Sunday, April 12, 2015

Anime Review: Tokyo Ghoul √A (2015)


Ending yang dibiarkan menggantung di season pertamanya, kini berlanjut di season kedua. Season kedua yang disebut ‘Tokyo Ghoul √A’ ini telah disiarkan sejak 8 Januari 2015 – 26 Maret 2015 sebanyak 12 (dua belas) episode. Penyiksaan sadis “Jason” pada Kaneki berimbas bangkitnya kekuatan ghoul dalam diri Kaneki. Sosok Rize yang selama ini bersemayam dalam dirinya akhirnya diterima oleh jiwa Kaneki. Tidak hanya merubah Kaneki menjadi sosok ghoul seutuhnya, kekuatan dan fisiknya juga telah jauh berubah. Bahkan Kaneki melakukan hal yang selama ini ia tolak keras dalam dirinya, yakni memakan manusia/ghoul. Kaneki telah melakukan praktik kanibalisme pada “Jason”. Sesuatu yang teramat ia benci dan tak pernah ia mau lakukan dulu.  Sementara Kaneki sibuk dengan dirinya yang baru, penyergapan manusia pada sarang Aogiri masih berlanjut.
Episode pertama ‘Tokyo Ghoul √A’ berhasil memberi kesan yang baik buat ‘Tokyo Ghoul’. Setidaknya itu yang saya rasakan. Season pertama yang masih saya rasa kurang spesial menjadi lebih menarik di season keduanya ini. Minat penonton yang telah menanti cukup lama akan kelanjutan kisah ini berhasil dipertahankan. Atau lebih tepatnya ditingkatkan. Episode pertama dalam sebuah serial TV memang cukup menentukan dalam usahanya meraih simpati penonton.
Dalam review saya sebelumnya, saya menyebut salah satu hal yang saya sukai dari ‘Tokyo Ghoul’ adalah adegan aksi dan pertarungannya. Walaupun tidak seperti sebelumnya yang banyak menyajikan gambar negatif, pertarungan di season keduanya ini juga tidak kalah seru. Justru dosisnya semakin bertambah. Banyak pertarungan berskala besar yang terjadi disini. Puncaknya adalah penyerbuan manusia pada sarang ghoul yang disebut sebagai ‘burung hantu’ yang telah menjadi musuh besar dan incaran umat manusia selama ini. Konflik dua makhluk yang saling mempertahankan eksistensinya ini berhasil menyajikan sebuah peperangan yang besar.
Dalam setiap pertempuran yang terjadi, ‘Tokyo Ghoul √A’ pun tidak selalu menyajikan adegan tarung dan pamer kekuatan semata. Ada pemandangan memilukan menguras emosi tatkala semua itu terjadi. Kehangatan ‘Tokyo Ghoul’ yang diwujudkan dalam kedai kopi Anteiku menjadi begitu depresif. Bersahutan bersama lantunan musik yang semakin memberi nyawa pada gambar-gambar yang ditampilkan. Oh ya, dentingan-dentingan piano menghantui yang saya sebut direview sebelumnya juga masih ada disini.


Bukan hanya aksi dan pertarungan saja yang ditingkatkan. ‘Tokyo Ghoul √A’ juga berhasil menyuntikkan konflik drama yang cukup emosional. Konflik batin masing-masing karakter atau konflik antar karakter tersaji cukup menarik. Kaneki masih berkutat dengan dilema sisi manusia dan ghoul dalam jiwanya. Beriringan bersama hasrat kuat untuk melindungi teman-temannya. Touka Kirishima yang terlihat kuat di season pertama diberi porsi drama lebih banyak disini. Terutama ketika ia merasa menjadi love interest Kaneki.
Porsi adegan aksi dan drama yang berjalan seimbang dalam ‘Tokyo Ghoul √A’ adalah sebuah point tersendiri. Lebih banyak latar belakang yang diungkap disini. Pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat terjawab dulu, beberapa diantaranya mendapat sedikit pencerahan. Karakter-karakter yang dulu masih belum tergali, sedikit banyak mendapat cukup ruang untuk berkembang. Karakter-karakter yang baru pun demikian. Kejutan-kejutan yang tak pernah kita duga sebelumnya juga berhasil membawa twist-twist kecil yang efeknya cukup terasa.
‘Tokyo Ghoul √A’ adalah sebuah peningkatan bila dibanding predesesornya. Ini jelas lebih baik dari sebelumnya. Ending dramatis diiringi Unravel-nya Ling Tosite Sigure dalam arransemen piano yang hadir bersama butiran-butiran salju, mungkin akan menjadi jawaban akan hakikat keberadaan manusia dan ghoul dalam satu dunia. Memang pada kenyataannya ‘Tokyo Ghoul √A’ tidak menjawab tuntas semua misteri dan pertanyaan yang masih belum mendapat titik terangnya. Terutama karena saya masih sangat penasaran dengan tiga anggota Aogiri yang masih misterius itu. Atau mungkin ini memang sebuah #kode bahwa kisah Tokyo Ghoul masih akan berlanjut? Kita lihat saja nanti. Tapi yang pasti, secara keseluruhan saya cukup puas dengan kehadiran ‘Tokyo Ghoul √A’ ini.
          Skor: 8.34/10

0 comments