Sunday, November 30, 2014

Catatan Nonton #November’14


Lewat post ‘Catatan Nonton’ kali ini, berarti genap satu tahun sudah saya menulis kumpulan short review film dalam satu bulan yang sebelumnya juga sudah ditulis di facebook. (HARI GINI MASIH PAKE FACEBOOK???) Gak apa-apa lah ya! Hehe.
Satu tahun memang bukan waktu sebentar dan sampai sejauh ini pengetahun saya soal film masih nggak ada apa-apanya. Memang dalam satu tahun tersebut, ada satu bulan dimana saya absen membuat post kumpulan short review film ini. Itu terjadi di bulan Agustus lebih tepatnya. Namun biarpun begitu, tak bisa dipungkiri kalau ada keseruan tersendiri ketika membuat short review film. Pun ketika saya flashback ke belakang, membaca kembali short-short review film yang sudah saya tulis semenjak tahun lalu, ada rasa lain yang kadang suka bikin kangen untuk membuat short review film lagi. Dan pada akhirnya post ini tetap bertahan sampai satu tahun lamanya.
Oh ya, buat teman-teman di facebook, saya minta maaf kalau selama setahun ini ada yang merasa terganggu. Bikin timeline kalian berisik karena ada satu akun yang namanya Iim Ali Imron yang suka bikin update-an separagraf penuh kalau dia habis nonton film. Sok-sok-an paling tahu soal film padahal pengetahun filmnya masih cetek. Haha.
***
Sudah mungkin basa-basinya! Kita langsung masuk ke edisi ‘Diary Nonton’ kali ini. Untuk movie of the month-nya, saya punya, the one and only: ‘Interstellar’. Salah satu film yang saya tunggu di tahun ini. Dan berikut kumpulan short review film di ‘Diary Nonton’ kali ini. Check this out!

Interstellar (2014) (12/11/14)


Short review:
Christopher Nolan memang tak pernah gagal membuat film. Hasilnya selalu bagus dan berkualitas. Directing, script, scoring, cinematography, etc. semuanya adalah bentuk keseriusan Nolan yang tidak pernah setengah hati dalam membuat film. 'Interstellar' sebagai karya terbarunya kembali menantang dirinya melampaui batas-batas yang pernah dilaluinya. Menghadirkan tema petualangan luar angkasa, survival, dalam balutan drama keluarga sarat emosi dan sentuhan theoritical physics yang terurai sederhana dlm kerumitannya. Memberikan satu lagi pengalaman sinematik yang baru. Salah satu film terbaik tahun ini. Very recommended.
Review lengkapnya bisa dibaca disini.
Skor: 4,25/5

Dawn of the Planet of the Apes (2014) (15/11/14)


Short review:
Rupert Wyatt yg sukses membuat reboot halus kisah para kera cerdas dlm 'Rise' telah menancapkan standar tinggi untuk franchise ini. Matt Reeves yg bertugas menukangi sekuelnya, tahu betul cara memafaatkannya. Tanpa kehilangan fun unsure-nya, 'Dawn' dibawa pada kedalaman cerita yang sedikit menampar sisi humanisme kita sebagai manusia. Porsi aksi dan drama yang lebih berimbang namun tetap menggetarkan. Visual effect yang lebih dahsyat, terutama barisan aktor mo-cap yg mampu menunjukkan sisi yang begitu emosional. Especially for Andy Serkis. You're the best mo-cap actor!
Skor: 4/5

The Expendables 3 (2014) (16/11/14)


Short review:
Untuk ketiga kalinya, para veteran action actor bereuni dalam satu tim pimpinan Sylvester Stallone. Menghadirkan parade aksi tanpa otak dengan segala kekliseannya. Namun sayangya, 'The Expendables 3' adalah seri yang paling lemah diantara yang lainnya. Mengusung formula yang sama namun masih jauh dibawah 'The Expendables 2' yg tampil begitu menyenangkan. Alasannya jelas, banyak hal yang hilang dari 'The Expendables 3', bila dibandingkan pendahulunya. Apalagi keputusan membuat rating film menjadi PG-13 agar bisa dinikmati para remaja membuat film ini terasa kurang gahar.
Skor: 2,5/5

Hercules (2014) (16/11/14)


Short review:
Ada dua film tentang sosok demi-god paling terkenal putra haram Zeus yg dirilis tahun ini. Dan 'Hercules' yg dibintangi Dwayne Johnson memang tampak lebih menjanjikan dibanding 'Hercules'-nya Kellan Lutz. Dalam praktiknya, 'Hercules'-nya The Rock mengambil jalan yg sedikit berbeda dari kisah Hercules yang sudah-sudah. Tanpa dewa-dewi dan monster dlm iringan mitologinya, 'Hercules' dibawa pada sosok yg lebih manusiawi. Ini memang bagai dua sisi mata pisau, ada yang menerima, ada juga yang tidak. Namun biarpun begitu 'Hercules' sanggup menjalankan tugasnya sebagai sebuah hiburan (setidaknya bagi saya), meski sempat terseok-seok juga di paruh awal.
Skor: 3/5

Guardians of the Galaxy (2014) (16/11/14)


Short review:
I am Groot! Pesona Marvel dalam menghadirkan film superhero memang sudah tak terbendung. Karakter apapun pasti selalu dinanti. Tak terkecuali buat komplotan aneh yang lebih layak disebut antihero dibanding superhero ini. 'Guardians of the Galaxy' paling beda sendiri di genrenya (dalam arti positif). Well, ceritanya sendiri sebenarnya sangat sederhana namun James Gunn tahu benar caranya bersenang-senang tanpa menghilangkan identitas film Marvel. Membawa set yg lebih luas diangkasa raya, karakter2 yg unik, beragam & loveable, visual cerah & berwarna + dukungan soundtrack2 asyik yang membawa kita bernostalgia ke era 70an. 'Guardians of the Galaxy' adalah hiburan superhero paling istimewa tahun ini.
Skor: 4/5

The Babadook (2014) (23/11/14)


Short review:
Jadi apa sebenarnya yang diharapkan dari film horor? Rasa takut karena terus dijejali materi horor atau diberi sedikit misteri yang menggiring imajinasi liar kita bertualang sampai menemukan bentuk takut itu sendiri. Bermain dalam ranah psikologis dan eksplorasi karakter yg dalam, 'The Babadook' tampil begitu meyakinkan. Meskipun tanpa elemen jump scare dan kemunculan makhluk yang dianggap horor layaknya film horor pop pada umumnya. Formula lama bercita rasa baru. Sebuah prestasi juga, mengingat 'The Babadook' dibesut sutradara debutan. Dan ditengah performa horor produksi hollywood yang tampil lesu tahun ini, horor Australia arahan Jennifer Kent ini patut dicoba.
Skor: 3,75/5

Lucy (2014) (25/11/14)


Short review:
Terbilang ambisius buat Luc Besson, mengingat jarang sekali ia membuat film berbau cerdas. Membawa tema 'ten percent of brain myth', sepertinya 'Lucy' mempunyai nafas sains yg kental. Akan tetapi, entah kenapa pendekatan sainsnya terlihat menggelikan dan teori-teori yang sedikit berlebihan. Hingga disatu sisi 'Lucy' terlihat menunjukkan kekonyolan dan kebodohannya (atau mungkin otak sy saja yg gak nyampe, karena kemampuannya cuma 10%. Tidak lebih. Haha). Namun biarpun begitu, Besson tetaplah Besson. Dengan signature khasnya, film actionnya selalu menyenangkan (setidaknya menghibur). Terlebih 'Lucy' punya heroine sekelas Scarlett Johansson yang memang sudah teruji kemampuannya di film-film Marvel.
Skor: 3,25/5

Teenage Mutant Ninja Turtles (2014) (28/11/14)


Short review:
Semenjak era 'Transformers' dimulai, entah kenapa film-film yg dibelakangnya terselip nama Michael Bay (sbg sutradara atau produser) selalu menimbulkan nada skeptis di kalangan penonton. Tak terkecuali buat remake/reboot 'Teenage Mutant Ninja Turtles' ini. Meskipun disutradarai Jonathan Liebesman, tapi nafas Bay-nya kental sekali disini. Mulai dari adegan aksi, humor sampai efek slowmotion-nya yg Bay banget. Karena Bay factor tadi, kita pasti sudah bisa menebak sendiri arah film ini akan kemana. Mengesampingkan ekspektasi berlebih, 'TMNT' tampil cukup lumayan. Setidaknya ada 2 (dua) scene yg asyik dan memorable disini. Cowabunga!
Skor: 3/5

All pictures from here.

0 comments