Tuesday, June 30, 2015

Catatan Nonton #Juni’15

Bisa dibilang, tahun ini animo menonton film saya sudah sedikit meluntur. Berbeda dengan tahun lalu dimana setiap bulannya saya bisa menonton sampai 20-an judul film (bahkan lebih) dan membuat short ataupun full review-nya disini. Tak seperti dulu, film yang bisa saya tonton setiap bulannya bisa dihitung jari. Seperti bulan ini, hanya ada empat film yang masuk post ‘Catatan Nonton’ kali ini. Edisi ke-19 dari ‘Catatan Nonton’ ini menobatkan ‘Mad Max: Fury Road’ yang dibintangi Tom Hardy dan Charlize Theron sebagai Movie Of The Month.

Cinderella (2015) (19/06/15)


Short review:
Keputusan Disney untuk tetap mempertahankan pakem cerita 'Cinderella' tetap pada koridornya adalah pilihan yang tepat. Dan ini jauh lebih baik ketimbang saat mereka mengacak-ngacak dongeng 'Sleeping Beauty' di 'Maleficent'. Beberapa detail tambahan berhasil membuat 'Cinderella' tampil lebih manusiawi tanpa harus mengorbankan esensi cerita. Ditangan Kenneth Branagh (dan tim), dongeng upik abu ini tetap memikat meski ceritanya sudah terlampau sering kita dengar. Lily James adalah alasan kenapa 'Cinderella' begitu mempesona. Wajah cantiknya seolah gambaran tepat akan sosok 'Cinderella' yang "berani" dan "baik". 'Cinderella' juga menjadi alasan kenapa diantara kita menyukai kisah fantasi happy ending. Salah satu film yang akan memberi perasaan senang sehabis menontonnya.
Skor: 4/5

Mad Max: Fury Road (2015) (23/06/15)


Short review:
Salah satu film action terbaik 2015 sejauh ini. Mengalahkan pasukan superhero Marvel yang terasa begitu biasa. Berlipat-lipat lebih hebat dari aksi kejar-kejaran Dominic Toretto dkk. Franchise yang tertidur selama kurang lebih 30 tahun ini berhasil dihidupkan kembali oleh sang empunya, George Miller. Berada ditangan yang tepat, 'Mad Max: Fury Road' kembali hadir dengan dunia dystopian post-apocalyptic yang gersang, gila dan kejam. Baik adegan aksi maupun set dunia 'Mad Max' yang dibangun tampil begitu gahar dengan polesan CGI yang tepat akurat. Sekuen aksi dan ketegangannya tetap terjaga dan semakin meningkat. Dan dimana lagi kita bisa melihat nenek-nenek bertempur dengan sangat bad-ass. Atau melihat gitaris rock gila yang terjun di medan pertempuran sambil tetap main gitar. Hanya disini!
Skor: 4,25/5

The Impossible (2012) (25/06/15)


Short review:
Sebuah drama memilukan dari bencana paling memilukan tahun 2004. Tsunami yang mengguyur pesisir Asia Tenggara. Kisah nyata yang divisualisasikan J.A. Bayona dari salah satu keluarga korban selamat dari tragedi maut tersebut. Dimainkan begitu apik oleh para pemerannya, terutama Naomi Watts. Dramatisasi tak berlebihan namun efektif sukses mengiris iba penonton. Detik demi detik kejadian tsunami berlangsung begitu mengerikan dan menguras emosi siapapun yang melihatnya.
Skor: 4/5

Speak (2004)


Short review:
Pilihan peran yang cukup berani untuk seorang Kristen Stewart, mengingat umurnya yang masih 13 tahun tapi harus memerankan peran yang sedikit lebih dewasa dari umurnya. Namun Kristen Stewart sukses memerankan karakter Melinda Sordino yang menjadi pendiam ketika kejadian tak mengenakkan di suatu malam membuatnya trauma berkepanjangan. Ekspresi serta raut wajahnya cukup mengguratkan perasaan sedih yang dialaminya pasca kejadian. Sisi coming of age-nya berhasil dituangkan disini.
Skor: 3,75/5

0 comments