Album “Seperti Seharusnya” ini seakan menjawab semua pertanyaan yang ada selama masa hiatus mereka dari industri musik Indonesia. Sekaligus sebagai hadiah bagi semua sahabat yang telah lama menantikan karya-karya mereka.
Lagu pada dasarnya bukan hanya untuk sekedar didengarkan. Kadang ada lagu yang berkesan dalam kehidupan saat ada moment-moment tersendiri dalam hidup kita.
Dibalik kesederhanaan cerita, tema atau apapun, film animasi ternyata menyajikan banyak pesan tersirat, sarat akan makna dan banyak hal yang bisa kita ambil dari apa yang disampaikan dari kesederhanaan yang diungkap dalam film animasi.
Susah
susah mudah sebenarnya membuat daftar film terbaik dalam satu tahun. Ya, selain karena memang begitu banyak film bagus
di luar sana, menyeleksi dan membuatnya menjadi sebuah urutan sistematis juga
bukanlah hal yang mudah.
Dan
karena yang terbaik menurut kita tak berarti juga yang terbaik menurut orang
lain. Maka dari itu, saya buat jadi lebih sederhana. Ini adalah daftar film (kalau
nggak mau disebut terbaik) yang berhasil memberi banyak kesan dan kepuasan
menonton selama tahun 2014 lalu.
Masih
banyak film di tahun 2014 yang belum sempat saya tonton, terutama film-film
yang banyak masuk nominasi di berbagai ajang award, seperti ‘Birdman’, ‘The Imitation Game’, ‘Selma’, ‘Whiplash’ dll. Jadi film-film tersebut tidak akan ada dalam daftar. Namun
seandainya sudah ditonton, ada kemungkinan film-film tersebut masuk dalam daftar. Untuk film terjelek tahun 2014 versi saya adalah 'Crows Explode'. Dan sejujurnya saya sangat, sangat, sangat, sangat menyesal nonton film tersebut. Ini serius. Lagipula, koq bisa-bisanya saya membuang-buang waktu dua jam saya untuk menonton film tersebut. Crows Explode adalah film yang benar-benar membuat saya menyesal sudah menontonnya. Ya, mungkin saat itu saya sedang khilaf.
Dan tanpa basa-basi lagi, berikut 10 film terbaik 2014 versi saya.
Honorable mentions:
Enemy (Denis Villeneuve), Guardians of the Galaxy (James Gunn), Locke (Steven Knight), Edge of Tomorrow (Doug Liman), Begin Again (John
Carney), Snowpiercer (Bong Joon-Ho),
The Immigrant (James Gray), The LEGO Movie (Phil Lord &
Christopher Miller), The Raid 2:
Berandal (Gareth Evans), Captain
America: The Winter Soldier (Anthony & Joe Russo)
#10
The Babadook (Jennifer Kent)
Dari
tangan seorang perempuan bernama Jennifer Kent, lahirlah sajian horor terbaik
tahun ini. Sebuah cerita sederhana yang sanggup menantang rasa takut. Atmosfer creepy dan depressing yang kental melebur
bersama dongeng klasik anak-anak ini.
#9
Under the Skin (Jonathan Glazer)
Bersama
aura pekat, dingin, sunyi dan misteriusnya, sesosok alien hadir dalam wujud
Scarlett Johansson. Memangsa para korbannya dengan caranya sendiri.
Menghadirkan atmosfer kengerian dalam setiap gambar dan suara yang (terasa) tak
biasa.
#8
Frank (Lenny Abrahamson)
Michael
Fassbender mengekspoitasi hampir seluruh scene-nya
dengan menutupi wajahnya memakai topeng berkepala besar. Unik, aneh tapi menarik. Terlepas dari segala keanehan yang dimilikinya, ‘Frank’ adalah sebuah
eksplorasi musik tak biasa dalam sebuah drama menggugah tentang krisis
identitas.
#7
X-Men: Days of Future Past (Bryan Singer)
Sebuah
ide brilian dari seorang Bryan Singer ketika menggabungkan mutan masa lalu dan
masa kini. Menjadikan 'Days of Future Past' sebagai benang merah semua film X-Men. Bukan hanya menyelamatkan masa depan para mutant. Tapi juga menyelamatkan
masa depan franchise X-Men itu sendiri. [Review]
#6
The Grand Budapest Hotel (Wes Anderson)
Petualangan
menyenangkan dalam balutan visual eye
candy yang menyatu dengan segala keunikan di film ini. Bumbu-bumbu komedi
khas Wes Anderson sangat efektif menangkap moment-moment seru yang tersaji
disini.
#5
Nightcrawler (Dan Gilroy)
Ketika
mata kamera menjamah sudut-sudut ‘malam’ kota. Merekam jejak kriminal bersama ‘ambisi’
besar manusia yang tak berbatas. Menawarkan ketakutan dalam pekatnya ‘malam’. Sebuah
pesan satir yang menyentuh sisi gelap dunia jurnalistik.
#4
Gone Girl (David Fincher)
David
Fincher membuat sebuah premis sederhana menjadi sebuah sajian thriller kelam yang menegangkan. Menebar
kepingan puzzle untuk coba dirangkai
penonton, yang kemudian ditelanjangi dengan twist
yang disiapkannya.
#3
Her (Spike Jonze)
Entah bagaimana Spike Jonze mengolah
ide absurd-nya (manusia yang jatuh cinta pada OS) menjadi rangkaian script yang begitu indah. Bahkan bukan
hanya tentang kisah cinta absurd itu saja, ada selipan satir sosial yang
dihadirkan Jonze lewat Joaquin Phoenix yang kesepian.
#2
Boyhood (Richard Linklater)
Mungkin
hanya seorang Richard Linklater-lah yang punya ide menahkodai sebuah film dengan
masa pembuatan waktu mencapai 12 tahun. Hebatnya, selama kurun waktu tersebut, Richard
Linklater dan timnya berhasil mempertahankan kualitas filmnya dengan konsisten.
Finally, lahirlah sebuah drama coming of age manis yang luar biasa.
#1
Interstellar (Christopher Nolan)
Upaya
Christopher Nolan menyatukan love &
science dalam sebuah ekspedisi luar angkasa telah memberikan sebuah
pengalaman sinematik yang sangat berkesan buat saya tahun ini. Tidak hanya
teori sainsnya yang terasa dekat, ada kemegahan dalam sisi visualnya yang begitu
emosional. [Review]
Ini
adalah review pendek yang sempat saya post di facebook, tentang dua anime
yang saya tonton yaitu ‘‘Sword
Art Online’ & Attack on Titan’ aka ‘Shingeki no Kyojin’.
Sword
Art Online (2012)
Katanya dan banyak juga yang bilang
anime adaptasi novel ringan karangan Reki Kawahara ini punya kisah yang seru.
Tapi ternyata hal itu tidak terjadi buat saya. Karakternya tidak menarik begitu
pula kisahnya yang membosankan. Episode 1 (Ok),
episode 2 (Ngantuk), episode 3 (Tidur), episode 4 (Tidak mau nonton lagi). Entah kenapa saya tidak bisa menikmati
'Sword Art Online' yang ternyata tidak lebih dari kisah petualangan seri
pokemon yang muncul tiap minggu pagi di televisi nasional. Salah satu anime
yang tidak bisa memberi hati buat penontonnya. Dalam dua tahun terakhir, 'Sword
Art Online' memang cukup populer bahkan yang keduanya juga sudah mengudara.
Namun tetap saja, 'Sword Art Online' itu tidak menarik (terutama buat saya). [https://www.facebook.com/iim.alimran,
November 30, 2014] Skor: 6.5/10
Attack
on Titan (2013)
Kalau 'Psycho-Pass' itu contoh anime
bagus, maka 'Attack on Titan' adalah contoh anime seru (baca: rame) --> bagus & rame = beda. Inilah yang dimaksud dengan
tontonan yang ngasih hati buat penontonnya. Kita diajak untuk peduli pada nasib
setiap karakternya, membawa emosi kita bercampur seiring bergulirnya episode
demi episode. Separuh awalnya adalah moment yang begitu emosional buat 'Attack
on Titan'. Meski di separuh akhirnya mengalami penurunan tensi, tapi tetap saja
kelanjutan kisah Eren Jaeger dkk masih membuat penasaran. Masih terlalu banyak
pertanyaan yang berkecamuk di kepala dan belum sempat terjawab. Namun sayangnya
kita harus sabar menunggu, karena season 2-nya baru akan mengudara tahun 2016
nanti. [https://www.facebook.com/iim.alimran, December 1, 2014] Skor: 8.7/10
“Dunia ini memiliki
dua dimensi layaknya cermin, yaitu dunia yang ditempati manusia (Assiah) dan
dunia yang ditempati iblis (Gehenna). Iblis bisa masuk ke dalam Assiah dengan
merasuki apapun yang ada. Menyatukan Assiah dan Gehenna adalah hal mustahil.
Namun Satan sang raja iblis yang tidak memiliki wujud ingin menyatukan dua
dimensi tersebut dalam satu dunia. Rin Okumura yang notabene adalah anaknya,
akan jadi rencana besar untuk mewujudkan keinginan itu”
‘Ao
no Exorcist’ adalah sebuah serial anime yang mulai mengudara di Jepang dibawah
naungan A-1 Pictures. Disiarkan oleh MBS terhitung sejak tanggal 17 April 2011.
Kisahnya diambil dari cerita manga karya Kazue Kato. Menceritakan tentang
Okumura Rin, seorang anak Satan yang mempunyai kekuatan Satan, namun tidak
mampu mengendalikannya. Di lain pihak, peristiwa yang menimpa keluarganya
membuat ia bertekad ingin membunuh Satan.
Selalu
menarik rasanya melihat sebuah anime dengan premis cerita manusia dengan
iblis/setan/makhluk halus sejenis. Plus dengan karakter utama yang menggunakan
pedang sebagai senjatanya. Hal itu mengingatkan saya akan anime favorit saya
sepanjang masa, ‘Bleach’. Kira-kira seperti itulah kesan pertama saya tentang
anime berjudul ‘Ao o Exorcist’ ini.
Kesan
pertama akan selalu memnimbulkan sebuah ekspektasi liar dalam diri kita. Yang
justru bisa jadi bumerang apabila ekspektasi tersebut tak sesuai dengan yang
diharapkan. Tapi juga bisa memberi kenikmatan yang tak terkira ketika
ekspektasi yang telah ditetapkan terlampaui dengan apa yang dihadirkan. Nah
bagaimana dengan ‘Ao no Exorcist’ ini?
Honestly, saya harus bilang ‘Ao no Exorcist’
tidak berjalan sesuai ekspektasi saya. Dan memang hal itu menimbulkan rasa
kurang nikmat ketika menontonnya episode demi episode. Namun biarpun begitu
saya masih bisa memaafkan hal itu. Sehingga saya terus menontonnya sampai
selesai.
Hal
pertama yang sebenarnya harus saya sadari adalah genre anime ini adalah action, supernatural, comedy. Ya, ada
komedi disana. Bukan berarti saya tidak menyukai komedi tapi entah kenapa
komedi disini terlalu bodoh buat saya. Terkesan sangat kekanak-kanakan. Sehingga
karena seringnya melakukan hal konyol, esensi ceritanya jadi sering terlupakan.
Actually, bukan hanya selipan komedinya saja
yang terlalu over sehingga menurunkan
intensitas cerita. Faktor episode yang terus berputar-putar juga turut membuat
anime ini terasa berlama-lama di awal. Saya melihat itu dari 10 (sepuluh)
episode pertamanya yang terasa seperti hanya pengulangan episode yang
sudah-sudah saja. Mungkin memang hal itu dimaksudkan untuk mengenalkan masing-masing
karakter, namun dengan episode yang bergulir begitu panjang, karakter-karekter yang
ada tidak begitu tergali perkembangannya. Bahkan untuk karakter utamanya, melihat
panjangnya episode perkembangan karakternya terasa kurang maksimal.
3
(tiga) episode pertamanya sesungguhnya berjalan sangat baik. Kita mulai
diperkenalkan pada tokoh utamanya dan permasalahan apa yang dihadapinya. Saya merasa
ada konflik besar yang menanti di episode-episode mendatang. Namun ketika
episode terus bergulir, antusiasme saya perlahan mulai memudar (mungkin karena faktor diatas). Baru
ketika dalam satu episode di taman bermain (saya
lupa episode berapa), tokoh Amaimon dan Shura mulai muncul secara nyata. Antusiasme
mulai muncul kembali namun sayangnya tidak seperti pertama kali. Dan memang
setelah itu, ‘Ao no Exorcist’ mulai memadatkan ceritanya sedikit demi sedikit
dan kembali menemukan esensi ceritanya. Klimaksnya mungkin agak sedikit terlalu
cepat dan masih kurang greget namun tetap terasa pas untuk mengakhiri kisahnya.
Good.
Mengingat
premis, unsur komedi, cara bercanda dan adegan pertarungannya yang agak mirip
atau setipe sama ‘Bleach’. ‘Ao no Exorcist’ itu jadi seperti versi ringan dari
‘Bleach’. Dan sekali lagi, ‘Ao no Exorcist’ bukanlah anime yang buruk. Masih
masuk dalam kategori lumayan. Memang tidak sesuai ekspektasi, jadinya tidak
terlalu spesial buat saya. Tapi masih direkomendasikan sebagai tontonan santai,
ringan, lucu, tidak terlalu serius dan cukup menghibur. Skor: 7.0/10
2014
telah berlalu dan mari kita jelang 2015 dengan seabrek film yang telah menanti.
Film-film yang hadir di 2015 juga tidak kalah mentereng dibanding 2014. Bahkan menurut
saya lebih ramai daripada sebelumnya. Akan banyak film baru hadir di 2015, baik
film dengan ide yang baru, adaptasi, sekuel, remake ataupun reboot.
Sutradara-sutradara jempolan juga banyak mengisi spot untuk merilis filmnya di
2015. Film-film besar peraup pundi-pundi dolarpun bertebaran di 2015 ini. Adakah yang anda tunggu?
Meneruskan
tradisi awal tahun di blog ini, saya kembali iseng membuat daftar film
yang jadi most anticipated movies di 2015 (tentunya versi saya
sendiri). Dan berikut 15 film yang menurut saya layak ditunggu
kehadirannya.
1.Inherent
Vice (Paul Thomas Anderson)
Paul Thomas Anderson adalah sekian dari sutradara yang
mampu mempertahankan kualitas filmnya. Memang saya belum nonton semua film PTA,
tapi tak dipungkiri dari beberapa film PTA yang telah saya tonton, saya sadar PTA
itu bukan sutradara biasa. Maka tak berlebihan kalau ‘Inherent Vice’ yang
merupakan karya terbarunya menjadi film yang saya tunggu.P.S. Karena saya belum nonton film ini
tahun lalu, jadi saya memasukkan ‘Inherent Vice’ dalam daftar ini.
2.Fifty
Shades of Grey (Sam Taylor-Johnson)
Jauh sebelum rencana rilisnya tepat di hari valentine
nanti, ’50 Shades of Grey’ memang sudah menimbulkan banyak kontroversi. Bahkan
bukunya juga tak kalah kontroversial. Saya juga tidak tahu kenapa memasukkan
film ini dalam list, tapi yang pasti
trailer film ini menempati urutan teratas sebagai trailer film yang paling
banyak ditonton (setidaknya sampai saat
ini). Dengan kata lain, banyak orang yang penasaran jugakan? Sekontroversial
apakah kisah cinta miliarder sukses dengan mahasiswi ini?
3.Chappie
(Neil Blomkamp)
Bagaimana jika Hugh Jackman kembali satu frame bersama robot seperti ‘Real Steel’
namun dengan cita rasa ‘District 9’ dan ‘Elysium’? Maka ‘Chappie’ adalah
jawabannya. Dan jika anda menyukai ketiganya, mungkin anda akan setuju dengan
saya untuk menanti karya terbaru dari Neil Blomkamp ini.
4.Child
44 (Daniel Espinosa)
‘Child 44’ diadaptasi dari novel berjudul sama karya
Tom Rob Smith. Mengambil set di Uni Soviet (sebelum terbentuknya Rusia) dengan
mengusung drama-thriller yang langsung mengundang perhatian saya. Apalagi
‘Child 44’ dibintangi Tom Hardy yang sukses sebagai one man show dalam ‘Locke’ tahun lalu.
5.Avengers:
Age of Ultron (Joss Whedon)
Jujur saya bukanlah fans superhero Marvel, tapi
menikmati universe superhero Marvel
dalam medium film memang selalu menjadi
hal menarik dewasa ini. Apalagi ketika phase MCU sudah mendekati akhir. Karena
apa? Karena selalu ada kumpulan superhero yang sebelumnya tampil solo bersatu
dalam satu frame. Yes, that’s The Avengers. Setelah tampil
menghibur di seri pertamanya, resep apa lagi yang akan dihidangkan Joss Whedon
kali ini?
6.Inside
Out (Pete Docter)
Pasca ‘Toy Story 3’, film animasi rilisan Pixar sampai saat
ini memang tampil kurang memuaskan. Namun di 2015 saya sedikit berharap pada
film terbarunya ‘Inside Out’. Mengusung premis yang unik tentang emosi dalam diri seorang anak. Film ini menjadi layak ditunggu. Ya, semoga
saja kita kembali mendapatkan kenikmatan menonton film Pixar seperti ‘Ratattouille’,
‘Wall-E’, ‘Up’ atau ‘Toy Story 3’ lagi.
7.Crimson
Peak (Guillermo del Toro)
Saya tidak terlalu menyukai ‘Pacific Rim’ 2013 lalu,
namun ketika mendengar Guillermo del Toro akan membuat film baru dengan semangat
horor gelap dan gothic yang jadi
kegemarannya. Saya langsung tertarik dengan film yang berjudul ‘Crimson Peak’
ini. Ber-setting dalam mansion tua
yang angker, del Toro berjanji akan membawa tone
mencekam disini.
8.Knight
of Cups & Untitled Terrence Malick Project (Terrence Malick)
Setelah tampil dengan judul misteriusnya, akhirnya
Terrence Malick membocorkan juga salah satu film terbarunya yaitu ‘Knight of
Cups’. Meski film satunya lagi masih punya judul ‘Untitled Terrence Malick
Project’. Saya sebenarnya tidak tahu apakah film ini akan rilis tahun ini atau
tidak. Tapi berharap sajalah semoga memang benar bisa rilis tahun ini. Trailer
‘Knight of Cups’ juga sudah dirilis.
9.Untitled
Cold War Spy Thriller (Steven Spielberg)
Filmnya disutradarai oleh Steven Spielberg. Script-nya ditulis Coen bersaudara.
Bintang utamanya Tom Hanks. Melihat tiga hal tadi saja rasanya sudah tergiur.
Belum lagi kali ini Spielberg mengusung tema thriller untuk film yang
kemungkinan akan mempunyai judul ‘St. James Place’ ini. Plotnya sendiri
diangkat dari kisah nyata tentang insiden U-2 dimasa perang dingin tahun ’60.
Foto set film yang memperlihatkan Spielberg & Hanks sedang berbincang
10.Untitled
Cameron Crowe Project (Cameron Crowe)
Rasanya kangen juga tidak menikmati karya Cameron Crowe
setelah terakhir melihat ‘We Bought a Zoo’ 2011 lalu. Dan dengan dukungan cast yang asyik, rasanya karya terbaru
Cameron Crowe ini memang patut ditunggu.
11.Silence
(Martin Scorsese)
Martin Scorsese boleh saja sudah berumur. Namun semakin
tua, hasil karyanya justru tidak mengecewakan. Bisa dilihat dari 3 (tiga) film
sebelumnya yang berada dibawah naungan Paramout Pictures, Shutter Island
(2010), Hugo (2011) dan The Wolf of Wall Street (2013). Dan dalam kerjasama
ke-4 kalinya bersama Paramount ini, saya sangat menanti akan seperti apa film
religi ini ditangan Scorsese.
12.Sicario
(Denis Villeneueve)
Tiga film Villeneuve yang telah saya tonton, Incendies
(2009), Prisoners (2013) dan Enemy (2014), semuanya tidak ada yang
mengecewakan. Bahkan saya sangat suka dengan ‘Incendies’ dan ‘Prisoners’. Dan
ketika tahun 2015 Villeneuve akan merilis film, sudah pasti saya akan
menantinya.
13.Star
Wars: Episode VII - The Force Awakens (J.J. Abrams)
Mungkin kita masih ingat bagaimana seorang J.J. Abrams
menahkodai reboot ‘Star Trek’ yang
menyenangkan itu. Melihat track record-nya,
film luar angkasa yang paling banyak fans-nya inipun menjadi sangat dinanti.
Bahkan dalam sebuah sumber, sekuel ‘Star Wars’ ini menjadi peringkat pertama
sebagai film hollywood paling dinanti
ditahun 2015.
14.The
Hateful Eight (Quentin Tarantino)
Walaupun naskah sempat bocor dan sang sutradara sempat
berniat membatalkan produksi filmnya. Namun akhirnya dengan keyakinannya, ia
kembali memproduksi ‘The Hateful Eight’. Ya, tentunya dengan naskah yang baru. Genre-nya sih, tak jauh dari western. Kita tunggu saja kegilaan apa
lagi yang akan dibawa Tarantino kali ini.
15.The
Revenant (Alejandro Gonzalez Inarritu)
Alasannya
jelas jika ‘The Revenant’ menjadi film yang ditunggu. Tengok siapa orang
dibelakangnya, ada Alejandro Gonzalez Inarrituyang pernah membawa drama berat dan serius dalam death trilogy-nya. Dan tahun lalupun,
filmnya yang berjudul ‘Birdman’ juga berhasil mencuri perhatian saya.
Other
Noteworthy Titles
Kingsman:
Secret Service
(Matthew Vaughn), Black Mass (Scott
Cooper), Southpaw (Antione Fuqua), Joy (David O. Russell), The Sea of Trees (Gus Van Sant), The Walk (Robert Zemeckis), Steve Jobs (Danny Boyle), Splinter Cell (Doug Liman), The Martian (Ridley Scott), Everest(Baltasar Kormakur), In the Heart of the Sea (Ron Howard), Macbeth (Justin Kurzel).
(Other) Anticipated Boxoffice Movies
Jupiter Ascending (Andy Wachowski, Lana Wachowski), Blackhat (Michael Mann), Furiuos 7 (James Wan), Insurgent (Robert Schwentke), Mad Max: Fury Road (George Miller), The Man from U.N.C.L.E. (Guy Ritchie), Tomorrowland (Brad Bird), Jurassic World (Collin Trevorrow ),
Terminator: Genisys (Alan Taylor), Pixels (Chris Columbus), Pan (Joe Wright), Cinderella (Kenneth Branagh), The
Fantastic Four (Josh Trank), Ant-Man
(Peyton Reed), American Ultra (Nima Nourizadeh), The Hunger Games: Mockingjay
Part II (Francis Lawrence), Spectre
(Sam Mendes), Mission: Impossible 5
(Christopher McQuire)