Tentang ‘RADIOHEAD’

Radiohead Bukan Hanya Sekedar Band. Karena perlu lebih dari sekedar mendengarkan lagunya untuk bisa memahami musiknya.

Review Album Noah “Seperti Seharusnya”

Album “Seperti Seharusnya” ini seakan menjawab semua pertanyaan yang ada selama masa hiatus mereka dari industri musik Indonesia. Sekaligus sebagai hadiah bagi semua sahabat yang telah lama menantikan karya-karya mereka.

Cerpen: Aku, Kamu dan Hujan

"Hujanpun tak lagi turun disini seakan tak mengizinkan kami untuk bertemu lagi seperti dulu. Hari-hari begitu kelam terasa"

Lagu yang Berkesan Selama 2012

Lagu pada dasarnya bukan hanya untuk sekedar didengarkan. Kadang ada lagu yang berkesan dalam kehidupan saat ada moment-moment tersendiri dalam hidup kita.

Tentang Film Animasi di Tahun 2012

Dibalik kesederhanaan cerita, tema atau apapun, film animasi ternyata menyajikan banyak pesan tersirat, sarat akan makna dan banyak hal yang bisa kita ambil dari apa yang disampaikan dari kesederhanaan yang diungkap dalam film animasi.

Sunday, November 17, 2013

Di Film Ini, Membunuh Itu Boleh!



Bingung juga mau ngasih judul ini apa, tapi intinya saya adalah tipikal orang yang suka sekali sama film dimana para tokohnya harus saling membunuh satu sama lain, tak peduli dia itu kawan atau lawan. Pokoknya membunuh adalah keharusan jika ingin bertahan hidup. Dan satu lagi, membunuh adalah peraturan tertulis yang harus ditaati, lebih ekstrim lagi karena peraturan dan kebijakan tersebut dibuat oleh pemerintah. Serem juga ya kalau hal seperti ini ada di dunia nyata.

1.          Battle Royale (2000)

Could you kill your best friend?


Battle Royale bercerita tentang Jepang dimasa depan dimana negara ini sedang ada dalam kekacauan. Kaum muda sampai anak sekolah yang menimbulkan keresahan membuat pemerintah membuat sebuah undang-undang yang disebut Battle Royale Act. Battle Royale ini merupakan sebuah permainan kematian dimana setiap tahun dipilih satu kelas yakni kelas III SMP secara acak oleh pemerintah. Mereka ditempatkan di satu pulau terpencil selama 3 (tiga) hari untuk saling membunuh dan satu orang yang sanggup bertahan adalah pemenangnya.
 Untuk film yang memakai pemeran siswa SMP (walaupun para pemerannya bukanlah siswa SMP sesungguhnya) film ini terlihat sadis dan brutal. Tensi ketegangan bergulir sepanjang durasi film berlangsung. Bagaimana kisah persahabatan yang harus dirusak untuk saling membunuh demi bertahan hidup. Bagaimana sebuah kepercayaan dipertaruhkan disini. Tak ada pilihan selain membunuh atau dibunuh. Film ini sangat menyentuh sisi manusiawi kita. Dari segi teknis, film ini punya jajaran pemeran, dialog, sinematografi dan tata musik yang keren yang membuat film ini semakin mencekam. Tapi disamping menyajikan banyak adegan pembunuhan, darah dimana-mana, film ini masih mampu membuat suasana romansa yang sedikit meredakan suasana mencekam dalam film ini.
Film ini punya sebuah sekuel, namun sayang sekuelnya tidak sebagus film pertamanya.

2.         The Hunger Games (2012)

The games will change everyone. The world will be watching. May the odds be ever in your favor.


Film yang diangkat dari novel berjudul sama ini punya premis cerita yang hampir mirip dengan Battle Royale. Tapi saya tidak terlalu mempermasalahkannya karena The Hunger Games punya sisi lain sendiri dan berbeda dengan Battle Royale.
Sama-sama bersetting dimasa depan, ada sebuah negara bernama Panem yang terbagi ke dalam 12 district yang dipimpin capitol. Setiap tahun capitol mengadakan event, dimana remaja-remaja dari 12 distrcit tersebut dipilih 2 orang untuk bertarung dan saling membunuh dalam permainan The Hunger Games.
Seperti halnya Battle Royale, The Hunger Games juga melibatkan banyak adegan pembunuhan hanya saja disini tidak terlalu berdarah-darah. Film ini lebih menitikberatkan pada perjuangan Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) salah satu peserta untuk bisa survive dan menang dalam permainan ini.

Film ini akan dibuat menjadi trilogi, dimana bagian ketiganya dibuat menjadi 2 bagian dan akan rilis setiap tahun. Sekuelnya Catching Fire yang akan rilis tepat di bulan ini.



3.         The Purge (2013)

Reminder all emergency services will be suspended.


Amerika Serikat di tahun 2022. Dengan tingkat pengangguran dan kejahatan berada pada titik terendah sepanjang masa. Semua terjadi karena satu malam yang disebut ‘The Purge’, dimana perbuatan kriminal dan kejahatan dilegalkan pemerintah. Tak ada layanan keamanan atau kesehatan saat itu. Pokoknya siapapun berhak melakukan kejahatan dan tidak ada hukuman atasnya.
Sejak saya tahu premis cerita The Purge, saya sudah tertarik dengan film ini. Ide ceritanya gila dan tampaknya tak ada alasan untuk tidak menyukai film ini. Film ini juga sempat nangkring di tangga no. 1 box-office menyingkirkan ‘Fast & Furious 6’ waktu itu.
Entah ekspektasinya yang ketinggian atau apa. Saya merasa film ini memiliki sedikit kekurangan. Dengan segala potensi yang sebenarnya bisa membuat film ini lebih besar ternyata hanya bermain aman. Isu-isu politik yang sebenarnya bisa diangkat sebagai pemanis tidak ada disini. Kalau saja mau lebih dieksplor lebih dalam, film ini punya potensi lebih besar sebagai film aksi bunuh-bunuhan yang mencekam. Tapi terlepas dari beberapa catatan tadi, The Purge tetaplah film yang menarik buat saya dengan aksi bunuh membunuhnya.

Saturday, November 2, 2013

Nostalgia Lagu Masa Kecil


Fenomena sekarang bahwa banyak anak-anak Indonesia yang menyanyikan lagu dewasa buat saya bukanlah hal aneh. Karena waktu saya masih kecilpun saya sering mendengarkan dan (mencoba) menyanyikan lagu dewasa pada saat itu. Hanya bedanya, kalau dulu masih banyak lagu anak-anak yang muncul sehingga lagu dewasa yang nempel di otak tidak kalah dengan lagu anak yang memang banyak juga waktu itu. Dan menurut saya, menyukai musik orang dewasa adalah hal yang wajar, karena disanalah selera terhadap musik yang bagus dimulai. Seperti judulnya, ini adalah tentang lagu yang pada masa kecil nempel sekali di ingatan hingga saat ini + band-ya.

1.          Risalah Hati – Dewa
Dari pertama tahu Dewa, lagu ini adalah lagu favorit saya. Bahkan sampai sekarang. Judulnya, liriknya, lagunya, semuanya keren. Lirik lagu ini selalu jadi inspirasi saya buat nulis waktu teman-teman saya nyuruh buatin surat cinta. Waktu lagi rame-ramenya radio lokal di daerah saya,  ‘Risalah Hati’ adalah lagu yang paling sering saya request.


2.         Sebuah Kisah Klasik – Sheila On 7
Tak heran ‘Sheila On 7’ masuk list, karena zaman dulu band ini fenomenal banget. Generasi 2000-an pasti tahu band ini. ‘Sebuah Kisah Klasik’ adalah lagu yang cukup berkesan buat saya. Saya pernah dua kali nyanyiin lagu ini didepan orang-orang. Pertama, didepan teman-teman kelas saat pelajaran kesenian. Kedua didepan anak-anak pramuka + kakak-kakaknya, pas saya dihukum dalam sebuah permainan.


3.         Semua Tak Sama – Padi
‘Padi’ adalah band favorit kakak saya. Sayapun jadi ikut-ikutan suka sama ‘Padi’. Band yang tak pernah ganti personil ini memang salah satu band keren di Indonesia. Musik dan live perform-nya selalu membuat saya terkagum sama band asal Surabaya ini. 


4.        Foto Dalam Dompetmu – Slank
Siapa yang tak kenal band legend yang satu ini. Dari yang muda sampai yang tua. Tak terkecuali saya. Banyak lagu ‘Slank’ yang manis seperti ‘Terlalu Manis’, tapi entah kenapa ‘Foto Dalam Dompetmu’ begitu memorable diotak saya. Saya inget banget waktu lagi suka-sukanya sama ‘Slank’, lagu ini sering banget saya putar, terutama pas pulang sekolah. 


5.         Perihal Cinta – Gigi
Lagu ini mungkin bukanlah lagu yang hits banget dari ‘Gigi’. Dalam beberapa penampilan live-nya pun ‘Gigi’ terbilang jarang bawain lagu ini. Tapi saya inget banget, lagu ini selalu diputar setiap hari menemani saya sebelum berangkat sekolah di siang hari.


6.        Pelangi di Matamu – Jamrud
‘Pelangi di Matamu’ jadi fenomena tersendiri buat band cadas yang satu ini. ‘Pelangi di Matamu’ yang ada di album ‘Ningrat’ yang fenomenal menjadikan ‘Jamrud’ sebagai salah satu band yang dikenal semua kalangan. Pak SBY pun bawain lagu ini waktu nyalonin presiden tahun 2004.


7.         Kesepian Kita – Pas Band
Lagu yang juga ada di Film fenomenal Indonesia ‘Ada Apa Dengan Cinta’ ini, juga tak lepas dari pendengaran saya. Salah satu lagu ‘Pas Band’ yang easy listening. Sederhana tapi manis. 


8.        Radja – /rif
Awal tahu /rif, waktu itu di sebuah acara musik malam di TV, saya inget banget /rif lagi live bawain lagu ‘Radja’ dan ‘Andy’ sang vokalis didandani bak raja, duduk di singgasana, dibopong para pengawal. Band ini emang Rock abis! Saya jadi makin suka sama musik rock gara-gara sering dengerin lagu /rif. 

 
Beberapa band diatas adalah band-band yang dulu mengisi waktu-waktu saya SD (1998-2004), selain itu mungkin ada beberapa nama macam Stinky, Base Jam, Boomerang, Naif, Tipe-X dan band-band yang muncul di akhir 90-an & awal 2000-an yang gak kalah kerennya. Saya juga mengenal ‘Iwan Fals’ di masa itu.
Awalnya saya bukanlah penggemar musik luar. Karena, saat itu saya merasa bahwa musik Indonesia keren-keren dan emang gak kalah sama musik luar. Tak banyak yang saya tahu soal musik luar, mungkin saya hanya tahu beberapa nama macam Nirvana, Radiohead, Linkin Park yang waktu itu lagi jaya-jayanya dan beberapa nama lainnya.
Tahun 2006, saya masih merasa musik Indonesia keren. Sampai masuk tahun 2007, waktu itu konon ada sebuah band yang lagu-lagunya terkenal tapi pas main live kacau. Alhasil, demi satu kepentingan kualitaspun jadi terabaikan. Saya beranggapan dari sinilah awal mula musisi Indonesia membudayakan lip-synch, belum lagi di tahun tersebut muncul acara-acara musik yang kita kenal sampai sekarang. Dari sana saya mulai bosen sama musik Indonesia dan langsung lari ke musik-musik luar.
Kalau dibandingkan, band atau musisi zaman dulu dengan zaman sekarang jelas sekali perbedaannya. Band saja misalnya, band zaman sekarang memang lebih banyak daripada band-band zaman dulu. Tapi yang memorable tak banyak di zaman sekarang. Bahkan ada yang muncul dan tiba-tiba menghilang begitu saja. Soal kualitaspun, saya merasa band-band zaman dulu masih lebih bagus dari zaman sekarang. Selain itu, dulu kayaknya banyak TV swasta yang punya acara musik yang keren-keren dan tentu perform-nya live. Beda sama sekarang, bahkan di acara yang musik yang cukup besarpun terkadang masih ada band yang lip-synch. Menyedihkan. Makin menyedihkan lagi anak-anak zaman sekarang. Udah gak ada lagu anak-anaknya, dikasih lagi lagu-lagu zaman sekarang yang...??? Ya seperti itulah.

One Last Night



“When you feel so tired but you can't sleep. Stuck in reverse”
Fix You – Coldplay

Duduk ditepian atap, menengadah ke langit, mainkan gitar sambil chating-an sama bintang
Petikan gitar mengalun menyanyikan suara dari setiap lara kehidupan, mengisi dingin dan gelapnya malam
Suara yang diterbangkan hembusan angin ke langit menembus batas jangkauan khayal

Melukis langit dengan rasi bintang terindah
Berharap ada kilatan pelangi di atas sana, Iris-nya Goo Goo Dolls mengalun pelan
“And I’d give up forever to touch you, ‘cause I know that you feel me somehow”
“And I don’t want the world to see me, ‘cause I don’t think that they’d understand”

Chord A untuk Fake Plastic Tree-nya Radiohead lalu terdengar, mengalir begitu saja
Sampai akhirnya...
“If I could be who you wanted, if I could be whou wanted all the time, all the time”
...Semoga saja dunia dan segala isinya ini bukanlah ‘Fake Plastic Tree’...

Malam tetap gelap dan semakin pekat, hanya kucing liar yang mencoba mendekat
Medley Anyer 10 Maret dan Terbunuh Sepi-nya Slank, menambah sendunya malam
“Malam ini kembali sadari ku sendiri...” “...Sepi membunuhku”

Bertanya dalam hati, adakah dimensi dimana diri kita yang lain melakukan hal berbeda dari yang dilakukan sekarang? Sedang apakah diri ini disana?
“Katakan, katakan awal semula. Karena akhirnya begitu berat terasa”
 “Aku tak ingin terbangun, terbangun sendiri. Aku tak ingin terjaga, terjaga tanpaMu”
Terbangun Sendiri – Noah

Malam tetaplah malam. Dan sesekali bulan mengintip ditengah gumpalan awan hitam
I'm a silhouette asking every now and then
But the more I try to move on, the more I feel alone
So I watch the summer stars to lead me home
Silhouette – Owl City

Flashback masa lalu. Terbenam dalam ingatan dan kenangan
Gravity is working against me
And gravity wants to bring me down
Gravity – John Mayer

Melewati saat-saat seperti ini di malam hari, sejenak meringankan beban dan merasakan indahnya bernafas
Waktu terus berlalu, matapun tak bisa melawan letih saat Sleeping Pills-nya Suede bergulir lembut dalam temaram
“Angels don’t take those sleeping pills. You don’t need them”

Merenungi makna kehidupan, menghayati kesunyian malam
I Won’t Give Up - Jason Mraz menjadi sebuah penutupan manis untuk satu malam ini

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up, still looking up

I won't give up on us
God knows I'm tough, He knows
We got a lot to learn
God knows we're worth it