Album “Seperti Seharusnya” ini seakan menjawab semua pertanyaan yang ada selama masa hiatus mereka dari industri musik Indonesia. Sekaligus sebagai hadiah bagi semua sahabat yang telah lama menantikan karya-karya mereka.
Lagu pada dasarnya bukan hanya untuk sekedar didengarkan. Kadang ada lagu yang berkesan dalam kehidupan saat ada moment-moment tersendiri dalam hidup kita.
Dibalik kesederhanaan cerita, tema atau apapun, film animasi ternyata menyajikan banyak pesan tersirat, sarat akan makna dan banyak hal yang bisa kita ambil dari apa yang disampaikan dari kesederhanaan yang diungkap dalam film animasi.
Bingung juga mau ngasih
judul ini apa, tapi intinya saya adalah tipikal orang yang suka sekali sama film
dimana para tokohnya harus saling membunuh satu sama lain, tak peduli dia itu
kawan atau lawan. Pokoknya membunuh adalah keharusan jika ingin bertahan hidup.
Dan satu lagi, membunuh adalah peraturan tertulis yang harus ditaati, lebih
ekstrim lagi karena peraturan dan kebijakan tersebut dibuat oleh pemerintah.
Serem juga ya kalau hal seperti ini ada di dunia nyata.
1.Battle
Royale (2000)
Could you kill your best friend?
Battle Royale bercerita
tentang Jepang dimasa depan dimana negara ini sedang ada dalam kekacauan. Kaum
muda sampai anak sekolah yang menimbulkan keresahan membuat pemerintah membuat
sebuah undang-undang yang disebut Battle Royale Act. Battle Royale ini
merupakan sebuah permainan kematian dimana setiap tahun dipilih satu kelas
yakni kelas III SMP secara acak oleh pemerintah. Mereka ditempatkan di satu
pulau terpencil selama 3 (tiga) hari untuk saling membunuh dan satu orang yang
sanggup bertahan adalah pemenangnya.
Untuk film yang memakai pemeran siswa SMP (walaupun para pemerannya bukanlah siswa SMP
sesungguhnya) film ini terlihat sadis dan brutal. Tensi ketegangan bergulir
sepanjang durasi film berlangsung. Bagaimana kisah persahabatan yang harus
dirusak untuk saling membunuh demi bertahan hidup. Bagaimana sebuah kepercayaan
dipertaruhkan disini. Tak ada pilihan selain membunuh atau dibunuh. Film ini
sangat menyentuh sisi manusiawi kita. Dari segi teknis, film ini punya jajaran
pemeran, dialog, sinematografi dan tata musik yang keren yang membuat film ini
semakin mencekam. Tapi disamping menyajikan banyak adegan pembunuhan, darah
dimana-mana, film ini masih mampu membuat suasana romansa yang sedikit
meredakan suasana mencekam dalam film ini.
Film ini punya sebuah sekuel, namun
sayang sekuelnya tidak sebagus film pertamanya.
2.The
Hunger Games (2012)
The games will change everyone. The world will be
watching. May the odds be ever in your favor.
Film yang diangkat dari
novel berjudul sama ini punya premis cerita yang hampir mirip dengan Battle
Royale. Tapi saya tidak terlalu mempermasalahkannya karena The Hunger Games
punya sisi lain sendiri dan berbeda dengan Battle Royale.
Sama-sama bersetting
dimasa depan, ada sebuah negara bernama Panem yang terbagi ke dalam 12 district
yang dipimpin capitol. Setiap tahun capitol mengadakan event, dimana
remaja-remaja dari 12 distrcit tersebut dipilih 2 orang untuk bertarung dan
saling membunuh dalam permainan The Hunger Games.
Seperti halnya Battle
Royale, The Hunger Games juga melibatkan banyak adegan pembunuhan hanya saja
disini tidak terlalu berdarah-darah. Film ini lebih menitikberatkan pada
perjuangan Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) salah satu peserta untuk bisa
survive dan menang dalam permainan ini.
Film ini akan dibuat
menjadi trilogi, dimana bagian ketiganya dibuat menjadi 2 bagian dan akan rilis
setiap tahun. Sekuelnya Catching Fire yang akan rilis tepat di bulan ini.
3.The
Purge (2013)
Reminder all emergency services will be suspended.
Amerika Serikat di tahun
2022. Dengan tingkat pengangguran dan kejahatan berada pada titik terendah
sepanjang masa. Semua terjadi karena satu malam yang disebut ‘The Purge’, dimana
perbuatan kriminal dan kejahatan dilegalkan pemerintah. Tak ada layanan
keamanan atau kesehatan saat itu. Pokoknya siapapun berhak melakukan kejahatan
dan tidak ada hukuman atasnya.
Sejak saya tahu premis
cerita The Purge, saya sudah tertarik dengan film ini. Ide ceritanya gila dan
tampaknya tak ada alasan untuk tidak menyukai film ini. Film ini juga sempat
nangkring di tangga no. 1 box-office
menyingkirkan ‘Fast & Furious 6’ waktu itu.
Entah ekspektasinya yang
ketinggian atau apa. Saya merasa film ini memiliki sedikit kekurangan. Dengan
segala potensi yang sebenarnya bisa membuat film ini lebih besar ternyata hanya
bermain aman. Isu-isu politik yang sebenarnya bisa diangkat sebagai pemanis
tidak ada disini. Kalau saja mau lebih dieksplor lebih dalam, film ini punya
potensi lebih besar sebagai film aksi bunuh-bunuhan yang mencekam. Tapi
terlepas dari beberapa catatan tadi, The Purge tetaplah film yang menarik buat
saya dengan aksi bunuh membunuhnya.
Fenomena
sekarang bahwa banyak anak-anak Indonesia yang menyanyikan lagu dewasa buat
saya bukanlah hal aneh. Karena waktu saya masih kecilpun saya sering
mendengarkan dan (mencoba) menyanyikan lagu dewasa pada saat itu. Hanya
bedanya, kalau dulu masih banyak lagu anak-anak yang muncul sehingga lagu
dewasa yang nempel di otak tidak kalah dengan lagu anak yang memang banyak juga
waktu itu. Dan menurut saya, menyukai musik orang dewasa adalah hal yang wajar,
karena disanalah selera terhadap musik yang bagus dimulai. Seperti judulnya,
ini adalah tentang lagu yang pada masa kecil nempel sekali di ingatan hingga
saat ini + band-ya.
1.Risalah
Hati – Dewa
Dari pertama tahu Dewa, lagu ini adalah
lagu favorit saya. Bahkan sampai sekarang. Judulnya, liriknya, lagunya,
semuanya keren. Lirik lagu ini selalu jadi inspirasi saya buat nulis waktu
teman-teman saya nyuruh buatin surat cinta. Waktu lagi rame-ramenya radio lokal
di daerah saya,‘Risalah Hati’ adalah
lagu yang paling sering saya request.
2.Sebuah
Kisah Klasik – Sheila On 7
Tak heran ‘Sheila On 7’ masuk list,
karena zaman dulu band ini fenomenal banget. Generasi 2000-an pasti tahu band
ini. ‘Sebuah Kisah Klasik’ adalah lagu yang cukup berkesan buat saya. Saya
pernah dua kali nyanyiin lagu ini didepan orang-orang. Pertama, didepan teman-teman
kelas saat pelajaran kesenian. Kedua didepan anak-anak pramuka + kakak-kakaknya, pas saya dihukum dalam
sebuah permainan.
3.Semua
Tak Sama – Padi
‘Padi’ adalah band favorit kakak
saya. Sayapun jadi ikut-ikutan suka sama ‘Padi’. Band yang tak pernah ganti
personil ini memang salah satu band keren di Indonesia. Musik dan live
perform-nya selalu membuat saya terkagum sama band asal Surabaya ini.
4.Foto
Dalam Dompetmu – Slank
Siapa yang tak kenal band legend yang satu ini. Dari yang muda
sampai yang tua. Tak terkecuali saya. Banyak lagu ‘Slank’ yang manis seperti ‘Terlalu
Manis’, tapi entah kenapa ‘Foto Dalam Dompetmu’ begitu memorable diotak saya. Saya inget banget waktu lagi suka-sukanya
sama ‘Slank’, lagu ini sering banget saya putar, terutama pas pulang sekolah.
5.Perihal
Cinta – Gigi
Lagu ini mungkin bukanlah lagu yang
hits banget dari ‘Gigi’. Dalam beberapa penampilan live-nya pun ‘Gigi’
terbilang jarang bawain lagu ini. Tapi saya inget banget, lagu ini selalu
diputar setiap hari menemani saya sebelum berangkat sekolah di siang hari.
6.Pelangi
di Matamu – Jamrud
‘Pelangi
di Matamu’ jadi fenomena tersendiri buat band cadas yang satu ini. ‘Pelangi di Matamu’
yang ada di album ‘Ningrat’ yang fenomenal menjadikan ‘Jamrud’ sebagai salah
satu band yang dikenal semua kalangan. Pak SBY pun bawain lagu ini waktu
nyalonin presiden tahun 2004.
7.Kesepian
Kita – Pas Band
Lagu yang juga ada di Film fenomenal
Indonesia ‘Ada Apa Dengan Cinta’ ini, juga tak lepas dari pendengaran saya.
Salah satu lagu ‘Pas Band’ yang easy listening. Sederhana tapi manis.
8.Radja
– /rif
Awal tahu /rif, waktu itu di sebuah
acara musik malam di TV, saya inget banget /rif lagi live bawain lagu ‘Radja’
dan ‘Andy’ sang vokalis didandani bak raja, duduk di singgasana, dibopong para
pengawal. Band ini emang Rock abis! Saya jadi makin suka sama musik rock
gara-gara sering dengerin lagu /rif.
Beberapa
band diatas adalah band-band yang dulu mengisi waktu-waktu saya SD (1998-2004),
selain itu mungkin ada beberapa nama macam Stinky, Base Jam, Boomerang, Naif, Tipe-X dan
band-band yang muncul di akhir 90-an & awal 2000-an yang gak kalah
kerennya. Saya juga mengenal ‘Iwan Fals’ di masa itu.
Awalnya
saya bukanlah penggemar musik luar. Karena, saat itu saya merasa bahwa musik
Indonesia keren-keren dan emang gak kalah sama musik luar. Tak banyak yang saya
tahu soal musik luar, mungkin saya hanya tahu beberapa nama macam Nirvana,
Radiohead, Linkin Park yang waktu itu lagi jaya-jayanya dan beberapa nama
lainnya.
Tahun
2006, saya masih merasa musik Indonesia keren. Sampai masuk tahun 2007, waktu
itu konon ada sebuah band yang lagu-lagunya terkenal tapi pas main live kacau. Alhasil,
demi satu kepentingan kualitaspun jadi terabaikan. Saya beranggapan dari
sinilah awal mula musisi Indonesia membudayakan lip-synch, belum lagi di tahun
tersebut muncul acara-acara musik yang kita kenal sampai sekarang. Dari sana
saya mulai bosen sama musik Indonesia dan langsung lari ke musik-musik luar.
Kalau
dibandingkan, band atau musisi zaman dulu dengan zaman sekarang jelas sekali
perbedaannya. Band saja misalnya, band zaman sekarang memang lebih banyak
daripada band-band zaman dulu. Tapi yang memorable
tak banyak di zaman sekarang. Bahkan ada yang muncul dan tiba-tiba menghilang
begitu saja. Soal kualitaspun, saya merasa band-band zaman dulu masih lebih
bagus dari zaman sekarang. Selain itu, dulu kayaknya banyak TV swasta yang
punya acara musik yang keren-keren dan tentu perform-nya live. Beda sama
sekarang, bahkan di acara yang musik yang cukup besarpun terkadang masih ada
band yang lip-synch. Menyedihkan. Makin menyedihkan lagi anak-anak zaman
sekarang. Udah gak ada lagu anak-anaknya, dikasih lagi lagu-lagu zaman sekarang
yang...??? Ya seperti itulah.