Wednesday, December 3, 2014

Anime Review: Another (2012)

WHO IS DEAD?


‘Another’ adalah sebuah TV seri asal Jepang (anime) berjumlah 12 (dua belas) episode yang rilis tahun 2012. Kisahnya diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Yukio Ayatsuji. Plotnya mengambil kisah tentang sebuah kelas dalam sebuah sekolah (setingkat SMP) di kota Kecil di Jepang yang terkena kutukan menyeramkan. Dimana setiap tahunnya selalu ada kejadian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang-orang yang terhubung dengan kelas yang bersangkutan. Konon katanya, kejadian tersebut sangat erat hubungannya dengan kematian seorang siswa kelas tersebut 26 tahun lalu. Kejadian itu terus berulang setiap tahunnya sampai pada akhirnya sebuah misteri besar terkuak disini.
        Salah satu keberhasilan sebuah tontonan yang mempunyai genre horor atau thriller adalah keberhasilan membangun atmosfer horor atau thriller itu sendiri. Dan untuk ukuran anime, ‘Another’ sudah melakukannya dengan sangat baik. Dimana setiap episode yang bergulir, ‘Another’ tidak sekalipun kehilangan sentuhan atmosfernya. Tone-nya selalu sama, mencekam bahkan ketika suasana sedang bahagia. Bisa dibilang atmosfer inilah yang menjadi kekuatan terbesar ‘Another’. Membuat anime ini menjadi anime berbeda dan sangat recommended.
Melihat opening songnya, seperti sudah bisa menebak ‘Another’ bukanlah anime biasa. Entah disengaja atau tidak opening song Kyomu Densen yang dinyanyikan oleh ALI PROJECT ini sudah mengisyaratkan aura creepy yang tidak mengenakan. Belum lagi kalau kita lihat gambar-gambar random yang ditampilkan saat lagu diputar. Dan kalau dilihat video klipnya aslinya, itu juga kental sekali nuansa horornya. Lantas seperti apa sebenarnya ‘Another’ ini?
Kalau saya bilang, ‘Another’ adalah kombinasi horor dan thriller yang disatukan dalam satu ikatan misteri. Saya bisa merasakan separuh awal ‘Another’ adalah horor sedangkan separuh akhirnya adalah thriller. Pada akhirnya, terciptalah sebuah atmosfer seperti yang saya sebutkan di paragaraf sebelumnya. Tentunya pembangunan atmosfer tersebut tidak terjadi begitu saja. Banyak elemen yang turut berperan menghidupkan atmosfer itu sendiri. Mulai dari set, musik, tone sampai karakternya.
Dan berbicara soal karakter, saya sangat suka dengan karakter Misaki Mei. Seorang anak perempuan yang misterius, dingin dan berekspresi datar ini juga yang turut berperan serta menghidupkan atmosfer ‘Another’ secara keseluruhan. Ketika pertama kali ia muncul, aura misterius sudah terpancar jelas dalam dirinya. Tanpa kehadirannya, mungkin ingredients ‘Another’ terasa kurang.
Selain karena atmosfernya, yang membuat ‘Another’ terasa mencekam adalah ‘Another’ punya unsur gore didalamnya. Disini kita bisa melihat adegan sadis dan berdarah-darah bahkan ada yang ditampilkan secara implisit. Adegan hara-kiri disini mungkin yang paling tidak menyenangkan untuk dipandang. Saya jadi mengerti kenapa anime-anime Jepang zaman sekarang sulit untuk masuk layar kaca Indonesia. Dan ternyata itu memang bukan tanpa alasan. Anak-anak sangat tidak disarankan untuk nonton anime yang satu ini.
Dalam perjalanannya, ‘Another’ memulai semuanya dengan pelan dan hati-hati. Dengan jumlah episode yang terbilang cukup pendek + tempo yang pelan, ‘Another’ buat saya cukup padat dalam menguraikan ceritanya. Walaupun karena episode pendek tadi, beberapa hal menjadi kurang tergali seperti karakter pendukung. Namun itu tidak menjadi masalah. Karena buat saya, 12 episode adalah jumlah yang pas untuk ‘Another’. Saya bisa membayangkan bertele-telenya ‘Another’ dengan potensi membosankannya jika dibuat lebih dari 12 episode.
Bagian terbaik dari ‘Another’ mungkin part akhirnya (2 epsidoe terakhir).  Karena inilah part yang paling menegangkan diantara yang lainnya. Melihatnya seperti melihat ‘Battle Royale’ yang di-combine sama ‘Final Destination’. Hasilnya, sebuah parade berdarah yang cukup gila. Disana kita bisa melihat bagaimana ketakutan dan rasa tidak saling percaya antar sesama berujung pada hal-hal yang menakutkan.
Semua yang dimulai tentu harus ada akhirnya, begitu pula rantai kutukan ‘Another’ yang telah terjadi bertahun-tahun itu. Sebuah twist ending pun telah disiapkan guna menjawab seluruh konklusi misteri yang terjadi. Memang bukanlah twist yang dibilang cerdas sekali, tetapi cukup untuk menghentikan misteri yang menyelimuti penonton selama 12 episode berlangsung. Terlebih twist tersebut punya kadar emosional tersendiri.
         Skor: 9/10



0 comments