mencapai garis finish
Saya baru tersadar dan baru mau memulai untuk melangkah
Dan ketika mereka mulai merayakan sebuah kemenangan
Saya mencoba berlari dan masih terus berlari
Tapi anehnya saya merasa begitu bahagia saat itu
Padahal saya tahu kalau saya sudah kalah
Bahkan terdengar orang-orang yang menertawakan dan mencibir saya
Tapi saya mencoba untuk tenang dan biasa-biasa saja
Dan terus melanjutkan berlari

Setiap Kita Punya Cara dan Jalannya Sendiri
Dalam menjalani peran kita
Kita semua tak sama
Dan memang tak perlu sama
Karena kita memang berbeda
Kemampuan dan ketidakmampuan kita berbeda
Walaupun terkadang kita mempunyai tujuan yang sama

Setiap Kita Punya Cara dan Jalannya Sendiri
Mungkin saya selalu tertinggal dari mereka
Dan baru menyadari semuanya setelah saya merasa gagal
Tapi ternyata hidup tak hanya berbicara tentang keberhasilan
Bisa jadi tentang prosesnya
Mungkin lebih dari itu
Atau tentang jiwa dan hati kita dengan apa yang kita jalani
Karena  keberhasilan itu sederhana sebenarnya
Lakukan saja apa yang harus dan ingin kita lakukan
Karena...
Setiap Kita Punya Cara dan Jalannya Sendiri

Wednesday, February 27, 2013

Sepatah Kata #2


Di bulan Februari ini, gak tahu kenapa ide buat bikin tulisan disini jadi agak seret. Bingung mau bikin apa buat blog ini. Hasratnya pun udah berkurang. Mungkin itu yang bikin ide di kepala jadi kering. Ya, terkadang dalam hidup kita mengalami fase seperti ini. Fase dimana inspirasi, ide dan gagasan dalam diri kita izin pergi (pada batas waktu yang tidak ditentukan) dari imajinasi kita ini.
Dan, karena lagi bener-bener gak punya ide. Saya malah berpikir untuk mengutip ulang beberapa patah kata yang pernah diucapkan orang untuk saya posting disini. Ya, bisa dibilang semacam kata-kata bijak atau motivasi atau wisdom yang siapa tahu aja bisa menginspirasi siapapun yang membacanya.

“kita tidak pernah mengerti seberapa kecil kebutuhan kita akan sesuatu di dunia ini sampai kita tahu bagaimana rasanya kehilangan sesuatu itu”.
James Matthew Barrie (1860-1937), dermawan Skotlandia

“jika berlari, kamu mungkin saja kalah. Jika tidak berlari, kamu dijamin pasti kalah”.
Jesse Jackson, tokoh pejuang hak sipil Amerika Serikat

“tidak ada obat yang lebih mujarab dari harapan. Tak ada semangat yang menggebu dan obat yang ampuh seperti halnya harapan agar esok lebih baik”.
Orison Swett Marden (1850-1924), penulis  Amerika Serikat

“pertumbuhan diawali ketika kita mulai mengetahui kelemahan kita”.
Jean Vanier, filsuf  Kanada

“dalam berdoa lebih baik memiliki hati tanpa kata-kata daripada kata-kata tanpa hati”.
Mahatma Ghandi (1869-1948), filsuf  India

“kesabaran bukanlah kepasrahan, sebaliknya, kesabaran adalah tindakan aktif untuk mengumpulkan kekuatan”.
Edward G. Bulwer-Lytton (1803-1873), sastrawan Inggris

“kesempatan emas seringkali dilewatkan banyak orang karena selintas seperti hal yang biasa-biasa saja”.
Thomas Alva Edison (1847-1931), penemu  Amerika Serikat

“apa yang kita lihat sangat bergantung pada apa yang kita cari”.
John Lubbock (1834-1913), politikus dan ahli biologi  Inggris

“arti penting manusia bukan terletak pada apa yang dia peroleh, melainkan apa yang sangat ia rindukan untuk diraih”.
Kahlil Gibran (1883-1931), filsuf Amerika kelahiran Libanon

“di dunia ini tak pernah ada dua pendapat yang sama, demikian pula pada dua helai rambut atau dua butir biji padi, kualitas yang paling universal adalah keberagaman”.
Michael de Montaigne (1533-1592), filsuf dan penuli Perancis

“saya pesimistis karena kecerdasan, tapi optimistis karena keinginan”.
Antonio Gramsci (1891-1937), intelektual dan politikus Italia

“kebiasaan seseorang lebih meyakinkan daripada argumentasi yang ia kemukakan”.
George Santayana (1863-1925), filsuf Spanyol

“sejumlah godaan datang pada mereka yang tekun, tapi semua godaan pasti menyerang pada mereka yang bermalas-malasan”.
Charles H. Spurgeon (1834-1892), pendeta Inggris

“tak ada karya yang besar di dunia ini yang pernah dicapai tanpa kegairahan”.
Hebbel (1813-1863), dermawan dan pujangga Jerman

“kearifan seseorang tidak diperoleh, tapi diperoleh dari usaha keras semasa hidupnya”.
Albert Einstein (1879-1955), fisikawan Amerika kelahiran Jerman

“kita kalah karena mengatakan pada diri sendiri bahwa kita kalah”.
Leo Nikolaevich Tolstoy (1828-1910), filsuf dan novelis Rusia

“saya tidak tahu kunci kesuksesan, tetapi kunci kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang”.
Bill Cosby, aktor dan pelawak Amerika Serikat

“jangan tanya tentang arti hidup, tertawalah itu sudah cukup”
Charlie Chaplin, (1899-1976) aktor


Friday, February 8, 2013

Sepatah Kata #1


Ide tentang sebuah kehidupan adalah sebuah pertanyaan tanpa ujung, dan di kehidupan ini terdapat lebih banyak pertanyaan daripada jawaban

Pahitnya sebuah pengkhianatan adalah panas api dalam kekecewaan dan hawa dingin yang menusuk dalam kesedihan tidak cukup sekedar air mata

Perjalanan mundur ke masa lalu adalah lamunan yang panjang, manis atau pahitnya tahapan kenangan

Drama cinta akan selalu menghiasi kehidupan manusia, dan kekuatan cinta yang sangat besar dapat menerangi hati yang meredup dari sebuah dilema perpisahan yang tulus

Dalam kesendirianku, kuhabiskan waktuku didalam kepalaku

Mencarilah kau terus, lalu kau temui sebuah misteri yang disebut TUHAN

The Greatest Session of The History

Kutukan Film Forrest Gump

          "Life is like a box of chocolates. You never know what you’re gonna get" 
- Forrest Gump -
Kalimat diatas adalah alasan kenapa saya sangat ingin nonton film ‘Forrest Gump’. Kalimat itu emang bagus kedengarannya, siapapun pasti suka, begitupun saya. Sampai saya bela-belain nyari tuh film agar bisa nonton kayak apa sih ‘Forrest Gump’ itu.
Pada akhirnya saya bisa punya file film tersebut. Dan malam kira-kira pukul 8 atau 9, sayapun menontonnya. Awalnya semua berjalan normal-normal aja, gak ada tanda-tanda akan ada hal buruk terjadi. Tiba-tiba pada pertengahan film, saya ketiduran. Dan dari sanalah semua bermulai. Gara-gara film tersebut gak selesai ditonton, film tersebut jadi punya dendam sendiri sama saya (emang ada film dendaman?)
Pas saya tidur, gak tau atas dasar apa film itu mulai menghantui saya, masuk kedalam mimpi dan memberi doktrin-doktrin gila dalam otak saya. Dia masuk dalam pikiran alam bawah sadar laksana sebuah ilmu filsafat yang bikin kepala pusing bukan kepalang. Pikiran saya dibawa melayang memikirkan tuh film yang gak tahu kenapa menjadi sangat berat. Film itu jadi sangat filosofis dan setiap apa yang ada dalam film itu, adegan, dialog, cerita bahkan tempatnyapun menjadi penuh akan hal-hal filosofis yang berat banget buat dipikirkan. Nalar saya gak mampu menjangkaunya, semua itu terlalu berat. Dan hasilnya?
Saya terbangun sejenak, tubuh saya mengalami demam tinggi, suhunya panas banget. Kayaknya kalo telor ditaruh ditubuh saya, bisa-bisa matang tuh telor (saking panasnya). Badan saya lemes. Kepala saya pusing, berat banget. Kayaknya berat kepala saya udah meningkat beratus-ratus kilo dari normalnya. Jalanpun jadi miring kayak di iklan minuman itu. Semuanya terjadi secara tiba-tiba, mendadak tanpa pesan sebelumnya. Padahal istilahnya kalo mau sakit pasti ada tanda-tandanya. Nah siangnya hidup saya normal-normal aja, semuanya baik dan gak ada tanda kalo saya bakalan seperti itu. Apa emang bener nih gara-gara film ‘Forrest Gump’ itu? Saya tak tahu.
Malam itu menjadi malam yang berat buat saya sampai tiba pagi hari saya masih terkulai lemah tak berdaya. Saya gak mampu berbuat apa-apa. Padahal saya sudah merencanakan sesuatu untuk waktu satu minggu ke depan. Dan semua rencana yang sudah tersusun dengan rapi dan sistematis itu sirna dalam sekejap. Tubuh saya mengadakan rapat dadakan tentang apa yang terjadi dan hasilnya telah diputuskan secara musyawarah dan mufakat bahwa saya sakit. Fix gak bisa ditawar lagi.
Mengetahui bahwa saya sakit, saya memutuskan untuk pulang ke rumah. Dan atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, maka telah sampailah saya pada rumah saya yang tercinta. Disanapun saya hanya bisa terkulai lemah. Demam tinggi dengan bintik-bintik merah dibeberapa bagian tubuh dan dari area kaki ke atas semua mendadak menjadi gatal. Lidah saya menjadi kehilangan rasa, semua mendadak terasa pahit. Pokoknya gak enak banget. Sialnya, saya gak bisa memeriksakan diri ke dokter manapun karena hari itu akhir pekan. Akhirnya saya hanya bisa diam meratapi semua yang terjadi dan menunggu keajaiban akan terjadi. Untung masih ada laptop ama speaker ‘kreatif’ yang selalu setia menemani sehingga kadang saya bisa sedikit melupakan apa yang sedang terjadi.
Dalam masa itu, terjadi hal yang selalu memberatkan kepala saya terutama pas tidur. Dalam tidur, saya selalu dihinggapi hal-hal yang berat sekali untuk dipikirkan. Semua yang ada disekitar saya menjadi area berfilsafat yang mau tak mau harus saya pikirkan dan tentu saja saya gak sanggup memikirkan hal yang gak tahu dari mana datangnya dan kenapa juga saya pikirkan. Tapi yang pasti semua itu membuat kepala saya makin pusing dan berat.
Sakit itu emang gak ada yang enak. Mau itu ringan yang cuma sekedar flu atau pilek doang, tetep aja gak enak. Apalagi kalau itu sakit berat, sangat gak enak. Sehat itu emang nikmat dan sangat berharga. Ya, kadang kita suka lupa bersyukur pas kita lagi sehat dan gak menjaga kesehatan yang telah dianugerahkan Tuhan itu. Baru udah sakit aja, kita ngerasa kalau sehat itu segalanya.
Tapi dari perisitiwa yang saya alami ini, saya mengamini kata-kata Forrest Gump yang terkenal itu. Life is like a box of chocolates. You never know what you’re gonna get. Kayaknya ada benernya juga. Hidup itu emang misterius, banyak hal-hal terduga yang tak pernah terpikir sebelumnya. Kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup kita ke depan. Kita gak pernah tahu apa yang akan kita dapatkan dalam hidup kita nanti. Kita hanya bisa berencana tetapi tetap Tuhan jualah yang menentukan segalanya. Dan satu hal lagi bahwa apapun yang terjadi, hidup harus tetap berlanjut dan berjalan terus. 

Monday, January 21, 2013

Tentang Film Animasi di Tahun 2012


Masih tentang flashback 2012 (harusnya sih ini udah kemarin-kemarin diposting), kali ini saya mau ngomongin tentang film animasi ditahun 2012. Film animasi memang diidentikkan dengan anak-anak walaupun sebenernya semua orang bisa nikmatin film kayak gini. Temanya sendiri kadang dirasa ringan dan sederhana. Tapi menurut saya ada satu hal yang perlu kita lihat lebih dalam tentang film animasi ini. Dibalik kesederhanaan cerita, tema atau apapun, film animasi ternyata menyajikan banyak pesan tersirat, sarat akan makna dan banyak hal yang bisa kita ambil dari apa yang disampaikan dari kesederhanaan yang diungkap dalam film animasi. Seperti pada tahun 2012 kemarin, yang memang cukup banyak film animasi yang wara-wiri menghiasi layar lebar disepanjang tahun itu.
1.          Dr. Seuss: The Lorax
Pernah ngebayangin gak kalau didunia ini kita hidup dengan hal yang semuanya terbuat dari barang artifsial? Semuanya gak ada yang benar-benar asli? Bahkan pohonpun palsu alias imitasi? Gimana ya kalau hal itu kejadian didunia nyata kita ini? Gak bisa dibayangin atau ngeri ngebayanginnya?
Sekelumit pertanyaan diatas sedikit banyak menjelaskan bagaimana film ini berkisah. Film ini adalah film animasi pertama yang saya tonton di 2012. Film yang diangkat dari buku cerita anak-anak berjudul sama pada tahun 1971 ini bercerita tentang lingkungan dan manusia dengan keserakahannya.
Dengan konsep cerita yang unik dan mudah dimengerti, tapi punya pesan moral yang dalam tanpa terkesan menggurui menjadikan film ini punya tempat sendiri setiap kali menontonnya. Ya, minimal habis kita menonton film ini kita tersadar bahwa lingkungan, alam dan segala hal yang ada didalamnya itu sangat berarti bagi manusia, terutama pohon yang menjadi benang merah film ini. Sehingga tak ada lagi eksploitasi alam, tak ada lagi penebangan-penebangan liar, tak ada lagi keserakahan manusia yang mengorbankan lingkungan demi kepentingan pribadi, yang ujung-ujungnya akan membawa petaka juga bagi manusia itu sendiri.
“Unless someone like you cares a whole awful lot, nothing is going to get better it’s not”
-Dr. Seuss-


2.         The Pirates! Band of Misfits
Pas pertama tahu film ini memakai judul ‘Pirates’, jujur saya sangat tertarik dan penasaran. Maklum film yang memakai judul ‘Pirates’ memang selalu membuat saya penasaran dan tertarik untuk menontonnya. Awalnya malah gak nyangka kalau film ini adalah film animasi. Film ini bercerita tentang bajak laut yang ingin diakui eksistensinya sebagai bajak laut yang besar. Tapi ternyata hal itu tidak mudah, apalagi untuk bajak laut yang satu ini.
Ambisi yang besar dalam diri demi sesuatu yang ingin dicapai kadang dapat membutakan mata. Ini juga dialami Sang Kapten Bajak Laut yang terobsesi dengan gelar ‘The Pirate of The Year’ sehingga iapun melakukan berbagai macam cara demi gelar tersebut. Tetapi pada perjalanannya ia membuat sebuah kesalahan besar dengan mengorbankan Polly, burung kesayangan mereka. Hingga akhirnya iapun dicap sebagai pengkhianat, diusir dan ditinggalkan oleh seluruh awaknya. Saat dia sendiri, iapun menyadari kesalahannya dan bertekad untuk membawa Polly kembali. Iapun berjuang untuk mendapatkan Polly kembali dan saat itulah seluruh awak yang telah meninggalkannya kembali untuk membantunya. Hingga Polly-pun kembali dan merekapun bisa bersama kembali. Sang Kapten sadar bahwa gelar hanyalah gelar dan itu tak berarti apa-apa, yang terpenting adalah kebersamaan yang terjalin diantara mereka dengan segala suka dan duka yang telah dialami dari semua perjalanan yang telah mereka lewati.


3.         Madagascar 3: Europe's Most Wanted
Edisi ketiga ‘Madagascar’ ini menyajikan banyak hal yang sangat mengasyikkan. Petualangan Alex dkk bersama teman baru mereka sekelompok hewan sirkus membuat banyak kekonyolan terjadi sepanjang durasi film ini. Saat Alex dkk dikejar Dubois seorang polisi wanita yang terus memburu mereka. Atau saat Alex dkk melakukan atraksi sirkus yang justru baru pertama kali mereka melakukannya.
Film ini sangat menghibur apalagi dengan visual efek dengan warna-warna mencolok yang bikin mata kita melek, plus ada backsound dari lagunya ‘Katy Perry’ yang Firework.  Terasa ngepas aja kedengarannya. Nilai-nilai persahabatan, kebersamaan dan keyakinan tetap menjadi pesan moral yang disampaikan dalam film ini.


4.        Brave
Hidup dengan jalan sendiri adalah sebuah jalan yang dipilih Merida, tokoh utama film ini. Hal tersebut memang tidak mudah, perlu sebuah keberanian untuk melakukan hal tersebut, walaupun itu harus menentang tradisi yang sudah turun temurun. Walaupun hal tersebut menimbulkan konsekuensi yang justru membahayakan dirinya dan orang-orang terdekatnya. Sebagai seorang anak kerajaan, Merida ingin menemukan hidupnya sendiri tanpa harus ada hal yang mengekangnya. Hingga ia dihadapkan pada berbagai macam kekacauan, tapi justru dari sanalah ia menemukan sesuatu yang telah lama dicarinya.
Memang dalam hidup, saat kita menentukan pilihan sendiri, akan ada sebuah konsekuensi yang akan kita tanggung kelak. Tapi yang terpenting adalah kita tak boleh lari dari konsekuensi tersebut. Kita harus berani menerima dan menanggungnya seperti yang dilakukan Merida. Walaupun film ini bukanlah film yang saya favoritkan tapi film punya banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari alur cerita yang tersaji dalam film ‘Brave’ ini.


5.         Ice Age 4: Continental Drift
Petualangan Manny, Sid dan Diego dimulai saat terjadi sebuah bencana yang menimpa mereka. Permukaan bumi terbelah menyebabkan merekapun terpisah dengan keluarga dan kawanannya. Dari sanalah mereka bertemu dengan musuh baru, komplotan para perompak yang dipimpin seekor kera bernama Gutt.
Pada film ‘Ice Age’ yang ini terjadi banyak persoalan yang menimpa tokohnya. Baik itu pada Manny yang memang menjadi pusat utama film ini, Sid dengan Nenek yang telah ditinggalkan keluarganya, Diego yang mulai jatuh hati pada Shira, anggota dari komplotan perompak itu, Peaches, anak Manny yang beranjak remaja tapi masih labil dan berbagai macam konflik lain yang menambah keseruan film ini. Film berdurasi kurang lebih 90 menitan ini menyajikan banyak hal yang tentu tidak boleh dilewatkan. Alur cerita dengan ketegangan beraroma kelucuan yang begitu kental memberi hiburan tersendiri saat menonontonnya. Ada sebuah dialog yang paling saya ingat dari film ini antara Louis dengan Peaches yang artinya kurang lebih seperti ini ‘seseorang pernah memberitahuku bahwa apapun yang terjadi, kau tak akan pernah meninggalkan temanmu’.


6.        ParaNorman
Secara pribadi, saya sangat menyukai film animasi yang bercerita tentang zombie ini. Saya sangat suka dengan karakter tokoh utama di film ini, Norman. Ya, anak kecil yang satu ini memang terlihat berbeda dengan anak seusianya. Dia bisa melihat makhluk halus yang tak bisa dilihat oleh orang kebanyakan, sehingga tak heran kalau orang-orang disekitarnya menganggap dia itu aneh bahkan gila sehingga teman-temannyapun menjuluki dia freak.
Di kehidupan kita ini, mungkin saja ada orang mengalami hal yang sama seperti yang dialami Norman. Ya, tentu bukan hanya tentang bisa melihat hantu sih, ya bisa saja kita berbeda karena hal lain. Berbeda dari segi fisik, sikap, kebiasaan atau apapunlah yang dirasa aneh dan gak lazim sama lingkungan dimana kita berada. Dan mungkin hal itulah yang menjadi alasan terjadi kasus yang cukup ramai belakangan ini yaitu bullying. Kadang lingkungan tempat kita berada bisa memperlakukan kita seperti itu tapi yang paling menyedihkan adalah orang terdekat kita sendiri ikut-ikutan memperlakukan seperti itu. Dan hal inilah yang dialami si kecil Norman. Tapi yang saya salut adalah Norman merasa bahwa orang-orang mungkin menyakitinya tapi dia tak mau membalasnya hanya karena mereka orang jahat dan tak ada orang baik pula. Hanya karena mereka melakukan kejahatan bukan berarti kita harus melakukan hal yang sama. Karena hal itu hanya akan membawa keburukan sehingga kita lupa dengan yang namanya kebaikan.


7.         Frankenweenie
Pas pertama nonton film yang satu ini, memory saya langsung diingatkan dengan sebuah film di tahun 2005 berjudul ‘Corpse Bride’. Ada banyak hal yang bisa dibilang punya kemiripan antara ‘Corpse Bride’ dengan ‘Frankenweenie’, ya mungkin saja karena sutradara film ini sama yaitu ‘Tim Burton’. Film ini juga merupakan film animasi yang paling saya suka. Animasi stop-motion dengan nuansa gelap dan kelam yang memang udah jadi ciri khas Burton ini bercerita tentang seorang anak bernama Victor yang kehilangan anjingnya, Sparky karena kecelakaan. Tapi Victor belum siap untuk kehilangannya. Sehingga dia berusaha untuk bisa menghidupkan Sparky kembali. Dan dengan ilmu sains yang dia punya plus inspirasi dari gurunya, akhirnya Sparky hidup kembali. Tapi justru dari sanalah permasalahan bermuculan.
Ada bagian yang saya ingat dari film ini yaitu saat dimana Victor bertanya kepada gurunya tentang eksperimennya. Dia berkata bahwa eksperimen pertama berhasil dan sukses sedangkan yang kedua juga berhasil tetapi dia merasakan ada perbedaan dari yang sebelumnya. Gurunya menjelaskan bahwa sains bukan hanya ada didalam otak tetapi juga ada didalam hati. Sains bukan tentang baik atau buruk tetapi bisa dilakukan untuk keduanya. Eksperimen pertama, Victor lakukan dengan sepenuh hati, sedangkan eksperimen kedua dia lakukan dengan terpaksa, jiwanya tidak ada disana. Hingga hasilnyapun tidak memuaskan. Dari hal tersebut, saya punya keyakinan bahwa apapun yang kita lakukan dengan tulus dan sepenuh hati pasti akan berbuah hasil yang baik, berbeda dengan saat kita melakukan sesuatu dengan terpaksa hasilnya kadang kurang begitu baik. Meskipun hasilnya baik kadang hal itu kurang bernilai dan bermakna.


8.        Hotel Transylvania
‘Hotel Transylvania’ merupakan tempat hantu dan para monster tinggal. Sang pemilik adalah seorang Drakula, bernama Drak yang punya anak bernama Mavis. Drak sangat mencintai Mavis dan karena sesuatu hal yang pernah terjadi padanya, ia jadi punya trauma tersendiri sehingga Drak sangat overprotective terhadap Mavis. Sampai-sampai Drak berbohong kepada Mavis tentang dunia luar yang menurutnya itu adalah hal terbaik yang dia lakukan untuk melindungi Mavis.
Dalam dunia nyata bisa saja kejadian seorang orang tua yang begitu sayang pada anaknya sehingga jadi amat sangat overprotective. Memang kasih sayang orang tua pada anaknya adalah hal yang wajar tapi kalau terlalu berlebihan sampai overprotective segala kadang gak baik juga. Sebagai anak kita suka dibuat bingung, disatu sisi kita akan berdosa karena gak nurut ama orang tua, tapi disisi lain justu kita merasa tersiksa. Dan seperti yang dibilang Drak dalam film ini bahwa dia memang selalu khawatir dan berpikiran hal buruk jika Mavis pergi, tapi ternyata hal yang paling buruk adalah ketika dia melihat Mavis tidak bahagia. Dia juga sadar betul bahwa tak selamanya anak itu akan dilindunginya, karena anak perlu menemukan sesuatu untuk diri mereka sendiri walau dalam perjalanannya tak selalu mulus, tapi itulah kehidupan. Saya jadi teringat sebuah syair yang ditulis ‘Kahlil Gibran’.
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu




9.          Wreck-It Ralph
Film yang terinspirasi dari Arcade Game ini cukup mengesankan saya. Dengan konsep yang unik, film ini punya cerita yang menarik. Ada unsur dramatisnya, ada kesan heroiknya dan tak lupa humor-humor ringan yang ditawarkan disini. Film ini bercerita tentang Ralph, seorang tokoh dalam game Fix-It Felix yang merasa bosan dengan rutinitas hidupnya sebagai orang jahat dan muak karena orang jahat selalu dibenci. Di dalam game itu, ia hidup sendiri, terbuang dan terlupakan. Dan setelah kurang lebih 30 tahun menjalani hidup seperti itu, iapun berkeinginan merubah takdirnya sebagai orang jahat perusak untuk menjadi orang baik yang disukai semua orang. Ralph mulai membulatkan tekad untuk bisa jadi tokoh protagonis dengan cara mendapatkan medali dari game lain agar ia disebut pahlawan.
Ralph iri kepada Felix karena dia adalah orang yang disebut orang-orang sebagai orang baik. Iri itu sendiri lebih sering bernada negatif walaupun pada kasusnya Ralph, irinya itu bisa dibilang untuk kebaikan dan sepertinya itu boleh-boleh aja. Ralph ingin disebut pahlawan dan ia perlu simbol untuk mendapatkan hal itu, dalam hal ini medali. Walaupun awalnya Ralph sangat menginginkan medali sebagai simbol kepahlawananannya tapi pada akhirnya ia membuktikan bahwa untuk menjadi seorang pahlawan atau menjadi orang baik tak perlulah ada tanda agar ia yakin bahwa ia orang baik. Seperti kata Ralph, I am bad, and that’s good, I will never be good, and that’s not bad. There’s no one I’d rather be than me”. Ia bisa menerima kondisi dirinya baik maupun buruknya. Ya, didunia ini memang selalu ada hal yang baik dan buruk. Tapi terkadang semua itu tak selamanya selalu berbicara tentang salah dan benar. 


10.          Rise of the Guardians
Rise of the Guardians merupakan film yang menurut saya mempunyai kesan anak-anak yang cukup kuat. Diambil dari buku berjudul Guardians of Childhood film ini menggabungkan tokoh-tokoh mitos yang cukup ikonik dan dikenal ke dalam cerita. Dan itu yang membuat film ini menjadi lebih menarik. Ditambah pemanfaatan teknologi 3D yang sangat baik membuat film ini mampu tampil apik selama kurang lebih 90 menit.
Bercerita tentang para Guardians yang bertugas untuk menjaga kebahagiaan anak-anak diseluruh belahan dunia. Bertahun-tahun mereka menjalankan tugas dan semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan hingga suatu saat muncullah karakter antagonis dalam film ini yang menamai dirinya Boogeyman alias Pitch. Untuk mengalahkan Pitch, Man in the Moon memberi isyarat pada para guardian untuk menambah satu armada lagi dan dia adalah Jack Frost, seseorang yang tak pernah dibayangkan sebelumnya untuk menjadi seorang guardians.
Masa anak-anak merupakan masa krusial karena masa anak-anak yang dipenuhi kebahagiaan akan membuat masa depan mereka lebih cerah dan hal inilah hal yang ingin selalu dijaga para guardian. Mereka tak ingin anak-anak mempunyai ketakutan akan kehidupan. Mereka ingin anak-anak selalu punya harapan dan impian yang membuat mereka bisa lebih merasakan hidup. Mereka ingin anak-anak selalu percaya bahwa selalu akan ada keajaiban dalam kehidupan ini. Bahwasanya kita juga harus selalu percaya dengan apa yang kita yakini dalam hidup walau kadang itu terasa berat. Bahwasanya setiap kita mempunyai inti dalam diri yang bisa menjadi sebuah kelebihan yang tidak dipunyai siapapun ditengah kelemahan yang pasti dipunyai setiap insan didunia ini.




Tidak Semua yang Terjadi Itu Kebetulan


Walaupun sekarang udah 2013, tapi saya mau coba flashback sedikit tentang 2012 (agak udah lama juga sih, tapi gak apa-apalah ya). 2012 kemarin kita tentu gak akan asing dengan yang namanya PSY, penyanyi asal Korea yang menghebohkan dunia musik dengan gangnam style-nya.
Gangnam style. Dua kata yang gak asing di telinga kita bahkan selama 2012 kemarin telinga kita terus dijejali dengan kata-kata itu. Dimanapun, media cetak, elektronik maupun online ngomongin itu. Dan yang bikin heboh lagi adalah orang-orang dibelahan bumi ini ikut-ikutan nari-nari kayak gitu. Dari Indonesia sampai ke Amerika sana. Dari orang biasa sampai orang yang gak biasa, dari selebritis lokal sampai selebritis duniapun ikut-ikutan nari kayak gitu.
Jujur saja, walaupun saya adalah pecinta musik tapi saya ngerasa biasa aja bahkan cenderung kurang suka ama hal-hal kayak gitu. Maksudnya dari hal-hal yang kemarin kemarin-kemarin lagi happening kayak boyband-boyband-an dan si PSY itu. Ya, ini hanya masalah selera saja sih tapi saya sangat menghormati keberadaan mereka yang memberi warna sendiri bagi dunia musik dan sayapun menghargai orang yang suka ama mereka tadi. Musik itukan universal, jadi gak ada larangankan kita mau suka jenis musik apa? Apalagi semua musik itukan sama dan gak ada satu aliran musik yang lebih baik daripada aliran lainnya, yang membedakan hanyalah selera kitanya aja sebagai penikmatnya. Ok yang jadi masalah bukan itu, yang mau dibahas disini adalah kenapa gangnam style bisa seheboh itu? Di youtube-pun jadi video yang paling banyak viewer-nya. Emang apa hebatnya gangnam style itu?
 Saya sempat penasaran dan mencoba mencari tahu tentang kenapa gangnam style itu begitu fenomenal. Hingga akhirnya saya lihat sebuah media yang memberi saya pengertian tentang itu. Jadi, konon katanya PSY itu adalah seorang rapper yang udah kurang peminatnya (waktu itu). Hingga dalam sesi wawancara ia menyatakan bahwa nanti ia akan buat sesuatu yang sangat fenomenal. Hingga selang beberapa waktu hadirlah ke tengah-tengah kita yang namanya gangnam style.
Kalau yang pernah lihat videonya pasti tahu seperti apa gangnam style itu dan jika diamati secara seksama kita bisa memahami satu hal. Si PSY itu ada dibeberapa lokasi, dia banyak berjumpa dengan orang-orang dari berbagai kalangan, mulai anak kecil sampai orang dewasa. Lebih diamati lagi si PSY itu seperti mengajak orang-orang tersebut untuk ikut bergoyang dengannya hingga pada akhir lagu, kita bisa lihat semua orang ikut-ikutan nari ala gangnam style gak pandang dia itu siapa, profesinya apa, pokoknya semua ikutan nari gangnam style.
Dari sisi psikologi (ini menurut salah seorang mentalist juga), video tersebut emang dirancang untuk mempengaruhi orang agar ikut meramaikan gangnam style tersebut. Siapapun dia, seperti yang kita lihat di videonya (jadi emang bukan kebetulan gitu aja). Dan seperti yang dibilang PSY sebelumnya bahwa dia akan bikin sesuatu yang fenomenal akhirnya kesampaian juga. Tentu dengan segala usaha dan kerja keras serta konsep yang telah ia rancang sebelumnya. Hingga hasilnya seperti yang kita lihat sekarang ini.
Ok, Sebenarnya inti tulisan ini bukanlah ngebahas tentang gangnam style sih (hanya mencontohkan saja), kalau ternyata di kehidupan ini tidak semua yang terjadi itu adalah kebetulan. Seperti gangnam style itu, apakah emang tiba-tiba terkenal gitu aja? Tentu tidak. Kan udah dibilang semua itu udah dikonsep sebelumnya. Sama kayak kehidupan kita. Kalau kita ingin sesuatu untuk dicapai tentu kitapun perlu memiliki konsep perencanaan dan perancangannya. Tambah perjuangan dan doa-nya (kata Bang H. Rhoma Irama). Karena gak ada yang jatuh dari langit dengan cuma-cuma (kalo kata Dewa). Gak ada yang instant, bro!
Dan walaupun kadang dalam hidup kita tiba-tiba ngalamin satu hal yang kita bilang itu kebetulan. Itu juga bukanlah sebuah kebetulan. Ya bisa jadi tanpa kita sadari, jauh dari alam bawah sadar kita pernah memikirkan atau memiliki konsep tentang kejadian yang kita sebut kebetulan itu. Atau bisa aja itu adalah hadiah dari Tuhan. Mungkin karena kita pernah berbuat baik ama orang terus orang itu ngedoain kebaikan buat kita atau karena apalah. Tapi yang pasti didunia ini tidak semua yang terjadi itu kebetulan. Pasti selalu ada alasan dibalik itu semua. So, masih percaya kalau yang terjadi itu adalah kebetulan? Atau bahkan hidup kitapun adalah kebetulan??? Think again!

Friday, January 18, 2013

Ini Untuk 2013 Saya


Tahun 2013 udah jalan beberapa hari... Gak kerasa udah ganti tahun aja, padahal perasaan baru kemarin ketemu sama 2012. Kalau diinget-inget lagi cukup banyak hal di 2012 yang terlewatkan begitu aja, cukup banyak pula kejadian yang gak ingin dialamin malah dialamin. Kadang ngerasain sesuatu yang sesungguhnya gak pernah benar-benar terjadi dan berhenti gitu aja tanpa pernah benar-benar diakhiri. Drama...!!!
Dan...??? Ok! Itu masa lalu... yang bisa jadi cuma sepenggal kisah yang terjadi dalam kehidupan di tahun kemarin. Kalo ngutip kata-kata seorang vokalis sih gini: ‘Masa lalu itu harus dikenang, tapi jangan dijalani’. Mungkin ada benarnya juga sih. Dikenang? Mungkin untuk mengingatkan kita aja sih ya. Jangan dijalani? Mungkin jangan sampe kejadian itu berulang lagi seperti kita menjalaninya dulu apalagi kalau itu adalah kejadian yang bikin kita pengen garuk-garuk tanah (ngapain juga yah?)
Berhubung saya adalah orang gak terlalu peduli dengan kebiasaan orang-orang tiap kali ganti tahun dengan segudang resolusi tahunannya. Tahun 2013 inipun saya mulai dengan gitu-gitu aja, gak ada terget apa-apa (sebenarnya salah gak sih kayak gitu?), kayak tulisan yang satu ini yang jujur pas bikin gak jelas banget juntrungannya.
Tapi setelah berpikir dan berpikir, sembari nginget-nginget lagi apa yang terjadi di tahun lalu. Saya mulai mencoba berkata pada diri sendiri bahwa tahun ini saya harus punya persiapan untuk menjalani setiap hari-harinya. Jadi gak banyak waktu yang kebuang gitu aja. Ya, moga aja hari-hari yang dijalani di tahun ini tuh punya makna dan manfaat, minimal buat diri sendiri, syukur-syukur buat orang lain. Amin... Karena mungkin akan ada banyak hal-hal gila yang nanti akan dijumpai ditahun ini. Dan berharap bisa fokus sama diri sendiri yang masih berstatus mahasiswa (baru nyadar berstatus mahasiswa. Kemarin-kemarin? Kemana aja?). Dan kayaknya tahun ini akan lebih sibuk dibanding tahun sebelumnya. Saya harus sangat menyadari hal ini agar gak kejadian lagi kayak semester–semester sebelumnya yang udah ketahuan hasilnya gimana. Gara-gara kurang serius hasilnyapun banyak yang nanggung. Kayak buang air besar tapi gak keluar-keluar, mau udahan gak nyaman, mau lanjut gak enak pula, serasa ada yang ngeganjel gitu. Haha.
Fokus kuliah. Ya benar, mungkin itulah hal paling realistis dalam hidup saya untuk tahun sekarang. Walaupun tentu masih banyak hal lain pula yang harus saya lakukan. Tapi mungkin kuliahlah yang paling utama. Saya harus balik lagi jadi mahasiswa yang baik dan benar. Jadi mahasiswa yang benar-benar mahasiswa. Serius lagi ngikutin alur perkuliahan yang kadang juga bikin kita lupa akan semangat kita buat kuliah. Saya pernah baca sebuah keluhan teman di fb-nya, kurang lebih dia bilang gini ‘kuliah itu kayak diperkosa, kalo gak sanggup ngelawan, ya coba nikmatin aja, walaupun agak terpaksa ntar juga kerasa koq nikmatnya’. Gila juga nih orang ngibaratin kuliah ampe segitunya. Tapi kayaknya ada benarnya juga sih. Karena alasan orang kuliah itukan macem-macem, ada yang terpaksa, sekedar formalitas, pengen eksis, gak ada kerjaan ato udah bener niat kuliah tapi nyasar di jurusan yang salah yang akhirnya bikin semua jadi berantakan. Kalimat diatas mungkin (sekali lagi mungkin ya!) bisa jadi obat pemicu kita buat gerak dan gak nyesel lagi (Tapi inget itu hanya sekedar pengibaratan, jangan sampe pengibaratannya itu yang justru dilakuin. Nenek bilang, itu BERBAHAYA!). Apalagi kuliah itukan mahal, kasian orang tua kita yang udah cape-cape ngebiayain, sayang aja gitu. Karena yang terpenting dalam hidup inikan adalah ketika kita bisa menikmatinya. Kalo kita udah menikmati, apapun yang terjadi, semuanya pasti jadi enak, malah pengen nambah (makan kali nambah).
Well, walaupun tulisan ini terdengar agak gimana gitu, tapi yang jelas ini gak ada maksud apa-apa koq. SUMPAH! Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan saya aja sih kalau-kalau suatu saat saya lupa dengan apa yang pernah saya pikirkan sebelumnya tentang tahun ini. Ya biar tahun ini gak kayak nasi yang udah didiemin beberapa hari alias BASI.
Bismillahirrahmanirrahim....