Tuesday, September 22, 2015

My Favorite Actress

Mungkin saat ini saya sedang bingung. Bingung mau ngapain. Bingung mau nulis apa. Apalagi kemarin katanya ada yang lagi sedih. Puk-puk-puk. Karena itu, sekarang saya mau sedikit refreshing dengan ngebahas yang seger-seger. Ngebahas yang cantik-cantik. Asik! Ngobrolin aktris favorit. Haha. Saya yakin mereka-mereka yang ada dalam daftar ini bukanlah aktris yang buruk aktingnya, tapi kualitas akting bukanlah patokan utama disini. Lalu apa dong? Nggak tahu. Yang pasti mereka ini harus cakep. Hahah! LOL.
Pernah nggak nonton film dimana ada satu sosok aktris yang begitu menarik? Kemudian dengan tanpa sadar kita mulai mencari film-film lain yang dibintanginya. Atau satu sosok aktris yang sebenarnya sudah kita lihat dibeberapa film, lalu lewat sebuah film yang lain satu sosok itu entah kenapa berubah menjadi lebih menarik dari sebelumnya? Kemudian kitapun mulai memaafkan peran-peran mereka sebelumnya sampai akhirnya kehadiran mereka di film-film yang lain menjadi begitu dinanti. Tak peduli filmnya bagus atau tidak, selama satu sosok tersebut hadir, itu sudah cukup menjadi alasan buat kita stand by melihat layar sampai filmnya usai. Keberadaan mereka benar-benar mempengaruhi mood selama menonton. Pernahkah? Merasa demikian?
Mungkin itulah gambaran yang melatarbelakangi pembentukan daftar aktris favorit pada post saya kali ini. Setidaknya demikian. Kurang lebih. Dan inilah aktris-aktris yang selalu berhasil memusatkan perhatian saya untuk terus tertuju pada layar.

Kristen Stewart


Menjadikannya satu bahasan khusus pada post 'Catatan Nonton' sudah sangat jelas mengisyaratkan jika Kristen Stewart memang nama yang paling difavoritkan. Tapi biarpun begitu, tolong jangan panggil saya fans ‘Twilight’ karena menyukai pemeran Bella Swan ini. Image Bella Swan memang sangat kental dengan nama Kristen Stewart, namun seperti yang pernah saya singgung sebelumnya di Catatan Nonton Spesial Kristen Stewart bahwa The Runaways (2010) lah yang menyadarkan saya bahwa perempuan 25 tahun ini memang aktris yang ok. Diluar saga ‘Twilight’ dan Snow White & the Huntsman (2012) yang sering disebut orang sebagai akting dengan ekspresi datarnya, Kristen Stewart sesungguhnya mempunyai daftar film yang bisa menunjukkan bahwa dia memang bisa berakting dan bagus mainnya. Tidak hanya pesonanya, beberapa film sudah jadi bukti akan kemampuannya. Perannya dalam Clouds of Sils Maria (2014) malah mendapat penghargaan bergengsi di Perancis.  

Lily James


Dalam short review yang pernah saya tulis, saya menyebut Cinderella (2015) sebagai film yang memberi perasaan senang dan bahagia seusai menontonnya. Selain kisahnya yang happy ending, sosok Ella yang diperankan Lily James memang teramat sulit dilupakan. Bahkan saya tak bisa membayangkan sosok lain yang pantas memerankan Cinderella selain aktris asal Inggris ini. Faktanya, si cantik pemeran Lady Rose di Downtown Abbey (2010) ini memang mampu memerankan princess yang ikonik dengan sepatu kaca ini dengan sangat baik. Maka dari itu, menjadi beralasan ketika sensasi senang dan bahagia dirasakan sehabis menonton filmnya. Jawabannya sudah pasti, satu diantaranya, tak lain dan tak bukan adalah karena ada Lily James disana.

Margot Robbie


Aktris berkebangsaan Aussie ini sudah kelihatan cantiknya walaupun cuma muncul sebentar di About Time (2013). Di The Wolf of Wall Street (2013) barulah Margot Robbie benar-benar membuat mata para pria tak mampu berpaling darinya. Tssah! Kemunculan pertamanya sebagai Naomi Lapaglia dengan dress birunya teramat sulit dilupakan. Penampilannya di film arahan Martin Scorsese tersebut memang begitu mengesankan (dari kacamata pria) dan menggoda iman sampai Jonah Hill pun harus melakukan perbuatan memalukan didepan umum, didepan istrinya pula. ROTFL. Pasca tampil di TWoWS, image sexy memang seperti melekat dengan Robbie. Hollywood pun dengan senang hati memanfaatkan potensi Margot yang satu ini. Kita bisa melihat film-film Margot setelah TWoWS. Namun jangan salah, ia juga rela dipermak kumal, tanpa make-up menor berlebihan dan menghilangkan segala image yang kadung melekat dengannya seperti di Z for Zachariah (2015).

Scarlett Johansson


Saya bertanya-tanya, ini siapa? Wanita berambut merah keriting, berpakaian lateks hitam ketat, beraksi sendirian membasmi para penjahat di Iron Man 2 (2010). Itulah pertama kali Scarlett Johansson mencuri perhatian saya dalam film. Dari situlah saya mulai mencari seluruh filmography-nya. Sampai saya menemukan sosok ScarJo yang masih muda dan cantik di Lost in Translation (2003). Tidak hanya penampilan fisiknya yang masih fresh, ia juga mampu menunjukkan performa akting yang prima disitu. Itu adalah bukti cukup bahwa ia tidak hanya punya modal wajah ‘nakal’ dan tampilan fisik yang kadang suka dieksploitasi para sineas. Oh ya, kalau pernah memperhatikan film keluarga yang tak pernah absen mengisi slot tayangan dimasa liburan dilayar kaca Indonesia, ‘Home Alone’, kita akan bertemu dengan sosok Scarlett Johansson yang masih kecil di seri ke-3 film tersebut.

Gemma Arterton


Gemma Arterton bisa dibilang memiliki image yang hampir sama dengan Margot Robbie dan Scarlett Johannson. Dibandingkan mereka berdua, Arterton malah tampak lebih manis menurut saya. Namun entah kenapa namanya kurang begitu bergaung. Film-film besar yang dibintanginya pun tidak sampai menimbulkan hype yang besar pula, padahal ia pernah menjadi Bond Girl di Quantum of Solace (2008) dan menjadi Princess Tamina di Prince of Persia (2010). Atau mungkin karena memang performanya yang kurang. Tapi tentu itu bukanlah masalah, lagipula ini bukanlah daftar aktris dengan akting terbaik. Peran Arterton yang paling saya sukai adalah waktu dia jadi Gretel di Hansel & Gretel (2013). Dia terlihat sangat keren disitu. Wajah manisnya sangat mendukung karakter Gretel yang terkesan dingin dan kuat. Tapi disaat bersamaan tak lupa akan kodratnya sebagai perempuan yang butuh dilindungi.

Elle Fanning


Menjadi anak kecil yang kelak jadi love interest Brad Pitt di The Curious Case of Benjamin Button (2008) membut saya berujar, “cantik juga ni anak!” Kesan itu masih bertahan ketika dia jadi Alice di Super 8 (2011) dan terus berlanjut ketika dia menjadi salah satu penjaga kebun binatang di We Bought a Zoo (2011). Pesona dara 17 tahun ini malah mengalahkan Scarlett Johansson yang juga tampil satu frame bersamanya. Tidak beralasan pula bila Disney pun mendaulat adik Dakota Fanning ini sebagai princess Aurora di Maleficent (2014). Aktris yang semenjak bayi sudah main film ini sudah menerima banyak menerima proyek film dimasa depan dengan berbagai peran yang beragam. Patut ditunggu kehadirannya nanti.

Zooey Deschanel


Seperti halnya Tom yang langsung kepincut dengan kecantikan Summer, perasaan para penonton (500) Days of Summer (2009) pun tak jauh berbeda ketika melihat pemerannya, Zooey Deschanel. Vokalis ‘She & Him’ ini memang memiliki apa yang disebut narator (500) Days of Summer (2009) sebagai summer effect yang membuat mata dunia seolah teralihkan perhatiannya olehnya. Di film kering macam The Happening (2008) M. Night Shyamalan dia menjelma menjadi oase di padang tandus. Kalau Tom begitu menyukai senyumnya, rambutnya, lututnya, tanda lahir berbentuk hati dilehernya, caranya menjilat bibir sebelum bicara, suara tertawanya dan caranya menghadap saat tidur, kamipun demikian, Zooey!

Emma Stone


Emma Stone itu kayak punya semacam aura yang membuatnya terlihat begitu menarik disetiap film yang dibintanginya. Film dengan genre apapun, selama disitu ada Emma Stone, keseruan sudah pasti dirasakan. Masih ingatkan perannya di Easy A (2010)? Kira-kira seperti itulah pesona keberadaannya. Jika diluar sana masih ada aktris yang lebih cantik, lebih sexy, lebih bagus aktingnya daripada Emma Stone, tak mengapa. Karena seperti yang saya bilang, Emma Stone itu selalu membawa nafas keseruan dalam setiap film yang dibintanginya. Peran yang paling saya ingat dan paling saya sukai adalah waktu Emma Stone bertahan hidup bersama Abigail Breslin di Zombieland (2009). Karakternya sedikit dingin, angkuh, namun tidak melupakan sisi femininnya sebagai seorang perempuan. Keren. Terlebih dia juga berdandan agak sedikit gothic.

Alicia Vikander



Akhir-akhir ini, namanya seringkali terdengar dan disebut-sebut sebagai rising star bermasa depan cerah. Yosh!Gadis asal Swedia ini sudah menjadi idola baru sekarang. Namanya memang baru menanjak setelah membintangi film Ex-Machina (2015), walaupun sebelumnya pernah ambil bagian di Seventh Son (2014). Alicia juga bermain di salah satu film spionase favorit saya tahun ini, The Man from U.N.C.L.E. (2015). Disamping itu, para juri ajang penghargaan sepertinya akan mulai mempertimbangkan nama Alicia berkat perannya di The Danish Girl (2015). Oh ya, saya juga baru sadar ternyata di adalah pemeran princess Kitty di Anna Karenina (2012).

Rachel McAdams



Peran Rachel McAdams sebagai Leader of Plastic Gang di Mean Girls (2004) masih menempel di benak saya. Terlepas dari perannya yang sedikit menyebalkan, kehadirannya memiliki pesona yang begitu kentara. Didukung postur tubuh yang ideal (IMO) dan wajah cantiknya yang "pas", ia mampu mengalahkan Lindsay Lohan sebagai karkater utama. Mungkin sekarang kita tak bisa melihat Rachel McAdams seperti saat di Mean Girls karena umurnya yang memang telah bertambah. Di daftar yang saya buat ini, Rachel McAdams adalah yang paling tua. Meski begitu ia masih sanggup menunjukkan performa akting yang apik. Dan meski sudah tak semuda saat di Mean Girls, Rachel McAdams menunjukkan sisi lain dalam film-filmnya. Sosok wanita yang dewasa.

0 comments