Thursday, June 25, 2015

Tentang Album Gigi – Mohon Ampun (2015)


Gigi is back! Ya, di bulan ramadhan kali ini mereka kembali menelurkan album religi yang memang sudah mereka lakukan sejak 2004. Album yang bertajuk “Mohon Ampun” ini memiliki 10 (sepuluh) amunisi yang siap diperdengarkan kepada seluruh khalayak khususnya buat ‘Gigi Kita’ dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan. Dalam album ini, mereka tidak membuat lagu-lagu religi karya mereka seperti yang pernah dilakukan di “Jalan Kebenaran” dan setelahnya. Tidak pula meng-arransemen ulang lagu-lagu religi musisi lain seperti yang dilakukannya di “Raihlah Kemenangan” ataupun “Pintu Surga”. “Mohon Ampun” menawarkan satu lagu baru, dimana sisanya adalah arransemen ulang dari lagu-lagu religi sebelumnya. Jadi, mereka meng-arransemen kembali lagu-lagu yang sudah pernah mereka arransemen sebelumnya. Lantas apa yang ingin ditawarkan “Mohon Ampun’’ ini?
Dilihat sepintas dari tracklist, mungkin kita tidak akan terlalu antusias melihat album ‘‘Mohon Ampun’’. Bukan karena apa, sembilan dari sepuluh track yang ada adalah track lama yang sudah pernah mereka keluarkan. Praktis, fokus utama kita akan terpaku pada satu lagu baru berjudul ‘Mohon Ampun’ yang juga jadi singel pertama di album ini. ‘Mohon Ampun’ sendiri sebenarnya bukanlah lagu yang benar-benar baru. ‘Mohon Ampun’ adalah lagu lawas milik Vina Panduwinata yang sempat populer di era ’80-an. Dari judulnya, rasanya sudah jelas arah lagu ini akan kemana. Bercerita tentang permohonan ampun seseorang kepada Tuhan-nya atas semua masa kelam dalam hidupnya. Salah satu tema stereotype lagu religi di Indonesia.
Mohon Ampun memulai membuka album dengan riff gitar yang mengingatkan saya sama Angels & Airwaves, tanpa sound experimental tentunya. Riff gitar seperti ini memang terbilang jarang digunakan Gigi pada lagu-lagunya. Tidak hanya menambah kesan religi pada lagu tersebut, arransemen mereka kali ini juga memberi kesegaran buat musik Gigi sendiri. Ketidakhadiran Dewa Budjana dalam penggarapan album kali ini, tidak terlalu berpengaruh terhadap konsep musik Gigi secara utuh. Album yang dikerjakan selama kurang lebih tiga minggu ini tetap berada dalam jalur pop rock ala Gigi.
Perasaan kurang antusias di awal rasanya akan terpatahkan ketika mulai mengikuti semua track yang ada. Meskipun secara struktur lagu tidak berubah siginifikan dan kita pun pernah mendengarkan lagu-lagu religi yang di-arransemen Gigi sebelumnya, di album ‘‘Mohon Ampun’’, lagu-lagu tersebut tetap bernuansa baru, segar dan layak dinikmati. Seolah mendengar Gigi di awal karir religi mereka lagi.
‘Pintu Sorga’ dan ‘Perdamaian’ menurunkan sedikit unsur hard dalam sound-nya, tetapi tetap berada di jalur rock. ‘Keagungan Tuhan’ dan ‘Damai Bersamamu’ tidak berbeda jauh tetapi masih nyaman didengarkan. ‘Kota Santri’ dan ‘Ada Anak Bertanya Pada Bapanya’ masih tetap dengan unsur rock-nya. ‘Ada Anak Bertanya Pada Bapanya’ malah terasa semakin catchy dengan sound gitar ala ‘Toxicity’ (System of a Down) dibagian verse. ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’ menjadi lebih intim dengan nuansa mellow gloomy-nya. ‘Kusadari (Akhirnya)’ menghilangkan unsur akustik yang sangat kental di album sebelumnya tanpa sedikitpun kehilangan sisi magis lagu ‘Akhirnya’. ‘Amnesia’ yang notabene adalah ciptaan mereka sendiri mungkin menjadi lain daripada yang lain. Karena nuansanya 1800 berbeda dengan versi sebelumnya.
Kesan membandingkan dengan versi sebelumnya rasanya tidak dapat terelakkan. Biarpun begitu, mau dibanding-bandingkanpun rasanya tidak terlalu berpengaruh. Baik versi lama maupun versi baru, semuanya memiliki kesenangannya masing-masing. Dengan kata lain, meski sama, masing-masing lagu tetap bisa berdiri sendiri. Terima kasih untuk vokal Armand Maulana yang masih tetap terjaga dan konsisten sampai saat ini.
Entah motivasi apa yang ingin dicapai Gigi pada album religinya kali ini. Dimana mereka hanya meng-arransemen ulang lagu-lagu religi lawas yang sesungguhnya sudah mereka arransemen. Buat saya, ‘‘Mohon Ampun’’ seperti semacam album remake dari Gigi sebagai grup band trendsetter lagu religi. Album ini seolah mengembalikan jati diri mereka seperti sebelumnya. Dimana jauh sebelum merilis ‘‘Raihlah Kemenangan’’, Gigi mempunyai cita-cita membuat album yang memuat lagu-lagu religi hits dimasa lalu. Karena menurut mereka, setelah Bimbo tidak ada lagi yang pernah melakukannya.
Idealisme dari cita-cita mereka sempat memudar setelah Gigi menciptakan lagu-lagu religi versi mereka sendiri yang bisa dibilang kurang memiliki kesan yang dalam. Maka dari itu, selain menjaring pendengar-pendengar muda yang baru, ‘‘Mohon Ampun’’ juga menjadi jalan untuk meneruskan cita-cita mereka sebelumnya. Dan menjadi pemanasan untuk kembali menelurkan album religi seperti halnya ‘‘Raihlah Kemenangan’’ atau ‘‘Pintu Surga’’.

0 comments